Atasan Harus LOYAL Pada Bawahan

Posted on November 26th, 2013

“You never have to chase people down and beg for their loyalty and respect. It’s either they’re with you or they’re not.” (Unknown)

APA NGGAK TERBALIK?? Komentar seorang sahabat, dengan nada bertanya, ketika saya memperlihatkan judul artikel ini kepadanya. Pimpinan, tentu saja berhak untuk mengharapkan bawahannya  yang loyal. Tapi ini tidak akan diperoleh, kalau atasan sendiri tidak memperlihatkan sikap loyal terhadap anak buahnya. Maksudnya??

Mencari Kambing Hitam

Dalam tulisannya di Talent+.com,  Larry Sternberg memaparkan, bahwa terlalu banyak pimpinan yang menuntut loyalitas tapi tidak mendemonstrasikan perilaku itu. Contoh sederhana yang kita lihat sehari-hari, ketika atasan berbicara dengan pihak lain tentang anak buahnya. Bila dia bicara tentang kejelekan anak buah di belakang dia, maka yang akan terjadi adalah:

  • Atasan semakin yakin akan aspek negatif bawahannya tersebut.
  • Memberikan kesan negatif pada pendengar, bukan saja tentang bawahannya, tapi juga tentang sang pemimpin.
  • Bila pembicaraan itu sampai ke telinga bawahan (cepat atau lambat terjadi), maka akan menurunkan moralnya, menurunkan kepercayaannya pada atasan dan mengurangi loyalitas karyawan tersebut.
  • Kejadian ini juga akan membuat sang karyawan meragukan kemampuannya sendiri untuk berprestasi.

Lebih menyedihkan lagi, kalau setiap ada permasalahan, anak buah yang selalu dijadikan kambing hitam, karena pimpinan ingin nampak bersih dan tidak bersalah.

Atasan Yang Loyal

Sebaliknya atasan yang loyal pada bawahan akan berperilaku sangat positif dan bahkan akan senantiasa menceritakan hal positif tentang bawahannya.

Dampaknya juga dasyat:

  • Akan semakin mempertebal keyakinan pimpinan tentang bawahannya.
  • Akan meninggalkan kesan positif di benak pendengar.
  • Ketika cerita ini sampai ke telinga anak buah yang bersangkutan, akan meninggikan moralnya dan meningkatkan loyalitas yang bersangkutan pada atasannya.
  • Memperkuat keyakinan bawahan tersebut akan kemampuannya dan akan terus berprestasi sesuai dengan harapan atasannya.

Lebih positif lagi, kalau ada issue yang melibatkan unit dan anak buahnya, atasan tersebut akan tegak membela mereka, sebagai tanggung jawab dia sebagai pimpinan.

Say, Stay and Strive

Karyawan yang loyal kepada Perusahaan umumnya karena percaya akan masa depan perusahaan, dan punya lingkungan kerja yang menyenangkan. Bila ditambah lagi dengan keyakinan bahwa dia mendapatkan perlakuan yang adil, terutama dalam kaitan dengan imbalan dibandingkan dengan kontribusinya. Maka karyawan tersebut akan menetap di perusahaan (stay). Upaya head-hunter untuk menarik dia dari lingkungan kerjanya, umumnya kurang berhasil.

Mereka tidak saja tinggal, tapi juga bercerita hal-hal yang positif tentang perusahaan, tentang lingkungan kerja, tentang berbagai aspek yang membawa kepuasan kerja (say). Yang keluar dari mulut karyawan yang loyal tersebut, adalah sesungguhnya dari hati. Karena itu dia tidak segan-segannya untuk mempromosikan perusahaannya kepada teman, keluarga atau siapa saja, termasuk kepada calon-calon karyawan.

Yang lebih menggembirakan lagi adalah, karyawan yang loyal tersebut, akan berjuang, kontribusi, berprestai maksimal demi kemajuan perusahaan (strive).

Kembali ke pertanyaan awal, siapa yang seharusnya loyal?? Kalau kita semua percaya bahwa leader seharusnya menjadi teladan, maka dalam kondisi inipun, leader harus mendemonstrasikan kepada bawahannya, bahwa dia loyal kepada mereka. Dengan demikian, diapun boleh mengharapkan sebaliknya: Loyalitas dari anak buahnya.

Dan dalam “7Habits of Highly Effective People,” Stephen R. Covey pun dengan tegas menyampaikan:

“One of the most important ways to manifest integrity is to be LOYAL to those who are not present. In doing so, we would build the trust of those are present.”

Bookmark and Share

13 Responses to Atasan Harus LOYAL Pada Bawahan

  1. Merza says:

    Pemimpin yang baik akan memperlakukan bawahan dengan baik dan tidak kasar. Oleh karena itu, para pemimpin menyadari, bahwa ketika para bawahan puas dengan perlakuan sang pemimpin, maka bawahan akan melayani pelanggan dengan baik dan membuat pelanggan puas. Seorang pelanggan yang puas akan menjadi loyalis, sehingga akan menghasilkan kinerja yang baik dari perusahaan dalam bentuk laba dan pertumbuhan yang baik dan berkesinambungan.

    • josef josef says:

      Terima kasih Merza, untuk menghubungkan dengan dampak positif pada kepuasan pelanggan yang loyal. Benar demikian, karena dengan pelanggan yg loyal dan puas, diharapkan peeusahaan terus tumbuh sehat.

  2. Mangstab!
    Dalam level tim saya, saya sudah mengalaminya 🙂

  3. Ini yang menginspirasi:

    Siapa yang seharusnya loyal?

    Kalau kita semua percaya bahwa leader seharusnya menjadi teladan, maka dalam kondisi inipun, leader harus mendemonstrasikan kepada bawahannya, bahwa dia loyal kepada mereka. Dengan demikian, diapun boleh mengharapkan sebaliknya: Loyalitas dari anak buahnya.

    Ya, diawali dari keyakinan yang sama, yaitu pemimpin harus mampu menjadi teladan.

    Thank pak Josef inspirasinya.

    Salam, @MasNovanJogja

  4. Siapa yang seharusnya loyal?

    Kalau kita semua percaya bahwa leader seharusnya menjadi teladan, maka dalam kondisi inipun, leader harus mendemonstrasikan kepada bawahannya, bahwa dia loyal kepada mereka. Dengan demikian, diapun boleh mengharapkan sebaliknya: Loyalitas dari anak buahnya.

    Noted pak. Thank for inspirasinya.

    Salam, @MasNovanJogja

    • josef josef says:

      Betul sekali masNovan, harus timbal balik. Kalau leader bekerja dengan hati, keteladanan ini bisa terwujud. Terima kasih atas sharing pendapatnya

  5. Ali Novaldi says:

    As a leader we have to start from ourself than start with others… So we can earn respect and loyalty, not ask for it….

  6. yhogi.gunawan@gmail.com says:

    Pemimpin yang baik & berintegritas adalah yang bisa memberikan pelayanan terbaik untuk semua termasuk bawahan dengan elegan sesuai dengan jabatan/posisinya.

    Saya sepakat, bahwa hal ini akan menginspirasi bawahan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada atasan, rekan kerja, customer, dll.

    • josef josef says:

      Terima kasih Yhogi, bawahan senantiasa melihat ke atas untuk mendapatkan contoh, terutama contoh dari perilaku atasan. Terkadang atasan kurang menyadari ini. Terima kasih telah mengunjungi blog ini.

  7. Efrata Bolung says:

    Ini Artikel yang Luar Biasa Pak,, seandainya artikel ini di baca pemimpin saya sangat cocok sekali pak, di sayangkan seorang pemimpin tidak mempunyai krakter pemimpin yang bijak dan di segani bawahan, Apalagi sampai maki maki bawahan,,, saya minta tanggapan bpk karena ini pengalaman pribadi saya pak,
    Terima kasih Pak Josef

    • josef josef says:

      Terima kasih Efrata, saya tdk tahu karakter atasanmu untuk bisa memberi tanggapan yang pas. Tapi paling tidak, ini menjadi peringatan dini untuk Efrata agar tdk mengulangi hal yang dilakukan atasanmu kepada anak buahmu sendiri, bila sdh punya anak buah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...

Agnes Keraf:
Selamat siang dan terima kasih Besa untuk berbagi berkat yg menginspirasi. Mendengar dgn hati tidak...

josef:
Terima kasih sama-sama Riski, semoga bermanfaat untuk dijadikan pedoman hidup sehari-hari. Salam


Recent Post

  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life
  • Berpikir Positif Percepat Kesembuhan