Mencermati Calon-calon Indonesia Future HR Leaders

Posted on May 21st, 2013

“Change is hard because people overestimate the value of what they have – and underestimate the value of what they may gain by giving that up.” (James Belasco and Ralph Stayer)

DI MASA saya bergabung dengan perusahaan sebagai Management Trainee, adalah tidak sopan kalau berani menanyakan kapan bisa menjadi Senior Manager. Tapi, sekarang ini, karyawan baru bahkan tidak sungkan-sungkan untuk bertanya, “Menurut bapak, diperlukan berapa tahun di perusahaan ini agar saya bisa menggantikan bapak sebagai Direktur?” Pertanyaan ini sah-sah saja, dan mestinya bisa dijelaskan dengan mudah kalau perusahaan sudah punya pola career path.

Generasi Muda sebagai Agen Perubahan

“Tidak ingin berpangku tangan menunggu dan menikmati hasil perubahan. Ingin ikut ambil bagian dari proses perubahan itu sendiri.” Mungkin ini merupakan sedikit gambaran tentang Generasi Muda, Gen Y.

Betapa tidak, mereka ingin cepat meraih sukses pribadi terutama secara finansial. Mereka mencintai tantangan, tapi juga kerja yang bisa memberikan makna dalam kehidupan mereka. Mereka paling tidak suka diperlakukan sebagai anak kemarin, tidak ingin diintimidasi, dan tidak loyal kepada perusahaan. Begitu ada tantangan untuk melakukan perubahan, mereka akan segara menanggapinya, sejauh mereka juga diberikan keleluasaan untuk berkreasi.

Dirangsang untuk Berpikir Jauh ke Depan

Sebuah inisiatif yang sangat positif yang dilakukan oleh Majalah SWA, dengan melibatkan panel yang terdiri dari pakar dan praktisi senior di bidang HC/HR/SDM dengan mengadakan Program “Indonesia Future HR Leader 2013”. Generasi muda praktisi HR ditantang untuk melihat potensi diri masing-masing dan melihat kesempatan yang ada, beranikah mereka menyatakan secara terbuka, bahwa: “Saya adalah calon Pemimpin HR Masa Depan?

Calon-calon yang ingin dijaring adalah mereka yang memiliki keahlian teknis di bidang HC/HR/SDM, dapat menjadi panutan, menjadi agen perubahan, dan juga dapat menjadikan HC/HR/SDM sebagai mitra strategis dalam pengelolaan perusahaan.

Apakah ada yang berani mendaftar ?? Banyak !!

Apakah ada yang berani menyatakan, “Saya adalah calon Pemimpin HR Masa Depan? Ada!! Merekalah yang dijaring di final.

Seharian saya bersama teman-teman Panelis, mencermati presentasi para finalis, hati saya berbunga-bunga. Betapa tidak, dunia bisnis di Indonesia akan mempunyai generasi penerus, pemimpin HR masa depan. Mereka punya percaya diri tinggi, mereka bahkan siap untuk menantang status quo, berani tampil dengan ide-ide gemilang.

Foto berikut adalah teman-teman yang rela meluangkan waktunya sebagai panelis, dalam melirik calon-calon Future HR Leaders.

Lingkungan Berperan Menempah Future HR Leaders

Meneliti profile para peserta, ada yang berasal dari perusahaan internasional dan juga lokal. Ada lokal swasta, ada BUMN. Mereka yang berada di perusahaan internasional berkesempatan untuk mendapatkan berbagai program skala internasional, strategi yang disusun rapi dan siap untuk implementasi di tingkat lokal.

Namun sering kita lupa kalau untuk implementasi juga perlu strategi, terkadang harus melibatkan proses perubahan yang tidak mudah. Dalam konteks ini, peserta yang jeli akan mengedepankan muatan lokal dalam membawa konsep global ke dalam proses implementasi. Sering mereka terjebak dengan mengedepankan strategi yang sangat bagus, yang dibuat oleh kantor pusat. Mungkin ini untuk membuat dewan juri terpukau.

Sesekali saya tercengang kagum, begitu mendengar paparan mereka yang bekerja di perusahaan lokal. Betapa tidak, dengan pengetahuan dan pengalaman yang mereka miliki, mereka berusaha membangun konsep khas lokal, sesuai dengan warna budaya di tempat kerja, dan dalam implementasi pun mencoba pendekatan kekeluargaan. Sungguh mengagumkan karena keberanian mereka untuk tampil dengan ide-ide cemerlang.

Mereka seakan percaya kata-kata bijak:

“If you don’t like something change it, if you can’t change it, change the way you think about it (Mary Engelbreit)

Apa Perlu Tunggu Rambut Uban untuk Jadi Top HR Leader??

Sadar atau tidak, banyak pimpinan HR saat ini, baik di tingkat middle maupun top management, adalah kalangan boomers atau dari Gen X. Banyak peserta yang sudah berani menyebut angka: 5 tahun untuk bisa menempati pimpinan HR, entah diperusahaan sekarang atau perusahaan lain yang sesuai.

Bahkan di antara mereka, ada yang tahu dan sadar sepenuhnya kalau praktek sejauh ini ada pimpinan HR dropan, atau yang dianggap mampu kalau sudah berambut uban. Katanya lebih bijak!!

Sudah saatnya untuk meremajakan rata-rata usia pimpinan HR di berbagai perusahaan. Semoga semangat peserta ini akan turut memberi warna baru dalam dinamika succession plan untuk pimpinan HR. Dan saya pribadi sangat yakin di antara mereka ada yang bisa meraihnya dalam kurun waktu yang mereka sendiri sebutkan. Siapakah mereka itu, ikuti beritanya melalui majalah SWA.

I can’t change the direction of the wind, but I can adjust my sails to always reach my destination – Jimmy Dean

Bookmark and Share

18 Responses to Mencermati Calon-calon Indonesia Future HR Leaders

  1. Tulisan yang bagus Pak. Rata2 umur berapa yang mendaftar menjadi HR Leader untuk masa depan?

    • josef josef says:

      Terima kasih Bagus, sisi lain dari peserta akan di laporkan majalah SWA, ngga ingin mendahului. Terima kasih telah mengunjungi blog dan menyimak kisah ini

  2. Julietty Purwanto says:

    Pak Josef, sangat setuju dengan tulisan Bapak. Yang membuat hati saya juga berbunga-bunga adalah mengetahui ternyata calon-calon HR Leader ada dimana-mana. Sudah tidak lagi didominasi oleh perusahaan2 multi nasional, tetapi juga ada di perusahaan2 lokal dan BUMN. Sungguh hal yang menggembirakan dan mereka-mereka inilah yang harus terus di dorong, dibina dan diberdayakan. Bravo dan maju terus HR Professionals di Indonesia.

    • josef josef says:

      Terima kasih bu Etty, calon2 HR leaders memang mengagumkan, percaya dirinya tinggi, keinginan belajar bagus. Semoga lebih banyak lagi tampil tahun depan

  3. Hadrian says:

    Pak Josef
    menarik sekali Pak Josef tulisan ini, mungkin perlu digetok-tularkan untuk menjaring leader masa depan di bidang pekerjaan yang lain. Sebagai contoh saya di consumer insight – bidang nya cukup specific – menjaring talent cukup sulit, baik dilevel junior maupun yang lebih berpengalaman, apalagi untuk menjaring future leader. Mungkin ada wejangannya Pak? Terima kasih

    • josef josef says:

      Terima kasih Hadrian. Saya setuju. Setahu saya SWA mengadakan program serupa untuk talent lain seperti Marketing, tapi belum sampai ke tingkat spesifik seperti consumer Insight. Tapi saya akan sampaikan idemu.

  4. Dwi Aryssandhy says:

    Menarik pak istilah HR Dropan 🙂 karena masih seringnya hal tersebut terjadi dan bukan hanya di HR saja

  5. Anastasia Yoanita says:

    Sangat menarik sharingnya pak..
    Senang pastinya bisa selalu berbagi 🙂

    Ditunggu cerita yang lainnya ya.. (^_*)

  6. Anastasia Yoanita says:

    Nice sharing:)

  7. Anastasia Yoanita says:

    Nice sharing 🙂
    Menurut bapak, bagaimana potensi anak-anak muda jaman sekarang untuk menjadi seorang pemimpin?

    • josef josef says:

      Terima kasih Yoanita. Saya sangat yakin akan potensi anak2 muda jaman sekarang. Begitu mereka mendapatkan kesempatan, mereka akan tumbuh cepat. Tapi uniknya, mereka tidak akan menunggu kesempatan itu datang. Mereka menjemput bola, proaktif !

  8. devi says:

    Saya percaya jika dalam suatu organisasi memiliki system fast track yang bisa memacu kemampuan generasi muda untuk mempercepat potensi yang dimilikinya untuk menunjukkan kemampuan dalam memimpin. Yang perlu juga disisipkan dalam program percepatan generasi muda ini dalam perjalanan karirnya adalah “behavior” agar mental dan prilaku mereka pada saat menduduki posisi leader akan menjadi pemimpin yang bisa menjadi teladan, karena jika kita lihat sekarang dinegara kita banyak potensi muda yang hebat tetapi tidak diiringi dengan prilaku yang positif. Terima kasih atas tulisan bapak Selasa minggu ini, luar biasa!

    • josef josef says:

      Terima kasih Devi, saya setuju bahwa pengembangan atau persiapan para leader harus mencakup hard dan soft skill. Tapi yang paling penting adalah persiapan itu bukan overnight. Perjalanan karier yang bersangkutan seharusnya menjadi ajang belajar, termasuk belajar untuk softer elements.

  9. Dimas Arief says:

    Salam Sukses Mulia Pak Josef

    Tidak pernah cukup dan haus rasanya selalu membaca inspiring story dari Pak Josef.luar biasa…

    Dan apa yang pak josef share itu seperti membuatsaya bercermin mengenai destinasi saya sebagai Y HR practioner. Dan saya harus berterimakasih mengenai insight2 bapak dan mentoring mengenai program yang dapat diterapkan dan disesuaikan dengan warna khas corporate dan kulture di company saya beraktualisasi diri sekarang.

    Thanks pak josef ,ur a good mentor.

    Best regards
    Dimas
    HC/IR&ER GarudaFood

    • josef josef says:

      Terima kasih Dimas, kejadian2 disekitar kita setiap hari seharusnya bisa menjadi bahan pembelajaran kita, atau kita share menjadi pempelajaran orang lainnya. Semoga tulisan2 di blog ini terus menginspirasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...

Agnes Keraf:
Selamat siang dan terima kasih Besa untuk berbagi berkat yg menginspirasi. Mendengar dgn hati tidak...

josef:
Terima kasih sama-sama Riski, semoga bermanfaat untuk dijadikan pedoman hidup sehari-hari. Salam


Recent Post

  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life
  • Berpikir Positif Percepat Kesembuhan