Testimoni yang Menggugah

Posted on November 1st, 2013

“Be still when you have nothing to say; when genuine passion moves you, say what you’ve got to say, and say it hot”. (D.H. Lawrence)

SEANDAINYA hanya satu saja usul yang disampaikan: carilah calon mahasiswa yang punya PASSION di Pertanian, didik mereka untuk menekuni bidang yang diminati; jalin hubungan dengan industry untuk melakukan alignment standar mutu dan tempat praktek; perkenalkan mahasiswanya untuk berbagai peluang berkarya di lapangan, sehingga ketika mereka lulus, mereka akan terjun dan berkarya di bidang Pertanian sesuai passion mereka.

Ini merupakan pengantar dari paparan saya di Institut Pertanian Bogor, dalam Lokakarya Nasional Program Vokasi, di IPB International Convention Center, Bogor, Senin 28 Oktober 2013.

Perguruan Tinggi Mulai Berbenah

Sebuah surat saya terima dari IPB. Dalam pengantarnya disampaikan: UU No. 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi menyebutkan terdapat dua jenis Pendidikan Tinggi: Pendidikan Akademik yang outputnya adalah pengembangan cabang IPTEK dan Pendidikan Vokasi yang diarahkan untuk penerapan IPTEK.

Di samping itu dengan implementasi AFTA 2014 dan AEC 2015, maka Pendidikan Tinggi perlu lebih serius mempersiapkan tenaga kerja yang mempunyai daya saing tinggi. Untuk keperluan itu, saya diundang untuk berbagi di Lokakarya Nasional Program Vokasi, di IPB International Convention Center, Bogor, Senin 28 Oktober 2013. Penyelenggara mengharapkan input dari berbagai industri untuk membantu mereka mempersiapkan kurikulum yang tepat.

Proaktif dan Tidak Menunggu

Kebutuhan akan kemampuan vokasi sudah lama dirindukan Industri. Kebutuhan itu dirasakan oleh industri, tapi tidak sepenuhnya didapat dari lulusan yang ada selama ini. Industri pun tidak tinggal diam. Berbagai program didesain untuk menutupi kebutuhan tersebut. Dan Perusahaan kami juga melangkah lebih awal untuk menjemput bola, sekaligus untuk membantu mempersiapkan lulusan sejak dini.

Beberapa program diantaranya, adalah:

Program Riset Nugraha: memberikan bantuan bimbingan dan dana penelitian dalam rangka mendorong lahirnya riset-riset unggulan dalam rangka penganeka-ragaman dan peningkatan ketahanan pangan nasional. Ini untuk S1-S3. Melalui program ini, akademisi akan bisa melihat alignment antara ilmu yang dimiliki serta situasi riil di industry, serta kebutuhan masyarakat secara umum. Professor dari beberapa perguruan tinggi dilibatkan sebagai pembimbing.

BISMA (Beasiswa Indofood Sukses Makmur): Unik dari program BISMA, mahasiswa yang dijaring dari beberapa perguruan tinggi, yang sudah berada di semester 3, mereka juga dikumpulkan secara bersama-sama dalam dua program berbeda. Program pertama di pusat latihan Perusahaan selama seminggu, untuk Leadership Program, membangun self motivation, memahami Industrial Culture and Work Ethics, dan juga CSR. Sesudah itu mereka akan kembali ke kampus masing-masing. Dan beberapa bulan kemudian mereka dikumpulkan di Kamp Militer di Magelang untuk program “Membangun Karakter Sejak Dini.”

Kami memberikan juga contoh Program Kedelai Hitam di mana saya sendiri juga terlibat dalam program memberdayakan masyarakat di perusahaan sebelumnya, untuk di bawah bimbingan Perguruan Tinggi tenaga-tenaga lapangan dididik dan dibina langsung di lapangan dalam proses pembenihan, penanaman, pemeliharaan dan panen Kedelai Hitam. Mereka-mereka ini adalah tenaga yang mempunyai passion di bidang pertanian, dan ingin mengembangkan tanaman untuk makanan yang sangat dekat di hati rakyat: Kedelai Hitam untuk Kecap.

Passion di Bidang Pertanian

Berapa banyak lulusan yang punya passion di bidang pertanian?? Masyarakat punya jawabannya. Bahkan sering kita dengarkan candaan tentang kepanjangan dari IPB, yang seharusnya Institut Pertanian Bogor. Institute ini seharusnya menjadi pelopor dalam mempersiapkan mahasiswa untuk berkarya di bidang pertanian. Namun kita tahu sendiri, di mana mereka saat ini bekerja.

Karena itu, saran kami, kalau kita mau membangun komunitas yang punya passion di pertanian, kita harus mulai dari menjaring mahasiswa yang punya passion, mereka dididik dalam lingkungan yang justru memupuk passion mereka di bidang pertanian, dan melalui kerjasama yang baik dengan Industri, kiranya mereka bisa melihat tersedianya lahan untuk para lulusan berkarya sesuai passion-nya: Pertanian.

Bersamaan dengan ini, elemen soft skill lainnya seperti: kemampuan adaptasi, interpersonal skill, dan lain-lain juga merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Sulitkah melakukan ini, terutama dalam menempa mahasiswa di bidang soft skill??

Kesaksian yang Menyentuh

Evi H. Saragih, salah seorang peserta Indofood Leadership Champ, menemukan titik balik dalam kehidupannya. Atas izin Evi, tiga slide berikut ini saya jadikan bagian dari presentasi saya di IPB, dan sekarang saya bagi untuk pembaca semuanya.

Sudah berapa kali kita mendengarkan dan/atau mengucapkan Sumpah Pemuda? Ini merupakan komitmen yang sangat powerful oleh pendahulu kita, dan sekarang kita menikmatinya. Sudah berapa sering kita mengeluh tentang berbagai kenyataan yang tidak menyenangkan di Bumi Pertiwi ini?? Tidak terhitung!! Dan tentu saja lebih relevan untuk bertanya: “Apa yang sudah kita lakukan untuk turut membawa bangsa dan Negara ini ke tingkat yang lebih baik??”

Semoga kesaksian singkat dari Evi Saragih, bisa memberikan kita inspirasi untuk turut menyadari dan mengambil langkah, karena: Negara dan Bangsa menanti Darma Bakti Kita semua. Terima kasih Evi!!

“The biggest mistake that you can make is to believe that you are working for somebody else…The driving force of a career must come from the individual. Remember: Jobs are owned by the company, you own your career!” (Earl Nightingale)

Catatan: Berhubung pada hari Selasa, 5 November 2013 jatuh pada hari libur nasional, maka tidak ada postingan baru di blog ini. Artikel berikutnya akan hadir pada hari Jum’at, 8 November 2013.

Bookmark and Share

2 Responses to Testimoni yang Menggugah

  1. arsana wiyasa says:

    Saya seorang dokter spesialis kandungan bertugas di RS Saiful Anwar/ FK UB Malang Pak Yosef,saya pengagum tulisan bapak,salam hormat dan kenal saya dulu tugas di TTS NTT jaman pak Pitalo sbg bupati saya pernah bertugas di tanah kelahiran bapak di lembata NTT dlm rangka membantu pemerintah menurunkan angka kematian ibu, semboyan bapak di blog sangat sehati dg saya smg saya bisa berjumpa dg bapak, trimakasi salam hormat

    • josef josef says:

      Terima kasih, dan salam kenal juga. Suatu waktu kalau saya ke Malang, ada sahabat yang bisa disapa disana. Biasanya Universe akan terus membantu membuat berbagai koneksi sehingga mereka yang sehati akan berhubungan satu sama lain, dengan cara yang terkadang tidak kita pahami. Terima kasih untuk terus mengunjungi blog dan menyimak berbagai kisah disini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...

Agnes Keraf:
Selamat siang dan terima kasih Besa untuk berbagi berkat yg menginspirasi. Mendengar dgn hati tidak...

josef:
Terima kasih sama-sama Riski, semoga bermanfaat untuk dijadikan pedoman hidup sehari-hari. Salam


Recent Post

  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life
  • Berpikir Positif Percepat Kesembuhan