Berubah Lebih Baik

Posted on October 21st, 2016

“Change is only another word for growth, another synonym for learning.” (Charles Handy)

PERINGATAN di dekat kran wastafel hotel di Indonesia atau beberapa negara Asia: “Air ini tidak dapat diminum.” Ini merupakan bagian dari edukasi untuk selalu minum air bersih, entah yang sudah dimasak atau dalam botol.

Saat masa kecil saya dan teman-teman di desa selalu minum air yang baru diambil dari sumur. Ketika bertemu orang sekampung di jalan, yang lagi bawa air dari sumur, kita bisa minta dan mereka akan mengizinkan untuk meminum air langsung dari bambu atau tempayan yang mereka bawa.

Edukasi yang diberikan kepada anak-anak, terutama di sekolah, Posyandu, Puskesmas atau forum lainnya dalam rangka “Perilaku Hidup Bersih dan Sehat,” nampaknya berhasil.

Dampak yang Tidak Terduga

Ketika gempa besar menimpa Sumatra beberapa tahun lalu, ada donor dari luar negeri yang menyediakan air bersih dalam kantong raksasa seperti kasur karet. Dan air itu layak untuk langsung diminum. Masyarakat yang diminta untuk mengambil air tersebut secara cuma-cuma, tidak berani minum secara langsung, dan harus memasaknya terlebih dahulu. Di kepala mereka sudah tertanam edukasi bahwa air yang sehat harus dimasak terlebih dahulu.

Pada kesempatan lain, saya menghadiri acara makan malam di rumah boss di Naarden, Belanda, saya minta air minum. Teman, karyawan setempat, langsung menunjuk keran. Hah? Dan saya tidak jadi minum. Karena saya belum sepenuhnya bisa percaya bahwa air keran bisa diminum langsung.

Mengubah Pola Pikir

Sekarang di beberapa belahan bumi, air yang keluar dari kran, entah di rumah atau di hotel, bisa langsung diminum. Bahkan di beberapa bandara disiapkan air minum gratis melalui kran. Apakah orang langsung minum? Saya yakin masih banyak yang memilih air botol yang banyak dijual di bandara.

Dalam perjalanan ke Southampton baru-baru ini, kami membaca info di hotel bahwa air krannya layak diminum. Tapi di dekat reception hotel, dijual air minum dalam botol. Mengapa? Karena banyak tamu yang masih meminta untuk membeli air minum botol, dan tidak menggunakan air kran untuk air minum. Bahkan sungai bening yang membelah kota Winchester sekalipun tidak cukup untuk meyakinkan bahwa air dari kran itu memang bisa langsung diminum sesuai informasi tersebut.

berubah-lebih-baik

Menjadi Lebih Baik Pun Sulit

Cerita di atas adalah cerita keseharian. Berubah menjadi lebih baik pun ternyata tidak mudah. Diperlukan edukasi yang tepat. Cerita sederhana tentang air minum tersebut mewakili berbagai langkah untuk berubah menjadi lebih baik. Ini menyangkut mengubah kebiasaan, mengubah paham yang sudah ditanam sejak lama, yang diyakini sebagai sesuatu yang baik.

Berubah dari kebiasaan baik (meminum air yang harus dimasak terlebih dahulu) menjadi lebih baik (minum air dari kran berkat dukungan teknologi modern), juga perlu edukasi. Waktu yang diperlukan pun bisa panjang. Teknologi yang telah hadir dan membuktikan bahwa kerja kita akan lebih maksimal bila menggunakannya, ternyata tidak serta merta membuat semua orang menerima dan menggunakannya.

Mata menyaksikan dampak positifnya, tapi kepala belum bisa menerima, terutama karena tidak ada yang salah dari meminum air di di botol, kecuali harus bayar lebih mahal.

“Consider how hard it is to change yourself and you’ll understand what little chance you have in trying to change others.” (Jacob Braude)

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih Lukas, bergerak ke segala arah dan disetiap momen. Tak henti menularkan kebaikan, termasuk...

Lukas:
Selalu terinspirasi. Integritas tidak sekedar slogan tetapi menjadi Movement. Bergerak dari dari atas...

josef:
Langka awal adalah menyadari, lalu mencermati saya bisa apa dan apa yang perlu saya lakukan untuk bisa mulai...

josef:
Betul Icha: Respek dan Trust harus dibangun secara tulus. Dengan demikian kita bisa berkolaborasi dengan satu...

josef:
Terima kasih Icha untuk highlightnya. Sering kita lupa, kalau di keluarga hadir berbagai generasi yang juga...


Recent Post

  • Berdampak dan Menciptakan Perubahan
  • Upward Bullying Terhadap Toxic Leader
  • Menemukan WHY dari Laut Lamalera: Belajar dari LAMAURI
  • Bijak Memimpin Lintas Generasi
  • Saat Integritas Menjadi Gerakan
  • Wujud Nyata Leader as BRIDGER
  • Ketika Jabatan Berakhir – MAKNA Berlanjut
  • PEACE HR: Menjaga Human Touch di Era AI
  • Di Bawah ATAP Itu Kita Belajar dan Bertumbuh
  • Lukisan Legacy Sarat Makna