Indahnya Berbagi: Sebetulnya Apa yang Dibagi?

Posted on July 23rd, 2013

Thousands of candles can be lighted from a single candle, and the life of the candle will not be shortened. Happiness never decreases by being shared. (Buddha)

UNGKAPAN ini memang terasa menyejukkan: “Indahnya Berbagi.” Terutama dalam moment seperti sekarang, puasa jelang Lebaran. Di mana-mana ungkapan itu hadir di berbagai acara ataupun nampak di berbagai banner dan poster. Ini untuk terus mengingatkan kita semua.

Tapi, apakah hanya dalam periode ini saja kita berbagi?? Tentu saja tidak. Berbagai pesan itu terus dikumandangkan agar “berbagi” terus menjadi bagian dari kehidupan kita. Dan saat-saat seperti ini kita akan melakukan refleksi. Dan saya sendiri juga bertanya pada diri sendiri, berbagi apa sebenarnya yang kami lakukan malam itu??

Waktu dan Perhatian

Secara kasat mata, ada tim dari perusahaan termasuk direksi, ada rekan-rekan media yang meluangkan waktu eksklusif lebih dari 3 jam untuk bersama anak-anak dari Kemayoran yang perlu mendapat perhatian sore dan malam hari itu. Dan sungguh, perhatian kami hanya fokus untuk membuat sekitar 30 anak itu gembira, berada di lingkungan berbeda, yang namanya Lifestyle X’nter.

Kalau kita membayangkan mereka yang hadir malam itu, kita juga membayangkan tidak mudahnya alokasi waktu mereka, bahkan untuk berbagai kegiatan bisnis. Tapi sore dan malam itu, lebih dari 3 jam mereka hadir, membagi waktu, membagi perhatian, hadir secara fisik dan juga seluruh hatinya.

“Love only grows by sharing. You can only have more for yourself by giving it away to others.” (Brian Tracy)

Kebersamaan sebagai Sesama Manusia

Tentu saja ada ritual yang sama di mana-mana. Tapi ritual yang sama itu pun bisa dibungkus secara menarik. Jelang berbuka, bukan ustad, tapi dua diantara anak-anak kecil itu (pria dan wanita) tampil di atas panggung membawakan KULTUM. Lancar, tidak menggurui, menawan, dan menggugah kita semua untuk terus bersyukur.

Dan begitu tanda berbuka dikumandangkan, juga oleh anak kecil, semua yang hadir berbaur, rekan media, anak-anak, karyawan dan direksi perusahaan, antri untuk menikmati hidangan yang tersedia. Tidak ada hirarki, tidak ada tinggi rendanya atribut masyarakat, tidak ada perbedaan karena status sosial atau ekonomi. Semua yang sedang antri adalah sesama manusia yang sedang mensyukuri nikmat yang disediakan sore/malam itu.

“The secret to happiness is the act of making other people happy.” (Unknown)

Di Mana Letak Berbagi?

Di tengah suasana menikmati santap malam, seru terdengar senda gurau, tertawa riang, baik anak-anak ataupun rekan media dan karyawan kami. Kegembiraan yang meliputi ruangan itu, tanpa kita sadari telah menyebarkan energy positif. Senyum semua yang hadir, tidak hanya sepihak, tapi saling memperlihatkan wajah cerah ceria.

Puncaknya, ketika Septantia, sang conductor dari Saung Mang Ujo meminta timnya membagikan angklung untuk dimainkan bersama. Suasana tambah ramai, ada derai tertawa mendengar teman yang salah memainkan angklung, ada perasaan puas sambil tersenyum ketika Septantia memuji cepatnya kita semua menangkap instruksi bagaimana bermain.

Ketika suara angklung gabungan mulai mengalunkan lagu sesuai petunjuk Septantia, kami semua mulai menyadari, bahwa kami semua paham bahasa universal tersebut yang disebut musik. Dan kegembiraan dari permainan angklung tersebut secara bersama-sama, juga membuka mata hati kami semua, bahwa  yang hadir adalah manusia ciptaan Tuhan, yang sedang saling berbagi kegembiraan dan kebahagiaan. Kebersamaan tanpa mengedepankan atribut, status, kepangkatan atau hirarki sungguh terasa damai.

Hingga saatnya kami harus berpisah, langkah kami semua kembali ke rumah terasa ringan, suasana jiwa lebih tenang, sambil mensyukuri karena ada kesempatan untuk saling berbagi kebahagiaan. Mungkin, itu adalah makna dari ungkapan sederhana: “Indahnya Berbagi.

The best way to multiply your happiness is to share it with others (Unknown)

Bookmark and Share

4 Responses to Indahnya Berbagi: Sebetulnya Apa yang Dibagi?

  1. devi says:

    Judul Indahnya Berbagi yg bpk angkat kali ini merupakan kata kata dan situasi yg mudah kita jumpai saat ini pd saat bulan Ramadhan, namun moment “indahnya berbagi” betul kata bpk bahwa sebenarnya diluar Ramadhan kita jg sering berbagi, yg kita bagikan apa saja yg ada pd diri kita yg mau kita berikan kepada pihak lain yg membutuhkan. Berbagi itu akan benar benar menjadi indah jikalau diiringi dg niat yg tulus tanpa maksud utk menyebut nyebut apa yg sdh kita bagi. Demikian pak Joseph pemikiran saya atas Judul yg bpk angkat kali ini. Sekali lagi terima kasih atas blog yg selalu ada saja cerita baru utk kami komentari. . .

    • josef josef says:

      Terima kasih Devi, untuk komentar tambahan guna menegaskan makna dibalik tulisan ini. Semoga butir2 tulisan ini akan terus mengingatkan kita unuk berbuat baik. Terima kasih Devi untuk terus mengunjungi blog dan menyimak tulisan2 disini.

  2. danu aryanto says:

    Luar biasa pak jos

    • josef josef says:

      Terima kasih Danu, terutama untuk waktunya mengunjungi blog dan menyimak kisah ini. Di dalam blog ini ada sekitar 178 artikel tentang kehidupan, dan akan terus bertambah setiap Selasa dan Jumat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Most welcome coach Wiwin, Be ready for our next exciting project. Thank you for your meaningful contribution.

Herry Windawaty:
Always Inpiring Coach JB. Thank you for the opportunity for us to contribute

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...


Recent Post

  • Coaching and Inner Guidance
  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life