Komitmen Hidup Positif

Posted on December 6th, 2016

“At any given moment you have the power to say: This is not how the story is going to end.” (Christine Mason Miller)

DUA SESI BERBEDA, di mana saya mendapatkan pertanyaan yang sama: sesi Certified Human Resources Professional batch 36 dan Induction Program di perusahaan. Pertanyaannya adalah: “Saya berniat untuk terus membawa mindset positif, dan berperilaku positif, tapi bagaimana kalau lingkungan saya serba negatif?”

Pertanyaan yang sederhana, yang bisa muncul di benak semua kita ketika sedang belajar, sementara itu kita membayangkan lingkungan di mana kita akan berada cukup menantang untuk implementasi. Marilah kita mulai dengan menjauhkan penilaian seakan-akan kita sendiri yang positif sedangkan yang lain itu negatif.

Be Yourself

Saya selalu menyodorkan pesan ini sebagai langkah awal: Be Yourself, jadilah dirimu sendiri. Kita semua bisa sukses bila sanggup menggali potensi yang ada dalam diri kita masing-masing untuk ditumbuh-kembangkan. Kita bisa saja mencermati tokoh-tokoh idola kita, untuk belajar.

Tapi jangan lupa pula belajar setiap hari dari sekitar kita, dari atasan, bawahan, rekan kerja, keluarga ataupun situasi yang terjadi di sekitar kita. Terkadang solusi yang sedang kita cari ada di depan mata kita. Termasuk solusi untuk senantiasa berperilaku positif.

“You can’t control the outer circumstances of your life but you can control how you react to them. That makes you dominant over circumstances.” (Anonymous)

Seringkali cara kita memandang orang lain atau lingkungan di sekitar kita yang justru memberi warna pada pandangan kita pada mereka. Karena itu pandangan itu akan bisa berubah, hanya dengan mengubah sudut pandang.

“When you change the way you look at things, the things you look at change.” (Max Planck)

Semua ini penting untuk dikedepankan di sini karena, perilaku kita merupakan ekspresi dari tata nilai yang kita anut, seperti petikan berikut ini:

“Your attitude is an expression of your values, beliefs and expectations.” (Brian Tracy)

Foto kiriman seorang sahabat @bungimad.

komitmen-hidup-positif

Siap Menghadapi Ragam Situasi

Situasi di depan kita itu ibarat cuaca, kita bisa saja membuat prakiraan, tapi kenyataannya bisa berbeda. Karena itu komitmen untuk senantiasa dalam koridor perilaku positif sesuai nilai yang kita punyai, akan mempertebal dinding pengaman kita di koridor itu. Petikan berikut ini pas sekali untuk menjelaskan:

“Wherever you go, no matter what the weather, always bring your own sunshine.” (Anthony J. D’Angelo)

Namun sebagai manusia biasa, kita bisa saja tergelincir atau bahkan jatuh. Kalau itu sudah terjadi, sekarang bangkitlah, jadikan itu pembelajaran dan terus melangkah. Tips sederhana berikut bisa memberikan kita konfiden dalam melangkah kedepan:

“It does not matter how many times you get knocked down, but how many times you get up.” (Vince Lombardi)

Belajar dari Socrates

Ambil contoh sederhana, kita sedang berkumpul asyik dengan teman-teman, dan perlahan tapi pasti obrolannya sudah mulai mengarah pada cerita gosip. Apa tanggapan kita dalam situasi seperti itu? Simak cerita tentang Socrates, Filsuf Yunani yang terkenal memiliki pengetahuan yang tinggi dan sangat terhormat dan bijaksana.

Suatu hari seorang kenalannya bertemu dengan filsuf besar itu dan berkata,

“Tahukah Anda apa yang saya dengar tentang teman Anda?”

“Tunggu sebentar,” jawab Socrates, sambil meneruskan, “Sebelum Anda menceritakan apapun pada saya, saya akan memberikan suatu test sederhana. Ini disebut Triple Filter Test.”

“Triple filter Test?”

“Benar,” kata Socrates.

“Sebelum kita bicara tentang teman saya, kita perlu menyaring apa yang akan Anda katakan. Itulah sebabnya saya menyebutnya triple filter test.”

Filter pertama adalah: KEBENARAN.

“Apakah Anda yakin sepenuhnya bahwa yang akan Anda katakan pada saya BENAR?”

“Tidak,” jawab orang itu, “Sebetulnya saya hanya mendengar tentang itu.”

“Baik,” kata Socrates. “Jadi Anda tidak yakin bila itu benar. Sekarang saya berikan filter yang kedua,”

Filter kedua: KEBAIKAN.

Apakah yang akan Anda katakan tentang teman saya itu sesuatu yang BAIK?”

“Tidak, malah sebaliknya.. .”

“Jadi,” Socrates melanjutkan, “Anda akan berbicara tentang sesuatu yang buruk tentang dia, tetapi Anda tidak yakin apakah itu benar. Anda masih memiliki satu kesempatan lagi karena masih ada satu filter lagi,”

Filter ketiga:  MANFAAT.

Apakah yang akan Anda katakan tentang teman saya itu bermanfaat bagiku?”

“Tidak, sama sekali tidak.”

“Jadi,” Socrates menyimpulkannya, “Bila Anda ingin mengatakan sesuatu yang belum tentu benar, buruk dan bahkan tidak bermanfaat, mengapa Anda harus mengatakannya kepada saya?” (Sumber: Google Search)

Situasi Tersulit

Tidak sedikit pembelaan kawan yang mengatakan bahwa dia terjebak dalam situasi yang tidak bisa dihindari, merasa terpojok atau kepepet sehingga niat untuk berperilaku positif itu terabaikan.

“Siapa yang tidak panas, ketika dipermalukan didepan umum seperti itu, jadilah saya menyemprot dia dengan kata-kata kasar,” demikian contoh alasan seorang teman.

Seberapa pun besarnya tekad kita untuk senantiasa perperilaku positif, kita bisa saja tergoda atau tanpa sadar terbenam dalam situasi seperti itu.

Apakah dalam situasi seperti di atas, pilihannya hanya mengeluarkan kata-kata kasar? Nasehat berikut mungkin perlu dicerna:

“Don’t let what you cannot do interfere with what you can do.” (John Wooden)

Bahkan dalam situasi yang paling kepepet pun, kita masih punya kebebasan memilih seperti saran berikut ini:

“Everything can be taken from a man but one thing: the last of the human freedoms—to choose one’s attitude in any given set of circumstances, to choose one’s own way.” (Viktor E. Frankl, Man’s Search for Meaning)

Ketika merasa terpojok, seakan tidak ada yang berpihak pada kita, dan langkah yang dicoba pun belum menemukan hasilnya, ingat kata-kata berikut ini, sekaligus menjadi penutup tulisan ini.

“When everything seems to be going against you, remember that the airplane takes off against the wind, not with it.” (Henry Ford)

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...

Agnes Keraf:
Selamat siang dan terima kasih Besa untuk berbagi berkat yg menginspirasi. Mendengar dgn hati tidak...

josef:
Terima kasih sama-sama Riski, semoga bermanfaat untuk dijadikan pedoman hidup sehari-hari. Salam


Recent Post

  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life
  • Berpikir Positif Percepat Kesembuhan