Sensasi Pulau Padar

Posted on September 13th, 2022

“As you grow older, you learn a few things. One of them is to actually take the time you’ve allotted for vacation.” (John Battelle)

MATAHARI hamper lenyap di balik bukit. Masih banyak kapal yang berlabu sekitar kita. Ternyata pada menunggu keluarnya kelelawar dari pohon bakau yang berjajar di sepanjang pantai. Inipun bisa menjadi atraksi yang menarik. Namun entah apa yang terjadi, tidak banyak yang Nampak sore itu. Foto berikut lebih untuk memperlihatkan banyaknya kapal yang membawa wisatawan untuk tujuan yang sama.

Siap Bersahabat dengan Ombak

Malam hari, kapal akan berlabu  di pantai yang tenang, agar kita bisa istirahat. Sekitar jam 02:00, phinis mulai berlayar, dan kali ini harus menghadapi ombak yang cukup besar. Tujuan pulau Padar akan melewati laut yang menghadap laut lepas. Bagi yang belum terbiasa dengan ombak seperti itu, perlu siap-siap dengan obat anti mabuk. Jelang jam 05:00 kami perlu mengganjal perut dengan roti dan kopi atau teh  panas, sebelum skoci membawa kami ke pantai, siap untuk menapaki 860an anak tangga di pulau Padar.

Menuju Titik Kepastian

Ada beberapa tahapan dalam pendakian, memberikan kesempatan untuk bisa mengatur napas. Kami tiba di perempatan pertama, yang kami namai titik penjajagan. Nama ini  kami sendiri yang berikan, karena ini merupakan penjajagan, seberapa mungkin kami bisa melanjutkan pendakian. Di belakang kami masih nampak banyaknya kapal yang membawa wisatawan ke Pulau Padar.

Tekad kami sederhana, mendaki dengan santai, sejauh mungkin kami bisa. Teman-teman sudah meninggalkan kami menuju perhentian kedua, yang kami namai titik kepastian, karena ada kepastian bahwa kami bisa menyaksikan matahari terbit dari titik ini. Teman-teman yang mendahului kamipun ternyata masih disana menunggu momen untuk berfoto. Dan kamipun tidak kehilangan momen keren tersebut.

Agak lama kami berada disini karena banyak orang yang memang ingin merekam momen bagus ini, dan ada spot yang harus gantian.

Memukau dari Titik Pengakuan

Kamipun beranjak lagi, menapaki tangga-tangga berikutnya, pelan dan santai tapi pasti. Tak ada yang diburuh. Sesekali kami berhenti untuk mengagumi keindahan alam pagi itu. Di kiri dan kanan serta dibelakang kami, alam Labuan Bajo menampakkan kecantikannya, serta terus menggoda untuk merekamnya.

Dari titik tertinggi yang kami capai, kami bisa merekam tiga pantai yang berbeda, pantai dengan pasir hitam, pantai dengan pasir putih, serta pantai dengan pasir pink. Sebuah pemandangan yang sangat sensasional, mengundang decak kagum.

 

Dan dari ketinggian pulau Padar, kami hanya bisa berdiam sejenak mensyukuri karunia Indonesia Indah, Labuan Bajo yang menarik bagi  wisatawan lokal maupun manca negara. Dan tentu saja bersyukur bahwa di usiaku 69 tahun dan istriku Lena 66 tahun, kami diberi kesehatan untuk bisa menikmati semua ini.

“Happy moments, PRAISE God. Difficult moments, SEEK God. Quiet moments, WORSHIP God. Painful moments, TRUST God. Every moment, THANK God.” (Rick Warren)

Rangkaian kisah Wisata Labuan Bajo:

  1. Labuan Bajo Ratusan Pulau: https://www.josefbataona.com/life-wisdom/labuan-bajo-ratusan-pulau/
  2. Gembira Menyaksikan Senyum Mereka, https://www.josefbataona.com/life-wisdom/gembira-menyaksikan-senyum-mereka/
  3. Phinisi Terus Berjaya, https://www.josefbataona.com/life-wisdom/phinisi-terus-berjaya/
  4. Sensasi Pulau Padar, https://www.josefbataona.com/life-wisdom/sensasi-pulau-padar/
  5. Komodo Terus Memukau

Bookmark and Share

2 Responses to Sensasi Pulau Padar

  1. Helda Tan says:

    Thanks sdh membagikan sepenggal cerita petualangan di Labuan Bajo Pak…Sebenarnya tahun ini kami mau ke sana, tapi waktunya tidak pas. Hopefully tahun depan kami juga bisa berfoto-foto di pulau Padar…

    • josef josef says:

      Terima kasih sama2 coach Helda. Ikuti semua ceritanya secara utuh, total ada 7 artikel. Semoga ini bisa melengkapi rencana liburanmu nanti. Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Semangat pagi Santi, terima kasih untuk terus menyimak tulisan di blog ini. Semoga bermanfaat, terutama dalam...

Santi Sumiyati:
Selamat pagi Pak Josef. Membaca tulisan Bapak seperti “me-recharge daya” pikiran dan...

josef:
Terima kasih Reinaldo. Saran sederhana sudah dicantumkan dalam komenmu: leader yang mau paham situasi, minta...

Vicario Reinaldo:
Terima kasih untuk sharingnya Pak Josef. Resonate sekali dengan saya yang sering membantu para...

josef:
Terima kasih catatannya mas Anton, setuju harus pandai membawa diri, dalam membangun trust dan respect dari...


Recent Post

  • Mindset Sehat Penuh Syukur
  • Memasuki Lingkungan Baru
  • Menyikapi Teknologi Secara Bijak
  • Sejuta Senyum PEACE HR Society
  • Saling Menyemangati
  • Generosity of Spirit
  • Ciptakan Pengalaman Bermakna
  • Apa Yang Engkau Cari?
  • Asyiknya Belajar Bersama
  • Komitmen Perusahaan akan Peran Ibu