Surat untuk Anak-anak di Halmahera

Posted on May 24th, 2013

DI HALAMAN PERTAMA website www.indonesiamengajar.org terpampang tulisan besar: “Berhenti mengecam. Nyalakan lilin.” Selanjutnya tertera: “Ini negeri besar dan akan lebih besar. Sekedar mengeluh dan mengecam kegelapan tidak akan mengubah apapun, Nyalakan lilin, lakukan sesuatu.”

Ribuan anak muda mendaftar untuk berpartisipasi dalam program ini.

Suatu saat ada pesan twit dari @Vikariandini:

“Pak @josefbataona, saya sedang buat surat motivasi untuk adik-adik di Halmahera, saya menginspirasi mereka dari kisah bapak. Boleh minta pesan atau quote buat mereka pak?”

Rasanya quote terlalu pendek untuk pesan sejauh Jakarta-Halmahera. Karena itu saya memutuskan untuk menulis sebuah surat, melengkapi surat dari Vika Budi Riandini, sekedar untuk memberikan mereka wawasan lebih luas lagi untuk bermimpi!

Surat dari Kak Vika

Hallo adik-adik,

Kaget ya dapet surat? Hehe.

Kenalan dulu yuk. Nama kakak, Vika Budi Riandini. Kakak berasal dari desa kecil bernama Bener di Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah. Saat ini kakak masih kuliah semester 8 di Universitas Indonesia (UI). Hayoo.. tau tidak UI itu apa? 😀 yap! UI adalah salah satu universitas terbaik di Indonesia. Ada tidak yang mau kuliah disana? Semuanya mau yaa. Hehe ^_^.

Di UI kakak belajar ilmu kesehatan lingkungan di Fakultas Kesehatan Masyarakat. Jadi kakak belajar banyak hal tentang lingkungan, sampah, sanitasi, termasuk kebiasaan cuci tangan sebelum makan. Nah loh, siapa yang masih suka jorok, ga mau cuci tangan sebelum makan?? Ntar kena diare loh. :p

Adik-adikku, kakak terharu sekali saat melihat foto-foto kalian, termasuk karya kalian untuk Pak Panca. Kalian sangat lucu, riang, dan karya kalian sangat menyentuh. Kalian adalah putera puteri bangsa yang luar biasa.  hal ini lah yang membuat kakak ingin sekali hadir di antara kalian. Tetapi sayang, Halmahera itu jauuuuh sekali ya. Kakak tidak bisa ke sana. Jadi, kita berbagi lewat surat saja yaaa ^_^.

Sejujurnya, kakak sangat bangga pada kalian. Kalian punya semangat belajar meskipun dengan keterbatasan sarana dan prasarana yang ada. Kakak sendiri tidak bisa membayangkan bagaimana bisa hidup dengan keadaan seperti kalian. Jadi menurut kakak apa yang kalian lakukan itu “luar biasa”.

Kakak jadi ingat kisah seseorang yang mungkin bisa membangkitkan semangat adik-adik semua untuk terus maju dan meraih kesuksesan. Bulan Januari lalu, kakak bertemu dengan seseorang di sebuah pelatihan kepemimpinan. Nama beliau Bapak Josef Bataona.

Pak Josef Bataona adalah seorang Kepala Divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia di PT Indofood Sukses Makmur Tbk. Itu lho perusahaan yang bikin Indomie, pasti tau kaan? (hehe :D). Beliau juga mendapat banyak banget penghargaan baik di Indonesia maupun Asia. Beliau juga sering sekali terbang ke berbagai negara di dunia karena memang tugas beliau mencakup wilayah Asia Australia. Keren ya? 😀 akan tetapi, siapa yang menyangka bahwa beliau ini sebenarnya berasal dari suatu tempat yang sangat terpencil di Flores. Barang kali keadaan wilayah itu hampir sama dengan wilayah tempat kalian tinggal sekarang, atau mungkin lebih buruk lagi.

Waktu itu beliau bercerita bahwa setelah lulus SMA, Pak Josef ini membuat sebuah keputusan yang dianggap gila oleh banyak orang. Dia meminta izin kepada orang tua untuk kuliah, merantau, dan melihat seperti apa sih Jakarta. Dia berpamitan kepada kedua orang tuanya. Dengan sangat berat hati, orang tua Pak Josef akhirnya merelakan buah hatinya merantau ke pulau Jawa.

Awalnya dia berpikir bahwa hidup di Jakarta akan sangat menyenangkan, semuanya serba ada dan serba enak. Akan tetapi setelah tiba di Jakarta, apa yang beliau bayangkan sama sekali berbeda dengan kenyataan. Bahkan beliau nyaris putus kuliah karena tidak mampu membayar biaya kuliah. Hingga beliau memohon bantuan kepada pihak universitas. Dan akhirnya dengan banyak perjuangan beliau berhasil mendapatkan beasiswa dan lulus dengan predikat yang sangat baik. Dan kini, beliau menjadi orang hebat.

Beliau pernah menjadi direktur Human Resource di PT Unilever Indonesia, Direktur HR di Bank Danamon, dan saat ini beliau adalah direktur HR di PT Indofood sukses makmur. Bukan hanya hebat di perusahaan, tetapi juga mampu menginspirasi banyak orang dengan tulisan-tulisannya di dunia maya (internet).

Nah, adik-adikku. Siapa yang tidak ingin seperti Pak Josef? Tentu semua ingin sukses seperti beliau. Beliau juga sama seperti adik-adik. Beliau berasal dari wilayah yang sangat terpencil.

Jadi siapa bilang kalian ga bisa sukses ga bisa hebat? Saya yakin kalian mampu seperti beliau bahkan jauh lebih baik dari beliau. Apalagi melihat senyum kalian, semangat kalian, saya yakin kalian pasti bisa. Kuncinya: adik-adik harus optimis, mau bekerja keras, pantang menyerah, dan tentunya memohon pertolongan pada Tuhan YME, karena bagaimana pun Dia-lah yang mengatur kehidupan kita.

Sepertinya itu saja ya yang bisa kakak bagikan.  kakak sangat senang bisa berbagi dengan kalian. Semoga suatu saat kita dipertemukan dalam keadaan yang jauh lebih indah. Kakak ingin suatu saat nanti kita bertemu di Universitas Indonesia. Kalian sudah menjadi mahasiswa di sana. Ok? Aamiin.

Selamat belajar adik-adikku

Gantungkan cita-citamu setinggi langit

Berikan kaki untuk cita-cita itu

Kuatkan kakimu untuk meraihnya

Lompat! dan terus melompat lebih tinggi hingga cita-cita itu dalam genggamanmu

Sukses adik-adik sayang

Salam hangat – Vika

Nah, Adik-adikku. Kakak punya kejutan untuk kalian. Bapak Josef Bataona menuliskan surat khusus buat kalian lho. ^_^

Silahkan dibaca yaaa…

Surat dari Josef Bataona

Untuk anak-anakkku di Halmahera Selatan,

Di desa nelayan bernama Lamalera, pulau Lembata, NTT (yakin banyak yang tidak tahu di mana), saat itu hanya ada Sekolah Rakyat, nama untuk Sekolah Dasar sekarang ini. Untuk bisa mengenyam pendidikan lebih tinggi, saya harus ke pulau lain, pulau Flores dimana tersedia SMP dan SMA. Kami tinggal di Asrama dan pulang libur ke kampung 3 kali setahun.

Waktu itu baru lulus SMA, saya berdiri di pinggir pantai. Di depan saya hanya ada bentangan Laut Sawu, dengan batas kaki langit. Saya pun tidak bisa membayangkan apa yang ada dibalik garis horison itu. Tapi satu hal yang sudah pasti, saya harus mencari peluang untuk mendapatkan pendidikan lebih tinggi lagi. Dan saya memutuskan untuk meminta izin orang tua untuk merantau mencari ilmu.

Wajah orang tua tentu saja sedih dan berujar: “Nak, jangan kan untuk membiayai kuliahmu, untuk mengongkosimu ke Jawa saja kami tidak punya Uang!” Namun melihat tekad saya yang sudah bulat, mereka memesan: “Satu modal utama yang engkau sudah miliki, yang harus dipelihara: Jagalah Kepercayaan orang padamu, karena kalau itu hilang, akan sulit meraihnya kembali.”

Demikianlah awal perjalanan panjang saya, tiba di Jakarta tanpa modal uang, saya harus bekerja untuk membiayai hidup dan sekaligus untuk biaya kuliah (Pagi kerja sore kuliah). Dalam perjuangan itu baru saya sadari bahwa berbagai penugasan yang diberikan kepada saya (ekstra kurikuler) selama belajar di SMP dan SMA, dan telah saya kerjakan dengan sungguh-sungguh, telah memberikan saya bekal yang memadai untuk membuka berbagai peluang yang muncul.

Melaksanakan tugas sepenuh hati telah mengantar saya untuk menyelesaikan kuliah (sambil bekerja), mendapat kesempatan bekerja di perusahaan internasional, terbang ke berbagai negara karena tugas saya mencakup wilayah Asia Australia, dan akhirnya saya mencapai puncak karier sebagai Direktur di perusahaan ini. Dan semua itu pasti diiringi doa orang tua.

Pernahkah saya membayangkan meraih sukses seperti itu, ketika berdiri di tepi pantai lebih dari 30 tahun lalu??

Tidak terbayang !!

Apakah ketika itu saya yakin bisa berhasil??

Jawabannya: saya sangat yakin!!

Apakah saya yakin bahwa anak-anakku di Halmahera juga bisa meraih sukses seperti itu??

Jawaban saya: Kalau saya BISA, anak-anakku di Halmahera pun PASTI BISA.

Josef Bataona

Saya dan Vika memang tidak hadir di Halmahera, tidak bisa terlibat langsung dalam program Indonesia Mengajar. Tapi semoga tulisan kami di atas  bisa menginspirasi mereka. (*)

Bookmark and Share

15 Responses to Surat untuk Anak-anak di Halmahera

  1. erlina says:

    “Lebih baik menyalakan lilin daripada memaki kegelapan” tetap semangattt berbagi Pak 🙂

  2. erlina says:

    “Lebih baik menyalakan lilin daripada memaki kegelapan” tetap semangattt berbagi..dan berbagi semangatt Pak 🙂

  3. Lisa says:

    Terharu pak baca surat vika dan baca surat bapak utk anak2 di halmahera,,,,, kita berdoa pak semoga mereka bisa mengikuti jejak Bapak…. Meski berasal dari tempat yang jauh tapi bisa sukses di kemudian hari. Siapa tahu salah satu dari mereka bisa menjadi presiden direktur di perusahaan besar atau presiden RI mungkin? Biar tangan Tuhan yang menuntun anak2 di Halmahera mencapai kesuksesan. Amin!

    • josef josef says:

      Terima kasih Lisa. Setiap kesempatan, betapapun kecilnya itu, akan terus saya lakukan untuk menginspirasi mereka untuk maju, menjadi lebih berhasil dari saya sendiri. Semoga anak2 di Halmahera tambah semangat belajarnya. Terima kasih Lisa, have a wonderful week end with family

  4. Evi Saragih says:

    What a touching letter, Sir! You inspired me a lot! Tetap jadi berkat buat sesama ya Pak, jgn biarkan lilin yang Bapak punya padam.
    Salam dari Medan -GBU-

    • josef josef says:

      Apa kabar Evi di Medan ? Semoga sehat2. Terima kasih sudah mengunjungi blog dan menyimak cerita disini. Kisah ini juga sekaligus untuk menyemangati siapa saja untuk menyalakan lilin mereka untuk menerangi dunia sekitarnya. Bagilah kisah ini untuk teman2 di Medan, semoga mereka juga mau menjadi nyala lilin untuk yang membutuhkannya.

  5. Evi Saragih says:

    What a touching letter, Sir. Tetap menjadi berkat buat sesama ya, Pak. Jgn biarkan lilin yang Bapak punya padam. Salam dari Medan -GBU-

  6. devi says:

    Tulisan bpk ini baru saja saya bacakan dan saya jadikan motivasi kepada buah hati saya satu satunya yang saat ini masih duduk di bangku sd. Maklum anak anak sekarang hidup dikota besar dimana serba ada dimana jelas dia sedikit terdiam mendengar saya bacakan tulisan mb Vika dan bapak kepada anak anak Almahera. Jadi tulisan ini juga bagus disampaikan kepada anak anak kita karena pasti mereka tidak bisa bayangkan pengalaman serang Josep Bataona 30 th lalu sekarang sudah menjadi seorang yang sudah dapat meraih cita citanya karena tekat yang sangat kuat. Trims pak Josep

    • josef josef says:

      Terima kasih Devi, tidak saya sangka kalau Devi berpikir untuk share isi surat ini kepada anaknya. Mudah2an ini merupakan cerita untuk membuat dia juga bersyukur karena keadaan dia yang jauh lebih baik dari kawan2 nya di Halmahera. Suatu saat dia sudah besar nanti, mungkin dia akan mendatangi tempat2 itu, termasuk kapung halaman saya.

  7. Tita says:

    Pak Josef, salam buat Vika. Surat Vika betul2 menyentuh ditambah surat bapak, menjadi surat yg sangat inspiratif…

    Proud of u pak!

    • josef josef says:

      Terima kasih Tita, pasti salammu akan saya sampaikan kepada Vika. Inisiatif Vika sangat positif, dan kita semua berharap, racikan kedua surat itu bisa membangkitkan harapan dan semangat anak2 disana untuk terus maju. Terima kasih Tita untuk waktunya menyimak surat ini

  8. Vika Budi Riandini says:

    Terimakasih Pak Joseph dan semua. terkejut sekali saya melihat tulisan saya di blog ini. hehe.. ^^
    semoga surat kecil kami dapat memberikan impact yang besar untuk Indonesia.

    @Pak Joseph, mereka sedang membuat balasan untuk kita.. sudah ga sabar menunggu.. ^^

    • josef josef says:

      Terima kasih Vika. Sentuhan kecil dan sederhana, kalau dilakukan dari hati akan memberikan dampak besar sekali. Bahkan Tita, salah satu yang membaca posting ini, mengaku nangis membaca isi suratmu. Mari kita cermati, apa lagi yang bisa kita lakukan sendiri2 atau bersama dalam menginspirasi yang lain. Sayapun tak sabar menunggu balasan dari anak2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...

Agnes Keraf:
Selamat siang dan terima kasih Besa untuk berbagi berkat yg menginspirasi. Mendengar dgn hati tidak...

josef:
Terima kasih sama-sama Riski, semoga bermanfaat untuk dijadikan pedoman hidup sehari-hari. Salam


Recent Post

  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life
  • Berpikir Positif Percepat Kesembuhan