Syukur di Penghujung 2017

Posted on January 23rd, 2018

“When you focus on gratitude, positive things flow in more readily, making you even more grateful.” (Lissa Rankin)

KEBERSAMAAN penuh sukacita tidak datang begitu saja. Kita yang harus menciptakan secara bersama-sama. Artinya tiap individu akan mengambil bagian aktif. Itu yang setiap tahun sengaja kami lakukan dalam keluarga. Anggota keluarga, lintas agama, ragam suku, multi generasi, semuanya berkumpul untuk melepas kepergian 2017 dan menyambut kedatangan 2018.

Kebersamaan seputar meja makan

Diawali dengan doa bersama seputar meja makan, mensyukuri rezeki yang diberikan untuk seluruh keluarga, memohon berkat atas makanan tersebut agar bisa memberi manfaat untuk langkah yang baru di tahun 2018.

23 Januari 18_Syukur di Penghujung 2017-1

Hidangan di atas meja, lebih mempunyai makna bahwa kita bisa dipersatukan pada saat menyantap bersama-sama makanan yang disediakan bersama. Suasana yang tercipta pun akan lebih cair untuk bersenda-gurau.

Game kebersamaan

Jam menunjukkan angka 22:00. Kami berkumpul di ruang keluarga, santai di atas karpet. Ada permainan sederhana sambil menanti pertukaran waktu. Semua yang hadir dibagi dalam enam kelompok keluarga.

  • Diskusi no 1: Semua tim harus menemukan maksimum lima kebiasaan dari anggota kelompok masing-masing, yang harus distop atau dikurangi di tahun yang baru. (stop or less doing)
  • Diskusi no 2: Apa yang akan dilakukan (baru) atau diperbanyak di tahun 2018, juga maksimum lima. (start or more doing)

Berikut foto suasana selama diskusi santai.

23 Januari 18_Syukur di Penghujung 2017-2

Laporan dari masing-masing kelompok, terkadang menimbulkan gelak ketawa, atau tepuk tangan, atau juga komentar dengan bumbu positif akan berbagai niat baik untuk dilakukan di tahun 2018. Kami semua merasa konfiden, bahwa kami akan saling membantu untuk merealisir niat baik yang sesuai laporan.

Harapan untuk Indonesia Tercinta

Masing-masing kelompok kemudian menerima dua lembar koran. Mereka harus mencari gambar atau kata-kata/kalimat atau tulisan yang bisa menggambarkan Indonesia yang diidamkan di masa mendatang.

Ada yang mengidamkan Indonesia Jaya dengan tersedianya berbagai infrastruktur yang menjamin kesejahteraan bangsa. Sementara itu, ada kelompok yang mengharapkan negara kesatuan RI tetap dijaga bersama.

23 Januari 18_Syukur di Penghujung 2017-3

Semua kelompok memang menyampaikan harapan dari sudut pandang yang berbeda, namun semuanya adalah harapan positif.

Renungan jelang akhir tahun

Selembar kertas putih dengan titik hitam di tengahnya saya tunjukkan kepada yang hadir. Masing-masing kelompok harus melaporkan apa yang mereka lihat. Kebanyakan menyampaikan secara tepat, melihat sebuah titik hitam di tengah kertas itu, lengkap dengan cerita seputar itu.

Jawaban mereka sengaja saya jadikan bahan untuk renungan malam itu:

Bila kita melihat seputar kita, mereka adalah saudara-saudara kita, anggota keluarga kita. Kita semua bukan manusia sempurna, ada saja kekurangan atau kesalahan yang dilakukan.dalam keseharian. Yang sering menjadi perhatian kita adalah sebuah kesalahan, mungkin kesalahan kecil yang mengisi seluruh pikiran kita sehingga memberikan gambaran negatif tentang seseorang.

Padahal dalam kenyataannya, banyak sekali sisi positif yang kita tahu, dan kita lihat, tapi sepertinya diabaikan begitu saja. Sama seperti cara kita melihat titik hitam yang sangat kecil, yang dari jauh saja nampak jelas, tapi kertas HVS putih seakan tidak nampak, luput dari perhatian kita. Saya kemudian mengajak semua saudara-saudaraku untuk:

  1. Berpikir Positif: Mulai membangun pikiran positif, melihat banyak sisi positif dari anggota keluarga kita sendiri.
  2. Memaafkan: Kalaupun ada kesalahan yang diperbuat, biasakan untuk memaafkan.
  3. Terus belajar: hari ini banyak sekali yang kita pelajari dari permainan sederhana itu, kita belajar dari saudara-saudara kita sendiri. Teruskan kebiasaan ini, saling berbagi dan saling belajar dari satu sama lain.
  4. Jaga kesehatan, olahraga, atur pola makan, gaya hidup yang tidak berlebihan agar tidak terjebak stress.
  5. Acara ini bisa terjadi karena kita mau luangkan waktu untuk silaturahmi, bertemu dan saling berbagi cerita dan saling mengenal lebih jauh lagi.
  6. Saling menghargai, kita semua berasal dari berbagai suku, agama, generasi, latar-belakang ekonomi dan social. Kita akan saling menghargai sebagai satu keluarga.
  7. Bersyukur, membiasakan diri membangun perilaku selalu mensyukuri apa yang diberikan oleh Tuhan Yang Maharahim.

Tak terasa jarum jam sudah berjalan pasti menuju jam awal 2018. Kami semua menundukan kepala sambil berdoa menurut keyakinan masing-masing, Bersyukur untuk berkat selama 2017, dan memohon berkat untuk setiap karya kami di tahun yang baru, sambil bertekad untuk saling membantu sebagai satu keluarga. Semoga Allah Yang Maharahim mengabulkan doa-doa kami, Amin.

“Acknowledging the good that you already have in your life is the foundation for all abundance.” (Eckhart Tolle)

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 Santi, senang kalau tulisan ini bermanfaat, semoga membantu dalam karyamu. Salam

Santi Sumiyati:
Terima kasih Pak Josef atas ilmunya yang sangat bermanfaat, di mana bapak menyampaikannya dengan...

josef:
Terima kasih mba Sofia, kita mulai dengan membenahi diri disi sendiri, meningkatkan kemampuan memimpin diri...

sofia assegaff:
Thank you sharingnya ya pak Josef..

josef:
Setuju sekali pa Mul, sulit namun bukan berarti tidak mungkin. Latihan untuk secara sadar memilih kata atau...


Recent Post

  • Tak Hentinya Belajar Melayani
  • Membersihkan Hati
  • Pentagon of Peak Performance
  • Great Team Player
  • Jurnal Bersyukur
  • Pandemi: Empathy dan Coaching
  • FUN di Tempat Kerja
  • Dosen Yang Tanggap Perubahan
  • Maling Keren
  • Terima Kasih Pintuku Dibuka