Social Media Membuka Peluang

Posted on July 15th, 2014

“Social Media is not just an activity. It is an investment of valuable time and resources. Surround yourself with people who not just support you and stay with you, but inform your thinking about ways to WOW your online presence.” (Sean Gardner @2morrowknight)

SOCIAL MEDIA! Sengaja saya cari di google-search istilah itu dan muncul: Sekitar 1.060.000.000 hasil hanya dalam 0.35 detik. Dasyat!

Data sudah bisa berbicara sendiri. Dan kawan kita ini, Rinah sudah sejak lama menyadari kehadiran media ini dan coba memanfaatkannya secara maksimal. Andalannya adalah Facebook, MySpace, dan Twitter.

Dia menyadari bahwa kalau Social Media digunakan secara tepat akan membangun hubungan yang bermakna antar komunitas online. Bahkan, lebih jauh lagi social media bisa membantu bila kita menggunakannya untuk menyebarkan ide tertentu dan mempengaruhi pemikiran orang banyak. Dan pada akhirnya, bisa mempengaruhi proses pengambilan keputusan. (Contoh paling mutakhir adalah seputar kampanye Pemilihan Presiden)

Awalnya Sekedar Pertemanan dan Shopping

Seperti halnya pengguna lainnya, yang mendorong Rinah untuk aktif di Facebook adalah untuk pertemanan, saling update khabar masing-masing. Selanjutnya berbagai promosi produk online, menggoda untuk dicoba. Dan ternyata, ini menjadi bagian dari gaya hidup Rina: Shopping online.

Sekali dua kali gagal karena ukuran tidak sesuai, misalnya, tapi selanjutnya tahu triknya. Bahkan Rinah sudah bisa punya komunitas pencinta Batik yang suka belanja Batik online. Nyaman, diantar sampai di tempat, tidak perlu bermacet ria atau antri di mall. Semua di atas, juga tidak aneh karena banyak yang melakukannya.

Tiba waktunya, seorang sahabat Roker (istilah untuk teman sesama ROmbongan KEReta Api ke tempat kerja) memperkenalkan Dating Site di internet. Penasaran, Rinah mulai menelusurinya dan mencermati mereka yang sudah hadir di sana. Pengalamannya untuk aktif online, nampaknya digunakan benar untuk hal yang  satu ini.

Spanyol Seakan Tetangga Sebelah

Ada sebuah nama di Dating Site Internet yang menarik perhatian, dan si dia pun kelihatan serius. Komunikasi berlanjut via email, bahkan Skype. Dari sana keseriusannya semakin nampak. Papar Rinah lebih lanjut:

“Dia berani bercerita detail tentang siapa dirinya. Dan ceritanya juga konsisten, sebuah pertanda kejujuran. Bahkan dia juga memperlihatkan minatnya untuk tahu lebih jauh tentang pribadi dan keluarga Rinah. Terkadang Rinah dikagetkan ketika si dia menanyakan khabar kakaknya, dengan menyebut nama kakaknya. Semua itu memberikan kebulatan tekad untuk bertemu face to face dan menyepakati  hubungan lanjutan setelah online selama 10 bulan.”

Dan tidak memerlukan waktu lama. Gadis Indonesia, pencinta Batik ini akhirnya diboyong ke Ciudad Real, Spanyol.

Rinah by josefbataona

Kata Rinah tentang Social Media: “Dunia ternyata sempit.” Setelah jauh dari tanah air, melalui social media, Rinah bisa melepas kangennya dengan terus berinteraksi dengan teman-temannya online. Bahkan dia juga bisa mengikuti berbagai aktivitas seputar pemilu presiden dan cerita-cerita di balik itu, yang selalu dihadirkan secara online dan up to date. Selamat Rinah untuk langkah berani. Saya pun teringat kata-kata saya pada saat perpisahaan enam bulan yang lalu, menggambarkan bagaimana tekad Rinah:

“Two roads diverged in a wood, and I … I took the one less traveled by, and that has made all the difference.” (Robert Frost)

Dan Rinah mengamini kutipan ini, karena dia tahu apa yang dia perbuat.

Lain Lagi Kisah Sulaiman

Menyebut Desa Kedang di Lembata, sebagian besar pembaca tidak akan membayangkan di mana itu letaknya. Kalau toh pembaca pernah mendengar Pulau Lembata NTT, itu pun karena ada desa terkenal Lamalera yang mempunyai tradisi menangkap ikan paus secara tradisional.

Lulus SLTA, setelah sejenak membantu orang tua di ladang, Sulaiman mulai merantau, ke Malaysia selama enam tahun, dan setahun terakhir di kebon sawit di Kalimantan. Dalam kesunyian, jauh dari mana-mana Sulaiman mulai membangun pertemanan melalui Facebook menggunakan fitur di handphone-nya.

Gayung pun bersambut. Seorang gadis di Jakarta mulai menyapa. Alasan sang gadis menyapa karena mengetahui bahwa Sulaiman berasal dari daerah yang sama dengan ayahnya. Empat bulan pacaran online, Sulaiman sudah berani untuk melamarnya, ketika mengetahui bahwa ayah sang gadis pulang libur ke desanya.

Dengan modal kesepakatan kedua keluarga, dua minggu kemudian Sulaiman memberanikan diri melangkah ke Jakarta, tanpa modal pekerjaan di tangan. Di sana dia bertemu dengan sang kekasih, dan hanya perlu waktu 10 hari persiapan untuk mereka melangkah ke pelaminan. Kini Sulaiman bisa bernapas lega karena sudah bekerja sebagai karyawan cleaning service.

Social Media dalam Perspektif Bisnis dan Karir

Kisah di atas  bukan kisah orang pacaran. Ini adalah kisah teknologi yang membuat dunia ini semakin sempit, entah itu di tangan seorang manager atau karyawan biasa di tengah perkebunan kelapa sawit. Selagi debat tiada henti tentang penggunaan Social Media di tempat kerja, atau penggunaan teknologi untuk memudahkan tugas seperti recruitmen, training, atau bahkan performance management dan succession planning, setiap individu sudah mengambil langkah sendiri untuk memanfaatkan teknologi ini untuk berbagai kepentingan pribadi, mereka ingin eksis dalam pergaulan online.

“Our digital future is about enabling better productivity and decisions making to enjoy a better quality of life.” (Yacine Baroudi)

Belajar Webinar di teras rumah by josefbataona

Teras belakang rumahku di Pamulang, (foto di atas) paling tidak saya gunakan untuk sharing kultwit. Dan di meja yang sama, dalam dua bulan terakhir ini, saya sudah 6x belajar melalui WEBEX Seminar (WEBINAR), bersama teman-teman lain yang entah di mana mereka mengakses Webinar ini.

“When we are sharing stories to create bonds with other like-minded people, we want to give them social currency with the highest pass-on value we can.” (Jay Oatway)

Bookmark and Share

4 Responses to Social Media Membuka Peluang

  1. Damianus Rangga says:

    Inspiratif sekali Pak Josef, beberapa minggu lalu dengan teman cerita kemajuan teknologi terutama terkait dgn sosial media yang dipakai seperti ini, kami mengenangkan sewaktu kuliah di Yogya sekitar tahun 80 puluhan, ketika tiba saatnya registrasi bayar uang kuliah, utk memberitakan orgtua 2 bln sebelumnya harus membuat surat ke ortu dan dikirim via pos kemudian harus menunggu jawabannya selama kurang lebih 1 bln atau lebih utk mendapatkan jawaban. Atau kalau darurat datang kantor telkom utk buat telegram dgn maksimum karaketer yg terbatas.Kami bandingkan dgn kondisi saat ini dgn tlp atau sms sdh online. Dan mungkin kalau bukan media ini juga saya tidak bisa berkomunikasi dgn Pak Josef. Oh, ya Pak lewat kesempatan ini juga aku Ucapkan Selamat Ulang Tahun Pak Josef, semoga panjang umur tetap sehat dan selalu dalam lindungan Tuhan bersama keluarga terkasihnya.

    • josef josef says:

      Terima kasih Damianus untuk komentarny. Waktu berjalan cepat, teknologi terus berkembang, dan masing2 kita memutuskan mana terbaik yang digunakan. Terima kasih juga untuk salam dan doanya untuk Ulang tahunku.

  2. Tromol Sihotang says:

    Benar-benar inspiratif sekali…..semoga semua orang membaca blog bapak ini sehingga penggunaan social media akan lebih positif ke depannya.

    Thanks Pak Josef & Have a nice day.

    • josef josef says:

      Terima kasih Tromol untuk kunjungannya ke blog ini. Sampai dengan hari ini ada 43.300 orang yang mengunjungi blog ini, dengan jumlah visit sebanyak 68.783. Sesuai doamu, semoga tulisan2 di blog ini, yang saat ini sdh berjumlah 268 artikel bisa bermanfaat buat banyak orang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Most welcome coach Wiwin, Be ready for our next exciting project. Thank you for your meaningful contribution.

Herry Windawaty:
Always Inpiring Coach JB. Thank you for the opportunity for us to contribute

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...


Recent Post

  • Buku “LEADER as MEANING MAKER” oleh Josef Bataona
  • Coaching and Inner Guidance
  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET