Menyamakan Makna TRUST

Posted on May 18th, 2018

“Speed happens when people truly TRUST each other.” (Edward Marshall)

MENGUBAH SEGALANYA. Secara harfiah, kita mungkin saja paham makna kata TRUST. Dalam keseharian kita juga sering mendengar dan menggunakan kata tersebut secara benar. Dalam sekejap, di sebuah pertemuan, kita bisa saja memberikan kesan inspiratif pada seseorang, dan dia katanya mulai percaya dengan orang itu.

Atau disaat seseorang muncul mengulurkan tangan membantu pada waktu kita membutuhkannya, juga akan memunculkan kesan orang ini bisa dipercaya. Tapi apakah makna kata Trust itu sama untuk semua orang yang menyebutkannya? Padahal menurut Stephen Covey, “One thing that change everything is TRUST.”

Beri Kesempatan

Dalam sebuah forum publik, sebuah pertanyaan penting ditanyakan kepada seorang Pengusaha Sukses yang menjadi Nara Sumber:

“Apa definisimu tentang TRUST?”

Dengan spontan dia menjawab: “Memberikan Kesempatan.”

Betapa tidak, seorang pelamar yang baru ditemui beberapa menit, dan setelah menyimak CV-nya lalu kita memutuskan untuk menerima dia untuk posisi yang cukup senior. Apa alasannya? Karena kita memberikan dia kesempatan untuk membuktikan bahwa dia bisa.

“Bagaimana kalau ternyata dalam perjalanan, dia belum sepenuhnya memperlihatkan kinerja yang diharapkan?”

Penanya melanjutkan. Dan dijawab oleh nara sumber dengan nada suara tegas dan pasti:

“Saya akan memberikan dia kesempatan kedua.”

Mahatma Gandhi juga mengingatkan kita akan situasi sebaliknya, kalau kita tidak mempercayai seseorang dan mulai mencurigai:

“The moment there is suspicion about a person’s motives, everything he does becomes tainted.” (Mahatma Gandhi)

Trust Speed dan Cost

Secara ekonomis, kita mestinya bisa menghitung kecepatan dan tingkat biaya terkait tingkat TRUST. Semakin tinggi Trust, semakin tinggi Speed dan semakin rendah Cost. Sebaliknya, semakin rendah Trust, speed akan menurun, sementara Cost akan meningkat. Hal ini lebih detail dipaparkan oleh Stephen M.R. Covey dalam bukunya yang berjudul: ‘The Speed of Trust

19 Mei 2018_Menyamakan Makna Trust

Bayangkan pada situasi di bandara, di mana karena alasan tertentu, tingkat security diperketat. Apa yang terjadi? Jumlah tenaga security diperbanyak, jumlah jam kerja mereka juga meningkat. Peralatan security juga diperbanyak. Semua ini akan meningkatkan cost.

Pada saat yang bersamaan, pemeriksaan diperbanyak dan lebih cermat. Ini akan menurunkan speed kerja. Inipun juga berdampak cost.

Semua penumpang yang biasanya tiba di bandara sejam menjelang terbang, harus tiba 3 jam sebelumnya. Berapa dampak biaya dengan menambah waktu 2-3 jam extra untuk semua prosedur di bandara.

Karena itu, tidak berlebihan kalau Kevin Rollins, President and CEO, Dell Inc. memberikan komentar atas penerbitan Buku Stephen M.R. Covey berjudul ‘The Speed of Trust:

“Covey convincingly validates our experience at Dell — that trust has a bottom-line impact on results and that when trust goes up, speed goes up while costs come down. This principle applies not only in our professional relationships with customers, business partners, and team members but also in our personal relationships, which makes this insightful book all the more valuable.”

Atau Jack Welch memberikan makna TRUST: “When you trust people, you have confidence in them – in their integrity, their agenda, their capabilities, or their track record”

Mengapa Menjadi Penting

Dalam buku yang sama, The Speed of Trust, Stephen M.R. Covey juga memaparkan The Principle of Behaviour berkaitan dengan Trust. Sebelum seseorang mendapatkan pengakuan dan dipercayai lebih luas, seseorang harusnya menjadi pribadi yang layak dipercaya, termasuk dirinya mempercayai diri sendiri (self trust). Ini akan menjadi modal dasar saat dia mulai menjalin hubungan dengan orang lain (Relationship Trust), termasuk dalam lingkup organisasi (Organizational Trust).

Former Chairman Unilever, Neil Fitzgerald, menegaskan:

“You can have all the facts and figures, all the supporting evidence, all the endorsement that you want, but if you don’t command trust, you won’t get anywhere.” (Neil Fitzgerald, Former Chairman Unilever)

Kembali ke kisah di awal tulisan ini, Relationship Trust tentunya berkaitan dengan hubungan timbal balik,  Trust itu timbal balik. Trust itu diterima kedua belah pihak, karena kedua belah pihak paham akan makna Trust dalam hubungan mereka. Dan paham di sini karena ada keterbukaan dalam komunikasi. Tidak kalah pentingnya untuk digaris-bawahi, Trust itu bukan sekedar ucapan tetapi perbuatan, dan senantiasa selaras apa yang dirasakan, dengan yang dipikirkan, dan diucapkan serta yang diperbuat.

”The glue that holds all relationships together — including the relationship between the leader and the led is TRUST, and trust is based on INTEGRITY.” (Brian Tracy)

  1. Instagram: https://www.instagram.com/josefbataona
  2. Twitter: https://www.twitter.com/josefbataona
  3. LinkedIn: https://www.linkedin.com/in/josefbataona
  4. Facebook: https://www.facebook.com/josbataona

Bookmark and Share

2 Responses to Menyamakan Makna TRUST

  1. Tromol says:

    Semakin paham arti TRUST sesungguhnya yang aplikatif dan thanks pak Josef Bataona atas sharing materi ini.

    Salam

    • josef josef says:

      Terima kasih sama2 Tromol. Semoga pemahaman ini akan semakin meningkatkan kerja sama dalam tim. Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih Santi, hadirnya Nilai perusahaan itu pasti ada tujuannya. Karena itu memahami dan hidup sesuai...

josef:
Terima kasih Rizky, saya akan email. Salam

Santi Sumiyati:
Selamat siang Pak Josef, terima kasih sudah menginspirasi dengan tulisan Bapak. Salah satu poin...

Teuku Muhammad Rizky:
Dear Pak Josef, saya rizky, dari management trainee human resources (MT HR) di indofood...

josef:
Thank you Sulaiman, keep in touch


Recent Post

  • Bangga dengan Pekerjaanku
  • Saatnya Mengisi Baterei
  • Kejujuran Employer Brand 3.0
  • Mama Izinkan Saya Bermain
  • Menyamakan Makna TRUST
  • Komunikasi dan Seni Mendengarkan
  • Pilihan di Tangan Anda
  • Tutur Kata Seorang Pemimpin
  • Bawa Juga Hatimu ke Tempat Kerja
  • Kartini Zaman Now