Positive Organization

Posted on May 28th, 2019

“Leadership is about making others better as a result of your presence and making sure that impact lasts in your absence.” (Sheryl Sanberg)

BENIH POSITIF hendaknya di tanam, disirami dan dipupuk di Taman.  Taman itu boleh jadi Taman kehidupan, Taman Organisasi. Dan secara proaktif setiap kita memegang tanggung jawab untuk itu. Tentu saja seorang pemimpin akan mempunyai peran yang besar sekali untuk menjadi contoh, tetapi juga untuk menginspirasi semua anggota teamnya untuk juga berkontribusi dalam menciptakan Positive Organization. Foto Bersama FTHR.

Kontribusi Positif

Sore itu, Team FTHR (Future HR) dibawah komando Audi Lumbantoruan menggandeng Bu Nurlaila Effendi dari Asosiasi Psikologi Positif Indonesia untuk berbagi tentang Positive Organization.

Sudut pandang Organisasi seperti ini memang belum banyak disentuh. Bahkan menurut bu Nurlaila, banyak Perusahaan yang sudah menjalankannya tetapi tidak menyadari bahwa apa yang sedang dilakukan itu menciptakan organisasi yang positif. Tetapi ada juga perusahaan lain yang setelah mendengar paparan seperti ini, ingin melaksanakannya, tapi ingin mendapatkan inspirasi dari contoh yang ada di masyarakat.

Salah satu slide bu Nurlaila juga bercerita bahwa Visi Misi dan Values di Perusahaan itu tidak akan lepas dari pengaruh “Personal Meaning” dari para leaders (atau mungkin ownernya), yang pada gilirannya diadopsi untuk menjadi moral standard di Perusahaan tersebut. Perilaku yang mereka demonstrasikan, termasuk interrelationship mereka akan sangat kuat mewarnai budaya dan cara Kerja semua yang ada di dalam organisasi tersebut. Pengaruh itu akan tergambar juga dalam bagaimana mereka menyikapi hubungan dengan masyarakat sekitarnya, konsumen, pelanggan dan stakeholder lainnya.

Positive Leadership Styles

Dalam sebuah artikel yang barusan diterbitkan 8 April 2019, berjudul  Positive Leadership: 30 Must-Have Traits and Skills, Courtney Ackerman mengedepankan bahwa Konsep tentang Positive Leadership ada banyak, namun umumnya mencakup tiga elemen:

  • Positive leadership involves experiencing, modeling, and purposefully enhancing positive emotions.
  • A positive leader is interested in his or her employees’ development as well as the bottom line.
  • High self-awareness, optimism, and personal integrity (Avolio & Gardner, 2005).

Sementara itu ada banyak Positive Leadership Styles tergantung siapa yang kita tanya. Misalnya, tanyakan researchers Bruce Avolio atau William Gardner dan anda akan belajar tentang Authentic Leadership Style yang ditentukan oleh 4 faktor: self-awareness, relational transparency, internalized moral perspective (a sense of ethics and integrity), and balanced processing (being fair and open-minded)

Berbeda lagi penjelasan dari Emotional Intelligence Expert Daniel Goleman dan rekan2 researchernya Richard Boyatzis and Annie McKee, ada 4 Positive Leadership Style:

  • Visionary (or Authoritative) Leaders – they have an ambitious vision and they inspire others to pursue it.
  • Coaching Leaders – they know how to further development, and get the best out of those around them, and they usually do just that.
  • Affiliative Leaders – these leaders are well-versed in applying and enhancing positive affect in the workplace, and they can bring harmony and conflict resolution to a team.
  • Consensus (or Democratic) Leaders – they thrive on collaboration, bringing together a diverse range of viewpoints to gather information and make decisions (Goleman, Boyatzis, & McKee, 2002).

Terakhir saya ingin sertakan juga konsep tetang Positive Leadership Style yang disebut Servant Leadership. Servant leadership mencakup 3 faktor penting:

  • It empowers and develops people.
  • It expresses humility, authenticity, interpersonal acceptance, and stewardship.
  • It provides direction (van Dierendonck, 2010).

Kembali ke penjelasan awal, tentu banyak perusahaan yang layak mendapatkan label Positive Organization, walau mereka sendiri sudah hidup secara alami dengan model seperrti itu. Namun sangat diharapkan juga bahwa perusahaan-perusahaan tersebut, atau persisnya para Leader di organisasi itu hendaknya membuka diri untuk berbagi pengalaman mereka, agar kita juga punya referensi belajar dari praktek local di Indonesia. Berbagai dinamika acara Bukber dalam foto.

Coaching Program FTHR

Selain belajar tentang Positive Organization dari bu Laila dan Well Being dari bu Ripy di sesi pertama, acara Bukber FTHR yang yang dihadiri sekitar 60 orang juga menghadirkan bu Lanny Wijaya dan team dengan sharing tentang Empowering your Employer Branding more effetive.

Foto berikut adalah bu Ripy dan bu Lanny Wijaya (foto atas) dan Bung Audi Lumbantoruan, Chief nya FTHR dan saya sendiri (foto bawah).

Sementara itu di bagian terakhir, saya sendiri memberikan sedikit teaser tentang rencana untuk memperkenalkan Coaching bagi anggota FTHR. Persisnya adalah, kami ingin mengundang anggota yang Certified Coaches untuk mau meluangkan waktu mereka untuk memberikan bantuan coaching bagi anggota lainnya secara pro bono. Cara ini dilakukan untuk membangun awareness anggota FTHR tentang pentingnya Coaching bagi pengembangan diri atau juga untuk akselerasi Pengembangan Talent di perusahaan. Juga untuk menunjang langkah menumbuhkan Positive Organization dan mempersiapkan karyawan menghadapi perubahan cepat menuju masa depan.

“Average leaders raise the bar on themselves; good leaders raise the bar for others; great leaders inspire others to raise their own bar.” (Orrin Woodward)

 

 

Bookmark and Share

2 Responses to Positive Organization

  1. Santya Anggraini says:

    Sangat menotivasi.
    Adakah coach yg bisa menjalin relasi dengan saya untuk Biro Psikologi ?

    • josef josef says:

      Terima kasih bu Santya, telah mengunjungi blog ini yang berisi lebih dari 660 artikel dengan berbagai kategori. Semoga teman coach yang membaca komen ini bisa menanggap kesempatan, kalau sedang mencari. Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih banyak mba Lisa, sebuah paparan yang menyentuh untuk semakin kita memahami betapa besar dampaknya...

Lisa Samadikun:
Bahagiaku adalah ketika masih bernapas. Karena selama masih bernapas, ku masih bisa berbagi. Dan...

josef:
Terima kasih Ratih, irama kerja bisa kita atur, tapi tetap berlandaskan pola pikir dan perilaku yang positif...

josef:
Terima kasih sama2 Ratih, berguna untuk kita semua yang sering lupa. Salam

Ratih Hapsari:
Nice article Pak, walaupun kita “dituntut” untuk selalu cepat dan cepat, tapi kita tidak...


Recent Post

  • Gaya Hidup di Era Percepatan
  • Simple Daily Human Tips
  • 3S: Say Stay and Strive
  • Ecosystem For Learning Agility
  • Guru Yang Tulus Melayani
  • Multi Dimensi Pengembangan SDM
  • Temukan Kebahagiaan Dalam Dirimu
  • Belajar Sejarah Bisa Menyenangkan
  • Warisan Sejarah Tak Ternilai
  • Etika Para Wisatawan