Posted on October 17th, 2017
“And a new philosophy emerged called quantum physics, which suggest that the individual’s function is to inform and be informed. You really exist only when you’re in a field sharing and exchanging information. You create the realities you inhabit.” (Timothy Leary)
SEORANG SAHABAT HR dari Bandung yang juga seorang blogger produktif, Herva Yulyanti, berkenan menyimak buku #CURHATSTAF dan membuat ulasan yang disajikan di blognya: http://www.bundanameera.com/2017/10/curhat-staf-pemimpin-yang-dirindukan.html
Atas izin yang bersangkutan, saya ingin menyajikan ulasan tersebut secara utuh, siapa tahu ini juga bermanfaat untuk anda, pengunjung blog ini. Terima kasih banyak untuk Herva Yulyanti. Berikut ini tulisannya:
#Curhat Staf – Pemimpin Yang Dirindukan?
Menjadi “Pemimpin Yang Dirindukan” oleh bawahan alias staf di kantor merupakan hal yang mustahil atau tidak? Jawabannya ada pada buku yang telah saya baca. Selama sehari saya tuntaskan membaca buku dengan judul #CURHATSTAF. Sebagai buku kedua yang terlahir dari tangan dingin Bapak Josef Bataona yang sebelumnya sukses menginspirasi banyak orang dengan buku pertamanya “Kisah Rp 10.000 yang Mengubah Hidupku.”
Kali ini saya mau berbagi tentang buku #CURHATSTAF. Namun sebelumnya bagi temans yang saat ini menjadi staf alias bawahan pernahkah merasakan gejala-gejala seperti yang pernah saya alami?
Begitulah kira-kira yang saya rasakan selama menjadi bawahan. Tapi tahu gak yah pak boss tentang semuanya yang saya rasakan tersebut? Temans, sama pernah merasakan juga? Nah di buku ini ternyata hal-hal yang saya rasakan juga terjadi pada bawahan yang lain loh. Bahkan membaca buku ini membuat saya tertawa sendiri, alamak bener saya juga merasakan seperti itu, alamak iyak banget kalau boss udah begitu dan begini.

Buku ini merangkum berbagai kicauan #CurhatStaf yang Pak Josef dapatkan melalui akun Twitter-nya. Pak Josef mengajak follower Twitter-nya untuk mengobrol selama sejam melalui tagar #CurhatStaf selama 6 bulan di tahun 2012. Obrolan tersebut berfokus pada keseharian yang mereka rasakan di bawah pimpinan masing-masing.
Segala kicauan curhatan ini bukan merupakan catatan keluh kesah atau tuntutan dari anak buah namun sebaliknya jika disimak dengan cermat justru membukakan mata bagi pemimpin. Karena masih banyak suara yang perlu didengarkan para pemimpin.
“Salah satu elemen yang sangat penting yang perlu diperhatikan oleh pemimpin adalah keterampilan ‘Mendengarkan’. Bukan sekedar membuka telinga, tetapi juga fikiran, hati dan seluruh diri untuk memahami semua anggota tim dan juga lingkungan.” (Pengantar Penulis -ix)
Buku dengan 232 halaman yang terbagi menjadi 6 bab ini merangkum hampir semua yang terjadi dalam dunia kerja hubungan antara atasan dan bawahan. Berbagai kasus yang disajikan semata-mata merupakan pengalaman yang telah Pak Josef alami. Inilah yang selalu saya suka dengan buku-buku maupun artikel yang selalu Pak Josef bagikan.

Pengemasan cerita disertai bagaimana konflik di dalamnya maupun solusi yang ditawarkan memberikan pemahaman yang berarti untuk saya selaku pembacanya. Terlebih dengan isi lembaran yang berwarna menambah daya pikat saya untuk terus melanjutkan hingga akhir. Dan tak lupa Pak Josef juga selalu menyebutkan judul buku dan pengarangnya jika mengawali satu pembahasan tertentu.
Menarik bukan temans? Saya jadi nambah knowledge tentang teori yang ada dalam buku-buku yang disajikan dalam buku ini. Bahkan yang saya suka dengan bertaburnya quote keren yang ada dalam beberapa pembahasan sub-bab.
Melalui buku ini juga memberikan insight untuk saya kelak jika ingin mengisi kembali sesi training bertemakan leadership maka contoh-contoh dalam buku ini bisa saya jadikan referensi untuk memperkaya materi yang akan disampaikan.
Dari keseluruhan bab, saya suka pembahasan tentang “Meredam emosi bos”, ya di sini diberikan beberapa cuitan tentang bagaimana agar si bos meredam amarah atau paling tidak menunda marahnya? Berbagai saran yang diberikan memang make sense bahkan ada juga saran untuk kita sebagai bawahan meminimailisir bos kumat darah tingginya ketika kita melakukan kesalahan. (hal. 125-127)
Agar Bos bisa meredam emosi – saat berhadapan dengan staf:
Tips Untuk Staf:
Saya berikan bintang ***** untuk buku ini, luar biasa mengangkat satu tema yang justru seringkali dianggap remeh, namun ternyata berarti untuk membangun tim kerja yang solid antara atasan dan bawahan.
Apakah kita termasuk bos yang baik? Bos yang asik? Bos yang mau mendengarkan? Bagaimana kriteria bos yang mendukung “Balanced Life“? Apakah kita termasuk bos yang peduli dengan pengembangan anak buah? Temukan semua jawabannya di buku ini.
Tak hanya untuk mereka yang menjadi atasan saja WAJIB membaca buku ini, akan tetapi sebagai bawahan juga perlu membaca ini agar bisa memahami juga bahwa tugas atasan itu tak semudah yang dibayangkan. Dan 1 hari membaca buku ini membuat saya tidak puas, saya kembali lagi intip part-part yang ada dalam buku. Sama seperti komentar Pak Tjia Irawan, “Saya terus baca dan baca lagi buku ini karena setiap kali membacanya ada insight baru tentang kepemimpinan.”
Demikian review buku keren kali ini, temans penasaran dengan buku ini? Mangga dicari di toko buku terdekat yah. Semoga dengan membaca buku ini membantu kita menjadi “Pemimpin Yang Dirindukan” bawahan.
josef:
Terima kasih Lukas, bergerak ke segala arah dan disetiap momen. Tak henti menularkan kebaikan, termasuk...
Lukas:
Selalu terinspirasi. Integritas tidak sekedar slogan tetapi menjadi Movement. Bergerak dari dari atas...
josef:
Langka awal adalah menyadari, lalu mencermati saya bisa apa dan apa yang perlu saya lakukan untuk bisa mulai...
josef:
Betul Icha: Respek dan Trust harus dibangun secara tulus. Dengan demikian kita bisa berkolaborasi dengan satu...
josef:
Terima kasih Icha untuk highlightnya. Sering kita lupa, kalau di keluarga hadir berbagai generasi yang juga...