Setahun Nursery Room, Mengapa Perlu Dirayakan?

Posted on November 27th, 2012

HARI INI ada dua tumpeng tersedia, ditambah dengan berbagai makanan dan minuman sekitarnya. Semua itu adalah sumbangan yang dibawa oleh mereka yang hadir. Menjelang jam 12.00, saya diminta untuk masuk ke ruangan, dan tidak ada seorang pria pun disana kecuali Arif, pemain key board. Hari itu adalah hari yang sangat special bagi ibu-ibu yang hadir di sini. Sebuah moment yang tidak ingin mereka lewatkan: Ulang Tahun Pertama hadirnya Ruang Laktasi (Nursery Room) di Danamon.

Latar Belakang

Untuk mengingatkan kita semua akan pentingnya Ruang Laktasi dan tanggung jawab berbagai pihak untuk penyediaan fasilitas ini di tempat kerja, Dewi memaparkan dalam presentasinya, yang saya ingin petikkan beberapa slide diantaranya:

1. Konsep dasar pemberian ASI eksklusif. Lihat diagram di bawah ini.

 

2.Peraturan yang ada: UU no 36/2009 tentang Kesehatan, pasal 128 (2) berbunyi: “Selama pemberian air susu ibu, pihak keluarga, pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat harus mendukung ibu bayi secara penuh dengan penyediaan waktu dan fasilitas khusus.

3. Sementara itu Peraturan Bersama Tiga Menteri: Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Menteri Tenaga Kerja & Transmigrasi dan Menteri Kesehatan No 48/MEN.PP/XII/2008, PER.27/MEN/XII/2008 dan 1177/MENKES/PB/XII/2008 tahun 2008 tentang Peningkatan Pemberian Air Susu Ibu Selama Waktu Kerja di Tempat Kerja.

 

Untuk apa perayaan tersebut?

Dalam sambutannya, ketua komunitas ibu-ibu tersebut mengingatkan tentang kepedulian Perusahaan kepada kebutuhan ibu-ibu. Bahkan peraturan perundang-undangan juga telah memberikan peluang agar di tempat kerja tersedia fasilitas tersebut.

Meski mereka harus menunggu sampai perusahaan berusia 58 tahun, namun hadirnya sebuah fasilitas sederhana untuk ibu-ibu yang sedang menyusui, adalah sebuah anugerah. Mengapa demikian?

1. Walaupun fasilitas ini belum sempurna, namun patut disyukuri, karena masih banyak teman yang belum mempunyai fasilitas ini, termasuk teman-teman satu perusahaan yang berada di gedung yang berbeda.

2. Menengok ke belakang, komentar teman-teman berikut ini layak disimak:

  • Aku sangat bersyukur dan seneng banget difasilitasi dengan ruangan khusus untuk memerah ASI. Bisa mompa dengan nyaman, bersih, higienis, ngga keburu2 krn diantri’in orang, bahkan bisa denger sharing dan tips2 dari temen2  yang sama2 ikut mompa, jadi tambah semangat ngasih ASI buat buah hati. (Berty Tjahyarini)
  • Pastinya Alhamdulillah bgt ada nursing room ini jd gk perlu lg di toilet, gk perlu lg nyium bau-bau yg aneh-aneh…(Sari Kuswandari)
  • Kalo inget lagi waktu anak pertama harus mompa di toilet  setiap hari, rasanya sedih banget. Boro boro higienis kan? Makanya begitu ada informasi tentang nursing room, haduh, bahagiaaaaaa banget. Akhirnya ada tempat yang nyaman dan higienis untuk mengumpulkan setiap tetes yang sangat berharga untuk Anakku.(Weti Kusmiati )

3. Hadirnya Ruang Laktasi juga menginspirasi ibu-ibu pengguna untuk saling menunjang dalam memberikan ASI eksklusif.

4. Bila seorang bayi telah melampaui masa 6 bulan menggunakan ASI eksklusif, maka akan dirayakan bersama, demikian juga setelah setahun. Ini akan mendorong ibu-ibu yang baru melahirkan untuk juga memberikan ASI eksklusif kalau perlu sampai lebih dari 1 tahun.

5.Melalui kebersamaan, mereka juga bisa saling belajar dari pengalaman masing-masing karena ada yang baru anak pertama, sementara teman lainnya sedang menyusui anak kedua.

6. Adapun perayaan hari ini adalah perayaan syukur akan sebuah anugerah yang sudah lama ditunggu. Karena itu, acara tersebut diawali dengan doa bersama, diikuti dengan pemotongan tumpeng

Komunitas dan Rencana Masa Depan

Dalam sambutan saya, tidak lupa saya ketengahkan dua inisiatif yang berhubungan: Ruang Laktasi dan Day Care Seputar Lebaran. Seperti kita ketahui bersama, saat-saat sulit yang dihadapi ibu-ibu seputar lebaran, adalah ketika Pembantu Rumah Tangga dan baby sister harus memilih pulang kampung seputar lebaran.

Dan bagi ibu-ibu tersebut pilihannya adalah harus masuk kerja atau tinggal di rumah mengurus anak dan rumah tangga. Dan ini bukan pilihan atau/atau, tapi keduanya harus dipilih. Karena itu Perusahaan mengedepankan bantuan berupa menghadirkan Day Care di tempat kerja.

Ruang meeting disulap menjadi tempat untuk Day Care, mengundang tenaga berpengalaman dari luar untuk menyelenggarakannya, dan ibu-ibu yang punya anak boleh membawa anaknya untuk berada di tempat kerja selama jam kerja. Ini merupakan inisiatif yang juga sangat dihargai.

Di samping itu, sudah ada rencana bahwa di tahun 2013, akan hadir lagi beberapa Ruang Laktasi di Kantor Jakarta dan beberapa kantor Wilayah di luar Jakarta. Perayaan hari itu sekaligus juga menandakan lahirnya komunitas POMCYN: Komunitas Pompa Cynta, dengan logo seperti tercantum berikut ini.

Semoga inisiatif ini akan turut menunjang upaya ibu-ibu untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayinya, dengan cara yang hygienis dan menyenangkan. (*)

Bookmark and Share

10 Responses to Setahun Nursery Room, Mengapa Perlu Dirayakan?

  1. Ahh,andai semua perusahaan, baik BUMN atau swasta, menerapkan hal yang sama secara serempak, pasti hasilnya jossss banget, seperti pak Jos Bataona. Hehehe…

  2. dewa says:

    Salam sejahtera,saya mengenal bapak Josef baru beberapa bulan sejak saya bergabung di HR, tetapi kesan saya terhadap bapak sangat luar biasa. Kager dan tercengang saat mendengar penjelasan dari Bapak Josef saat mau beerpisah.Banyak hal yg bisa saya dapatkan untuk bisa menjadi lebih baik dan berguna dalam hidup ini. Tak ada kata lebih yang bisa terucap, semoga Tuhan selalu menyertai dan memberkati Bapak josef sekeluarga. Amin

    • josef josef says:

      Terima kasih banyak Dewa. Lingkungan yg kita ciptakan bersama adalah juga lungkungan untuk bisa saling belajar. Dalam waktu singkat banyak hal yang telah kita pelajari dari antara kita semua. Terima kasih telah mencermati dasar kepergian saya, semoga Tuhan memberkati Dewa dan keluarga. Salam

  3. Ong Tek Tjan says:

    Dear Pak Josef,
    Salut atas inisiatif ini.
    Bentuk perhatian dalam sebuah perusahaan tidak harus berupa materi, perhatian seperti ini mempunyai nilai yang tidak terbatas karena langsung menunjukkan kepekaan yang tajam pada asset utama kelangsungan hidup organisasi yaitu SDM. Banyak perusahaan yang mengandalkan wanita dalam kesuksesan mereka malah tidak peka atas ini. Semoga hal ini ditiru oleh perusahaan lain, Pak.

    • josef josef says:

      Terima kasih Ong untuk kembali menggaris-bawahi pentingnya kehadiran sebuah Nursery Room di tempat kerja. Dan saya juga setuju bahwa perhatian kecil seperti ini akan memberikan dampak besar bagi semangat kerja karyawa kita. Terima kasih juga untuk terus menyimak kisah di blog ini.

  4. Sri Kumala Dewi says:

    Terima kasih Pak, telah dg jernih memahami pentingnya ruang laktasi di kantor. Pak Josef peduli ASI = Peduli generASI 🙂 Mgkn sebagian pihak menganggap ini tdk ada hubungannya dg profit perusahaan, tidak penting. Tp kami yakin, dari tangan Pemimpin yg hebat, lahir program yg manusiawi. Semoga Tuhan selalu melindungi Pak Josef dan Kel. Amin.

    • josef josef says:

      Terima kasih Dewi. Kita telah memulai perjalanan bersama. Saya hanya menunjuk arah, dan Dewi bersama teman2 telah lari cepat meraih hasil awal. Teruskan ini. janga lupa berbagi kisah ini kepada siapa saja, semoga teman2 lainpun bisa menikmati hal yang sama di tempat kerja masing2. Semoga Tuhan memberkati langkah kecil ini.. Salam

  5. Bonik says:

    Seandainya masih tersisa lagi waktu bagi kita utk tetap bersama sehingga pada akhirnya room ini bisa hadir palig tidak disetiap region sebagaimana cita2 Bapak. Sukses slalu buat Bapak sek ..

    • josef josef says:

      Terima kasih Bonik. Saya boleh bangga untuk informasikan bahwa minggu depan saya akan resmikan Nursery Room keempat dan sebelum akhir tahun sudah ada 5 Nursery Room di Danamon. Sudah dalam rencana bahwa tahun depan akan hadir Nursery Room di semua kantor Region, sehingga 2013 akan ditutup dengan hadirnya 10 Nursery Room di 7 kota besar di Indonesia. Dana saya akan saksikan dari luar dengan senyum gembira.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Most welcome coach Wiwin, Be ready for our next exciting project. Thank you for your meaningful contribution.

Herry Windawaty:
Always Inpiring Coach JB. Thank you for the opportunity for us to contribute

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...


Recent Post

  • Coaching and Inner Guidance
  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life