Posted on October 7th, 2014
“Knowing is not enough; we must apply!” (Goethe)
PENGALAMAN DARI TIGA PERUSAHAAN dengan lingkungan yang berbeda, memperkaya pemahaman saya tentang apa yang perlu dilakukan bila ingin membangun budaya Learning & Sharing. Perbedaan tersebut sengaja saya kedepankan ketika diminta untuk sharing dalam Seminar dan Eksibisi 1st Indonesia Digital and Social Learning (IDSL), yang diselenggarakan oleh Telkom Corporate University dan PortalHR, tentang tema ‘Incentive Strategy dalam Membangun Budaya Learning & Sharing.’
Dan pada kesempatan ini, saya juga menggaris-bawahi bahwa saya tidak hanya berbicara, tidak hanya mendorong, tapi saya sendiri juga mengambil langkah kongkrit bersama tim untuk membangun budaya tersebut, termasuk untuk memanfaatkan Media Sosial untuk berbagi. Foto bersama ibu Malla Latif dan Infografis yang merupakan resume materi presentasi saya.
Berbagi di Forum Umum
Di tengah-tengah kesibukan kerja, saya masih meluangkan waktu untuk berbagi di forum publik atau atas permintaan sharing dari teman-teman di perusahaan tertentu, terutama di hari Sabtu atau Minggu/Hari Libur. Dan tentu saja diantaranya saya harus menyampaikan permintaan maaf karena belum bisa memenuhi permintaan mereka.
Di samping permintaan berbagi depan peserta, ada saja permintaan saran, konsultasi atau bahkan coaching secara pribadi. Banyak diantaranya yang saya layani, baik via email, SMS, BBM, WA (whatsapp), DM (direct message) via Twitter, ataupun coaching melalui telepon atau langsung face to face. Dan jangan kaget, kalau sebagian dari mereka bahkan belum pernah saya ketemu, hanya berteman via Social Media.
Ini memperlihatkan, bahwa penggunaan Social Media secara digital, sudah tidak mengenal dimensi ruang. Ini terbukti juga dengan aktivitas KulTwit via Twitter yang bisa saya lakukan dari teras rumahku, untuk para mahasiswa-mahasiswi yang berada entah di mana di seluruh Indonesia, tanpa saya harus hadir dan berbagi di kampus mereka.
Pengantar Sesi: Sapaan via Social Media
Mereka yang aktif di social media dan kebetulan sedang mengintip aktivitas di time line-nya saat itu atau saat jam istirahat, tentu bisa mengikuti beberapa butir Twit yang saya gunakan untuk menyapa followers-ku di Twitter, Facebook dan LinkedIn, menjelang sesi sharing-ku di Indonesia Digital & Social Learning, pada Rabu 24 September lalu, sebagai berikut:
Dan tagar #BetterEveryDay adalah merupakan penggalan dari mottoku: Be Yourself But better Everyday. Moto ini senantiasa menjadi panduan hidup saya.
Intinya semua kita diciptakan unik, lengkap dengan semua talenta untuk sukses. Tugas kita adalah menggali dan mengenali berbagai talenta unik itu (Be Yourself). Selanjutnya buka diri untuk belajar dari semua yang ada di sekitarmu, setiap hari, karena mereka juga mempunyai talenta unik yang tidak Anda miliki. Belajar setiap hari akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik hari ini dibandingkan dengan kemarin dan besok lebih baik dibandingkan dengan hari ini (Better Every Day).
Foto berikut bersama teman-teman yang hadir di seminar hari itu.
Berbagi melalui Media Sosial
Saya sendiri menyadari bahwa contoh yang paling powerful tentang leadership adalah memberi contoh, contoh nyata dari seorang pimpinan. Jadi kalau saya berbicara tentang social media dalam konteks Learning and Sharing, saya sendiri harus meyakini dan melaksanakannya. Saya pun bisa mengutip berbagai kegiatan yang saya lakukan, sebagai contoh nyata.
Sejak diluncurkan di ‘tanggal sebelas bulan sebelas tahun duaribu sebelas (11-11-11)‘, blog di mana Anda sedang membaca artikel ini, telah menghadirkan 287 artikel (termasuk artikel ini), dan masih ada lagi yang terus hadir setiap hari Selasa dan Jumat jam 08:00 pagi.
Ini untuk memenuhi komitmen pribadi saya kepada khalayak untuk membagi ide, pengetahuan dan pengalaman saya sendiri. Blog ini juga ditunjang oleh akun Twitter @josefbataona dan Facebook, LinkedIn serta Instagram. Saat tulisan ini saya persiapkan, Minggu 28 September 2014, Statistic Google Analytics memperlihatkan bahwa, sejak diluncurkan, saya sudah mempunyai 52.432 pengunjung, yang telah berkunjung sebanyak 79.670 kali dan membaca 154.139 halaman artikel dari 284 artikel yang ada.
Dan bagian dari komitmenku yang masih saya penuhi adalah, setiap orang yang mengomentari, akan saya jawabi. Dan dari 284 artikel tersebut, saya sudah menanggapi 2.315 komen dari pembaca.
Melalui artikel yang saya tulis, komen dari pembaca dan tanggapan saya atas komen tersebut, kita memperoleh materi yang lebih kaya, terutama karena ada komen dengan perspektif yang berbeda. Tidak lupa saya mengucapkan terima kasih atas perhatian dan tanggapan semua peserta yang terus mengikuti berbagai posting di blog ini.
Ini merupakan artikel ketiga dari tiga rangkaian artikel tentang sesi saya di Indonesia Digital & Social Learning. Simak kedua artikel sebelumnya melalui link di bawah ini.
“Give away everything that you know, and more will come back to you than you can ever imagine.” (Che Garmen)
Baca juga 2 (dua) artikel terkait:
josef:
Terima kasih Lukas, bergerak ke segala arah dan disetiap momen. Tak henti menularkan kebaikan, termasuk...
Lukas:
Selalu terinspirasi. Integritas tidak sekedar slogan tetapi menjadi Movement. Bergerak dari dari atas...
josef:
Langka awal adalah menyadari, lalu mencermati saya bisa apa dan apa yang perlu saya lakukan untuk bisa mulai...
josef:
Betul Icha: Respek dan Trust harus dibangun secara tulus. Dengan demikian kita bisa berkolaborasi dengan satu...
josef:
Terima kasih Icha untuk highlightnya. Sering kita lupa, kalau di keluarga hadir berbagai generasi yang juga...
Tantangannya adalah seberapa jauh seorang pemimpin bisa menjaga komitmen dan menjadi role model pembudayaan bagi segenap lapisan di bawahnya…
Terima kasih Merza. Setiap kali kita melangkah ke posisi sebagai pemimpin, mari kita jadikan tantanganmu sebagai tantangan masing2 kita untuk komit dan menjadi role model. Terima kasih sekali lagi telah mengunjungi blog dan menyimak kisah ini.