Be Better With Limitless Mindset

Posted on October 1st, 2021

“Your mindset controls your actions; you can get anything you want once you are convinced that it is possible.” (Jim Kwik)

SIAPA SAYA hari ini banyak ditentukan oleh berbagai pengalaman dalam kehidupan lalu. Namun perlu dicatat, bahwa sejuta pengaruh yang kita dapatkan dari orang-orang sekitar kita atau lingkungan sekitar kita, baik itu positif atau negative, pada akhirnya kita yang memutuskan bagaimana kita menyikapinya. Jadi pernyataan yang bisa kita buat adalah: pilihan saya untuk menyikapi berbagai pengaruh disekitarku sejauh inilah yang membuat saya menjadi seperti ini.

Potensi Diri Tak Terbatas

Dalam bukunya yang berjudul Limitless, Jim Kwik menuturkan:

We all have incredible potentials that are waiting to be awakened, but we also have obstacles that try to make life harder and keep us from achieving our goals, and it is up to us to recognize and defeat them.

Dunia memang berubah cepat, dan perubahan itu datang bersamaan dengan berbagai tantangan. Karena itu kita perlu membuka diri untuk terus belajar berbagai pendekatan baru.

Hal yang paling penting untuk disadari adalah, Mindset yang kita miliki terbentuk dari pengalaman kita dalam memberikan response atau interpretasi pada situasi tertentu.

Latarbelakang dan situasi sekeliling memang memberikan pengaruh pada siapa diri kita saat ini. Namun demikian dengan limitless mindset, kita tidak akan membiarkan mereka menghambat dalam pencapaian tujuan kita. Bila kita mengerti bahwa semua potensi kita ada dalam kendali kita, maka potensi itu akan bertumbuh subur.

Penggalan pertama mottoku: Be Yourself, akan menggaris bawahi bahwa saya sepenuhnya harus mengenal diri dan potensi yang dimiliki, dan juga memegang kendali sepenuhnya atas pengembangan dan penggunaan potensi yang dimiliki. Bagaimana saya mengembangkan diri dalam koridor limitless mindset, penggalan kedua mottoku memberikan jawaban.

Dialog Yang Mencerahkan

Berawal dari komen coach Lyra Puspa, tentang tulisanku di blog pagi itu yang berjudul Pilihan Untuk Bahagia, yang selanjutnya menyinggung mottoku. Lyra Puspa, the President and Founder of Vanaya Coaching International dikenal luas sebagai South East Asia Ericksonian Coaching Guru, dan #1 Asian Brain-Based Master Coach. Berikut ini dialog melalui wa:

Lyra:   “Be Yourself, but Better Everyday?” itu sungguh dalam maknanya coach”

Josef: Terima kasih coach Lyra sudah berkenan menyimak tulisan ini.

Lyra: Jadi bertanya2 coach, maaf sekedar curious…

Mengapa “Be Yourself, but Better Everyday? Bukan – misalnya : “Be Yourself, and Better Everyday”?

Josef: Banyak yang bertanya demikian. Sejarahnya, moto awal  saya hanya Be Yourself. Dalam perjalanan saya menemukan bahwa saya terlalu PD (Percaya Diri) dengan moto itu dan tidak sepenuhnya sadar bahwa orang lain punya keunikan yang saya tidak punya. Sengaja saya gunakan BUT untuk membantu saya, tapi juga memberikan penekanan saat menjelaskan: Boleh2 saja menjadi diri sendiri, tetapi kalau tidak membuka diri untuk belajar dari yang lain, maka tidak maju2. Kalau saya gunakan AND diantaranya, hanya datar. Ada yang coba convince saya dari segi bahasa, mestinya YET bukan BUT, Tapi saya feel very comfortable dengan ini. Bahkan orang terus bertanya, dan kesempatan saya menjelaskan, bukan tentng BUT atau AND tapi makna dibalik itu.

Lyra: Well-noted coach. Terima kasih penjelasannya

Josef: Terima kasih sama2 coach. Cara universe mengatur untuk kita saling menyapa, sulit dipahami. Tapi terjadi seperti yang barusan

Lyra:   Semua sudah ada waktunya dan caranya ya coach. Koq ternyata pertanyaan yang ada di batin saya selama ini sudah direnungkan pula matang2 oleh c Josef

Josef: Kalau boleh saya lengkapi bagian Be Yourself: mengandung makna bahwa saya menerima siapa saya ini, menerima bahwa saya dilahirkan di sebuah desa terpencil, dari orang tua yang miskin harta tapi kaya akan pembelajaran hidup. Acceptance seperti ini, selain terus menumbuhkan rasa syukur, juga menghilangkan kecenderungan untuk menyalahkan orang lain, bila dalam perjalanan hidup saya mengalami berbagai tantangan, topan atau badai.

Lyra:   Be Yourself memang kalau secara positif berakar dari Self Acceptance & Gratitude coach. Dan itu betul2 gak mudah bagi banyak orang. Salut utk c Josef yang sudah mendapatkan hikmahnya…

Lyra:   Tapi memang secara rasa bahasa bisa menjadi seperti dikatakan c Jo tadi, yaitu bisa menjadi alasan bagi sebagian orang untuk Fixed Mindset. Tidak mau berubah karena beginilah saya…

Lyra:   Maka tambahan Be Better Everyday itu betul2 menunjukkan betapa Growth Mindset-nya c Josef. Karena yang dikejar bukan “Be The Best” yang berarti harus mengalahkan orang lain, tetapi “Be Better” yang justru mengalahkan diri sendiri dan tidak ada batasnya…

 

Sukses dengan Limitless Mindset

Bagian kedua dari motto ku: Better Everyday, memberikan pemaknaan bahwa kalau saya percaya bahwa semua orang diciptakan unik, artinya orang lain mempunyai talenta unik yang tidak saya punyai. Karena itu, kalau saya mau berkembang,  saya harus membuka diri untuk belajar dari siapa saja, dari atasan, bawahan, rekan kerja atau dari situasi mana saja yang dihadirkan semesta dihadapan kita setiap hari.

Perjalanan hidup dalam menanggapi berbagai peluang tak terbatas hendaknya tidak membuat kita menjadi sombong karena hasil yang dicapai, tapi hendaknya membuat kita semakin membumi sebagai pribadi yang rendah hati, yang terus hadir untuk melayani.

“You can be this limitless person; it all comes down to the choices you make and how determined you are to follow through with them. With the right mindset, motivation, and method, you can be anything you want to be.” (Jim Kwik)

Bookmark and Share

4 Responses to Be Better With Limitless Mindset

  1. Waktu itu juga saya sempat punya pertanyaa seperti coach Lyra Pak, dan akhirnya terjawab dalam postingan ini ttg motto Be your self but better everyday..
    Setuju pak terUs belajar dari siapapun dan kapanpun agar lebih baik

    • josef josef says:

      Terima kasih Herva, mudah2an tidak hanya terjawab tapi tahu lebih dalam tentang motto tersebut. Info saya kalau masih ada yang perlu diklarifikasi. Salam – Josef

  2. Santi Sumiyati says:

    Selamat siang, Pak Josef. Membaca tulisan Bapak kali ini seperti mendapat cubitan kecil, yang mengatakan ” Wahai diri, camkan apa yang ditulis Pak Josef, buka pikiranmu dan hatimu, terima dirimu dengan penuh syukur, sehingga engkau akan semakin baik sebagai sebuah pribadi, dan akhirnya bisa memberikan dampak baik untuk sekitar.”. Terima kasih banyak untuk tulisannya yg luar biasa, Pak Josef.

    • josef josef says:

      Terima kasih Santi, dan maafkan kalau cubitannya agak sakit. Namun tujuannya adalah untuk saling belajar dan saling mengingatkan. Salam

Leave a Reply to josef Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih Lukas, bergerak ke segala arah dan disetiap momen. Tak henti menularkan kebaikan, termasuk...

Lukas:
Selalu terinspirasi. Integritas tidak sekedar slogan tetapi menjadi Movement. Bergerak dari dari atas...

josef:
Langka awal adalah menyadari, lalu mencermati saya bisa apa dan apa yang perlu saya lakukan untuk bisa mulai...

josef:
Betul Icha: Respek dan Trust harus dibangun secara tulus. Dengan demikian kita bisa berkolaborasi dengan satu...

josef:
Terima kasih Icha untuk highlightnya. Sering kita lupa, kalau di keluarga hadir berbagai generasi yang juga...


Recent Post

  • Berdampak dan Menciptakan Perubahan
  • Upward Bullying Terhadap Toxic Leader
  • Menemukan WHY dari Laut Lamalera: Belajar dari LAMAURI
  • Bijak Memimpin Lintas Generasi
  • Saat Integritas Menjadi Gerakan
  • Wujud Nyata Leader as BRIDGER
  • Ketika Jabatan Berakhir – MAKNA Berlanjut
  • PEACE HR: Menjaga Human Touch di Era AI
  • Di Bawah ATAP Itu Kita Belajar dan Bertumbuh
  • Lukisan Legacy Sarat Makna