Canda Pagi

Posted on July 15th, 2022

“Of all the attitudes we can acquire, surely the attitude of gratitude is the most important, and by far the most life-changing.” (Zig Ziglar)

KRING dering HP yang tidak diterima. Tiga miss-call terbaca jelas usai olahraga pagi dan saya langsung menelpon balik. Tilpon dari putriku Eka. Hallo …  selamat pagi Eka, maaf tadi bapa masih olahraga, Eka tilpon dari mana? Tilpon dari tadi….! Demikian jawab Eka. Saya langsung tertawa girang. Dan saya juga paham hobi putriku yang sering dia banggakan, hobi memancing. Maksudnya? Iya, hobinya memancing, mancing ketawa, mancing …. macam2 lah,

Selain tubuh yang segar usai jalan pagi bersama istriku Lena, pikiran dan hatikupun segar berkat pancingan tawa dari putriku Eka. Awal hari yang menyenangkan. Dengan HP saya mencoba juga merekam suasana di langit yang menampilkan warna biru dan awan putih, seakan ingin turut mewarnai kegembiraan pagi ini.

Refleksi & Mengingatkan Kebiasaan Orangtua

Pagi-pagi sudah menerima sapaan sekaligus reminder dari adik, Pater Piter Bataona:

Pagi dear tata Jos

“Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja kepada salah seorang yang kecil ini, karena Ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sungguh, Ia takkan kehilangan upahnya.” Mat. 10:14-11:1

ADA UPAH KARENA MEMBERI  MINUM AIR SECANGKIR.

Aku iklas berdoa untukmu. Sampaikan salamku dan berkat untuk keluarga. SENYUM selalu dan nikmati hari penuh ceriah!

SELAMAT ULANG TAHUN TATA. DOAKU DAN BERKAT TUHAN. SEHAT SELALU.

Sebuah refleksi segar, mengingatkan saya dan keluarga akan tanggung-jawab sosial, bahwa diperlukan kepedulian akan sesama yang perlu dibantu. Karena itu kegiatan keluarga rutin di Lamalera Lembata NTT seperti dibawah ini  terus kami lakukan secara berkala. Ini juga merupakan salah satu  warisan kebiasaan dari orang tua kami.

Refleksi yang sama juga disampaikan oleh pater Timo, yang merayakan Misa syukur di rumah Lamalera hari itu.

Pater Timo Tapoona, penerima beasiswa dari keluarga kami, saat masih sekolah di SD/SMP Lamalera Lembata NTT. Saat ini bertugas di Perth Australia dan sedang berlibur di kampung. Dia diundang dan berkenan memimpin misa syukur di rumah kami, bersama para jompo, janda, yatim, sebelum mereka menerima paket sembako dari keluarga kami. Mereka juga bersukacita dengan tarian daerah.

Pesan dan Pelajaran Hidup dari Sahabat

Sebuah kebiasaan unik dari seorang sahabat, Wiryawan Theodorus. Tiap kali kita merayakan ulang tahun, dia bukan saja mengucapkan selamat ulang tahun, tapi juga disertai tulisan reflektif yang sangat bagus, seperti berikut ini:

Pak Josef berbahagia, belakangan ini kami sering mendengar kata Omakase. Kata omakase secara harfiah berarti Aku meninggalkanmu dalam kenangan indah dan ini adalah sebuah bentuk relasi antara pelanggan dan koki yang akan menyiapkan resep yang cocok dan pas . Ada rasa saling percaya.

Kata omasake berasal dari kata kerja makaseru yang artinya percaya. Dengan mengatakan kata itu kita mempercayakan makanan yang akan kita nikmati kepada koki. Akibatnya setiap kali datang saya percaya koki akan membuat kejutan atau mengejutkan saya dengan apa yang akan disajikan

Istilah Omakase populer tahun 1990 an dan  berasal dari sushi restoran. Dengan Omakase memungkinkan pelanggan  dapat memesan makanan sesuai rekomendasi Chef dan dengan demikian kita yang belum mengenal sushi tidak perlu malu bertanya dan menikmati apa yang kita inginkan sesuai rekomendasi chef.

Ternyata konsep Omasake disukai dan merambat ke bar yang menyajikan minum alkohol, lalu kedunia fashion. Bahkan saat ini terdapat layanan  omakase untuk wisata penuh aneka kejutan, kuliner penuh sensasi, bahkan sampai untuk hal hal lain. Omasake menjadi kian akrab dan menjadi identitas yang khas.

Minggu lalu Saya, istri serta anak dan mantu mencoba Naughty Goat Coffee Artisans di Legian Bali. Saya melihatnya ini bukanlah kafe atau kedai kopi. Akan tetapi tempat para pencicip kopi omakase. 

Kami dilayani  oleh  Winston pemiliknya. Ia memilihkan kopi pilihan istimewa dan membuat kami melupakan setiap cangkir kopi lain kecuali yang ada di depan kami. Untuk menikmatinya, kami tidak perlu mengerti kopi, tapi kami menikmati sambil mendengar  penjelasan Winston. Kami menikmati manual brew, cold brew, espresso, carbonated, warerback, rocks dll. Resto ditutup hanya melayani kami secara personal.

Pengalaman minggu lalu memperlihatkan biji kopi yang sama bisa jadi menimbulkan citarasa kopi terasa lain di tangan yang beda. Khas sentuhan dalam omasake. Menjadi identitas tersendiri.

Pak Josef, saya sharekan hal ini karena Pak Josef  memiliki identitas yang jelas sebagai pribadi yang ramah, penuh empati, pandai, percaya kepada kebaikan, berbelarasa dan sebagai pribadi yang terbuka terhadap kebenaran.

Selamat ulang tahun Pak Josef Bataona. Sehat selalu dan identitasmu begitu nyata dan menginspirasi banyak orang dengan perjalanan hidup pak Josef.

Ketika manusia menghadap sang pemilik kehidupan, kepedulian paling utama dari Allah bukanlah apa agama kita, melainkan sejauh mana kita sungguh mengenal kehendakNya dan setia melaksanakannya untuk mencintai sesama sebagai dasar keutamaan hidup. Inilah identitas khas manusia dan hal ini terlihat begitu nyata semoga hal ini terus terlihat dalam diri Pak Josef.

Ulang tahun ini menjadi penegasan identitas diri kehadiran kasih Allah melalui pak Josef.

Semoga pak Josef diberikan limpah berkat dariNya dan diberi kesehatan lahir batin dan sukacita agar semakin banyak orang mengenal wajah Allah yang Rohim dan berbelas kasih serta pengampun. Berkah Dalem.

Tanggapanku atas Tulisan pa Wiryawan

Terima kasih pa Wir. Seperti biasa, kreativitas dalam bertutur dan menggambarkan sesuatu sungguh unik dan mendalam. Saya mungkin masih jauh dari pribadi yang digambarkan. Tapi saya justru menggunakan ini sebagai cermin untuk mengaca, sekarang dan dalam perjalanan nanti: bagaimana saya bisa me-reinforce nilai2 positif tersebut, untuk memberikan makna bagi banyak orang, berdasar kasih yang tulus. Saya ingin terus menjadi lebih baik, sesuai moto hidupku: Be Yourself, but Better Every Day. Terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu. Terima kasih sekali lagi pa Wir.

Tanggal 11 Juli malam, kami sempatkan berkumpul dengan keluarga terbatas untuk doa syukur dan menikmati karunia Tuhan yang disediakan istriku Lena.

Sukacita yang diciptakan, semoga bisa memberikan kekuatan dalam melangkah kedepan. Syukur yang kami haturkan bukan karena umurnya dipanjangkan, tetapi bahwa kami diberi kesempatan lagi untuk membagi manfaat positif bagi banyak orang, sesuai talenta yang diberikan kepada kami.

“God gave ME a gift of 86,400 seconds today and everyday. Have I used one to say “THANK YOU?”. (Self Reflection, refer to William A. Ward’s quote)

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Semangat pagi Santi, terima kasih untuk terus menyimak tulisan di blog ini. Semoga bermanfaat, terutama dalam...

Santi Sumiyati:
Selamat pagi Pak Josef. Membaca tulisan Bapak seperti “me-recharge daya” pikiran dan...

josef:
Terima kasih Reinaldo. Saran sederhana sudah dicantumkan dalam komenmu: leader yang mau paham situasi, minta...

Vicario Reinaldo:
Terima kasih untuk sharingnya Pak Josef. Resonate sekali dengan saya yang sering membantu para...

josef:
Terima kasih catatannya mas Anton, setuju harus pandai membawa diri, dalam membangun trust dan respect dari...


Recent Post

  • Mindset Sehat Penuh Syukur
  • Memasuki Lingkungan Baru
  • Menyikapi Teknologi Secara Bijak
  • Sejuta Senyum PEACE HR Society
  • Saling Menyemangati
  • Generosity of Spirit
  • Ciptakan Pengalaman Bermakna
  • Apa Yang Engkau Cari?
  • Asyiknya Belajar Bersama
  • Komitmen Perusahaan akan Peran Ibu