Kartini Zaman Now

Posted on April 27th, 2018

“Tidak ada sesuatu yang lebih menyenangkan, selain menimbulkan senyum di wajah orang lain, terutama wajah yang kita cintai.” (R.A. Kartini)

MAKNA DAN PELAJARAN. Bila kita jeli, kita akan menangkap berbagai perubahan sejak kehadiran R.A. Kartini. Srikandi hebat di pentas Indonesia bisa kita saksikan di hampir semua bidang kehidupan. Dan kehandalan mereka sudah melintas negara, mendapat pengakuan dari dunia. Dan ternyata Srikandi Indonesia, bisa muncul ke atas pentas nasional dan internasional tidak harus menunggu rambut uban. Di usia sangat dini pun prestasi mereka sudah dikenal di manca negara.

Mengejar Mimpi di Balik Batas Imaginer

Setiap tahun, tanggal 21 April selalu digunakan untuk menggugah wanita Indonesia akan kesempatan yang sama yang bisa diraih oleh siapa saja di pentas manapun juga.

27 April 2018_Kartini Zaman Now1

Karena itu pesan bijak yang disampaikan seorang Srikandi Indonesia kita, memang layak disajikan di hari yang penting ini:

“Bebaskanlah pikiranmu bahwa perempuan adalah sebuah keterbatasan. Langkahkan kakimu jauh ke depan bersama kebebasan, bersama Kartini-Kartini baru.” (Susi Pudjiastuti)

Sementara itu suara R A Kartini ini akan terus berkumandang karena tetap selalu relevan:

“Tiada awan di langit yang tetap selamanya. Tiada mungkin akan terus-menerus terang cuaca. Sehabis malam gelap gulita lahir pagi membawa keindahan. Kehidupan manusia serupa alam.” (R.A. Kartini)

Tak Hentinya Belajar

Seperti halnya di perusahaan lain, di tempat kami pun diciptakan momen untuk bisa mengenang R A Kartini dan berbagai pesan bijaknya. Dibuatlah kompetisi foto yang harus diupload di Instagram dengan tagar #indofoodkartiniandjamannow. Salah satu dari @teguhsano berikut ini dibuat dengan caption “Leaders don’t create followers. They create more Leaders Kartini.

??????????

Sementara itu foto berikut ini boleh jadi memberi pesan: kalau mereka bisa bahagia dengan momen Kartini seperti ini, mereka juga bisa menciptakan berbagai momen untuk kebahagiaan bersama yang lain, termasuk teman kerja atau keluarga yang dicintai.

27 April 2018_Kartini Zaman Now3

Dalam lingkungan majemuk, di manapun kita berada, kita perlu menyimak secara lebih bijak pesan berikut ini, agar kita bisa mengatur pola perilaku kita, terutama dalam menghadapi berbagai perbedaan yang hadir dihadapan kita.

“Lebih banyak kita maklum, lebih kurang rasa dendam dalam hati kita. Semakin adil pertimbangan kita dan semakin kokoh dasar rasa kasih sayang. Tiada mendendam, itulah bahagia.” (R.A. Kartini)

Sukses dan Hati Nurani

Di bagian penutup ini, saya sajikan beberapa petikan menarik. Foto berikut seakan Ibu Kartini (foto tengah) sedang memberikan petuah kepada Kartini zaman Now:

27 April 2018_Kartini Zaman Now4

“Jangan mengeluhkan hal-hal buruk yang datang dalam hidupmu. Tuhan tak pernah memberikannya, kamulah yang membiarkannya datang.” (R.A. Kartini)

Atau pesan kekinian dari ibu Menteri Susi:

“Cari pekerjaan yang Anda suka. Berkarir, berfikir, ber-eksplorasi dengan kegembiraan. Kalau Anda gembira, tenaga Anda juga besar. Kalau tenaga Anda juga besar, anda akan mencapai hal yang lebih besar. Kalau Anda tidak suka, cari yang Anda suka, belajar yang Anda suka. Kegembiraan adalah energi.” (Susi Pudjiastuti)

Menyukai pekerjaan berarti juga menerima rekan kerja dengan keahlian dan diri mereka masing-masing. Perusahaan memang menerima masing-masing kita karena kebutuhan akan kompetensi yang berbeda-beda.

Sementara itu ibu Menteri Sri Mulyani memberikan pesan yang menggaris-bawahi pentingnya seorang pemimpin yang punya karakter, yang punya integritas:

“Bagi saya definisi kemenangan dan keberhasilan itu ada tiga : Selama saya tidak menghianati kebenaran. Selama saya tidak mengingkari hati nurani. Dan selama saya bisa menjaga harga diri dan martabat saya.” (Sri Mulyani)

Foto yang disajikan CHR ini ingin menyampaikan kepada ibu Kartini, seandainya engkau masih bisa melihat kami, pasti engkau bangga bahwa wanita bisa bersama-sama pria berkarya, setara dalam berjuang bersama demi kehidupan yang lebih bermakna.

??????????

Dan tulisan ini akan saya akhiri dengan sebuah pesan bijak dari ibu Menteri Sri Mulyani yang mengajak kita semua (bukan saja para Kartini zaman now) untuk menyenangi apa yang dikerjakan, bangun gelora untuk berkreasi di manapun kita bekerja, karena keputusan untuk menerima sebuah pekerjaan adalah keputusan yang sudah diambil penuh kebebasan dan tanggung-jawab.

“I always enjoy the job and the work that I do, because that’s the condition that I attach in accepting any job. This way, I can really work and dedicate myself to the institution for achieving the goal which I believe is a noble one.” (Sri Mulyani)

Note: Karena Selasa 1 Mei 2018 adalah hari libur, maka tidak ada posting baru. Posting baru akan hadir kembali Jumat 4 Mei 2018.

= = = = = =

Selain hadir di blog: https://www.josefbataona.com/

Saya juga bisa ditemui di:

Bookmark and Share

2 Responses to Kartini Zaman Now

  1. Santi Sumiyati says:

    Terima kasih Pak Josef, untuk mengingatkan saya untuk lebih mencintai dan mensyukuri pekerjaan saya sehingga dapat memunculkan energi yang besar dan positif untuk menjalaninya. Terima kasih Bapak.

    • josef josef says:

      Terima kasih sama2 Santi, biasakan mensyukuri apa yang ada ditangan, akan menjadi fondasi yang kokoh untuk membangun mindset positif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih Sutjipto untuk menggarisbawahi pentingnya menjaga kesehatan. Biasanya kita menyadari pentingnya...

josef:
Terima kasih Sutjipto, semua itu perlu prsiapan, termasuk persiapan mental untuk memasuki dunia yang boleh...

josef:
Terima kasih Koekoeh, inilah maknanya berbagi siapa tahu ada yang bisa dimanfaatkan oleh teman lainnya. Yang...

Sutjipto Budiman:
Sangat setuju, kalau kita tidak sehat bagaimana mau produktif. Kalau pun sudah punya uang, uang itu...

Sutjipto Budiman:
Selamat menjalani kehidupan baru Pak. Sangat berkesan dan memberi pelajaran bahwa Bapak...


Recent Post

  • Tak Selamanya Mendung Itu Kelabu
  • Setelah Baju Itu Kutanggalkan
  • KESEHATAN: Harta Tak Ternilai
  • Perhatian Kecil Berdampak Besar
  • Kesan Positif Yang Ditinggalkan
  • Bahagia di Tengah Harmoni
  • Keberagaman Talent Ciptakan Sukses
  • Tetangga Lapar Tanggung Jawab Kita
  • Bangga dengan Pekerjaanku
  • Saatnya Mengisi Baterei