Kejutan di Akhir Episode

Posted on April 28th, 2017

“Healing may not be so much about getting better, as about letting go of everything that isn’t you – all of the expectations, all of the beliefs – and becoming who you are.” (Rachel Naomi Remen)

KEHIDUPAN INI semestinya dilihat sebagai satu kesatuan sejak lahir hingga akhir hayat. Tapi kita juga bisa melihatnya sebagai kumpulan berbagai episode, dengan cerita yang beragam dan menarik.

Namun demikian setiap episode bukan merupakan penggalan yang terpisah, tapi justru berkaitan satu sama lain. Dan yang perlu digaris-bawahi adalah perjalanan episode ini akan mempersiapkan kita untuk menapaki episode berikutnya.

Dengan menyadari ini, maka tugas apa saja yang hadir dihadapan kita saat ini, akan kita kerjakan dengan sungguh-sungguh. Dengan sepenuh hati kita menyelesaikannya sambil mengumpulkan pelajaran hidup yang belum tentu berulang kembali.

Nyaris tidak percaya

Karier Lisa sedang menanjak cemerlang di dunia perbankan. Mungkin karena fokus berlebihan pada kariernya, dia mulai mengabaikan elemen penting lainnya dalam kehidupan yang berimbang.

Dunia tarian yang dia tekuni sejak lama, mulai kurang mendapatkan waktu. Padahal kalau mendengar kisahnya tentang momen di mana dia hadir terutama sebagai peserta kontes, rasanya semua kebahagiaan ini adalah milik dia, dan hanya ini adalah dunia yang membahagiakan.

Apalagi pesan gurunya selalu hadir di saat-saat seperti itu: We dance to express not to impress.” Di momen seperti ini dia bisa tampail maksimal sebagai dirinya sendiri secara utuh.

Demikian juga ketika dia mulai berkenalan dengan yoga, dia mulai merasakan ada energi baru yang mulai tumbuh dalam dirinya, di mana akses terhadap energi positif di alam semesta ini bisa didapatkan dengan mudah melalui yoga.

Tapi kariernya di dunia perbankan sedang menantang dia untuk bisa naik lagi ke puncak lebih tinggi lagi. Didukung oleh otaknya yang encer ditambah dengan ambisi suksesnya yang sangat kuat, dia berusaha maksimal. Sangat menyita waktunya.

Sisi kehidupan lainnya sudah mulai mendapat porsi waktu yang lebih sedikit. Pada akhirnya bukan kebahagiaan hidup yang dia dapatkan dari karier yang ambisius tersebut, tapi malah mengantarnya ke rumah sakit.

Denyut nadi dan tanda-tanda vital lainnya sempat berhenti. Sungguh berhenti selama 30 detik, mati suri. Tapi Tuhan masih memberikan dia kesempatan kedua. Berikut foto Lisa Samadikun dan bukunya yang sangat inspiratif, “Teruntuk, Bahagia…”

Kejutan di Akhir Episode

Ternyata kuncinya ada di kantong

Setelah hidup kembali, Lisa masih menjalankan pemeriksaan untuk mencari penyebab sakitnya sehingga bisa menemukan therapy yang sesuai. Akhirnya dokter berhasil menemukan titik terang dalam sebuah dialog dengan Lisa, di mana diketahui bahwa Lisa  pernah menekuni Yoga, tapi berhenti 9 bulan yang lalu  karena sibuk, tidak punya waktu.

Dan dokter langsung menyarani untuk memasukkan Yoga dalam menu therapy-nya, setelah mengetahui bahwa itulah salah satu aktivitas yang membuat Lisa merasa damai, balanced, energized dan bahagia.

Dengan sebagian tubuhnya yang sulit digerakkan, dia mencoba latihan, menekuk lutut. Sakit!!

Putus asakah dia? Tidak!

Semangatnya dia bangkitkan melalui pikiran positifnya. Lututnya mulai bisa ditekuk setengah inch lebih rendah …. Terus dicoba berhari-hari tanpa putus asa… hari berganti minggu…. minggu berganti bulan….

Akhirnya Lisa bisa jongkok kembali melalui energi yang dia peroleh melalui teknik Yoga… dan singkat cerita, anak manusia yang sempat sekian detik menghilang dari dunia ini, kini segar dan bugar kembali.

Dia sungguh yakin bahwa semuanya itu karena mindset positif yang dia bangun di pikirannya, bahwa dia BISA; bisa sembuh kembali, bisa bugar seperti sedia kala. Ini berkat yoga yang dia tekuni dan dijalankan dengan sepenuh hati, yang ternyata muncul secara ajaib sebagai kunci pembuka pintu kesempatan kedua, memulai episode kehidupan berikutnya.

Bersyukur tiada hentinya

Berapa banyak dari kita yang mengeluh karena dipaksa orang tua untuk kursus Bahasa Inggris atau kursus ketrampilan lainnya ketika masih di SMP atau SMA? Tapi sekarang sangat berterima kasih bahwa kesempatan itu telah diberikan oleh orang tua kita.

Melihat perjalanan hidup seperti yang diceritakan di atas, Lisa sungguh sangat berterima kasih bahwa orang tuanya telah memberikan kesempatan dan membiayai kegiatan dance dan yoga. Apalagi kalau ternyata yoga itu yang membuat dia bisa bangkit kembali dari keterpurukan kondisi badan yang kesembuhannya sulit dibayangkan saat itu.

Dorongan sembuh juga datang dari momen dengan dialog berikut ini dengan anaknya Rico, ketika anaknya mendatangi tempat dia berbaring sakit untuk mengucapkan selamat pagi dan pamit ke sekolah.

“Mama di rumah aja?,” tanya Rico.

Lisa mengangguk, “Ya, nak, mama kan masih sakit, jadi di rumah saja.”

“Jadi mama di rumah kalau sakit aja? Nanti kalau sehat mama balik kerja?,” tanya Rico.

“Iya,” jawab Lisa yakin, karena merasa tidak mungkin meninggalkan kariernya yang dianggap bagian penting dari hidupnya.

“Jadi, kalau sehat mama di kantor. Kalau sakit di rumah. Trus main sama aku di rumah pas sehatnya kapan?”

Pertanyaan polos seorang anak, terdengar seperti gemuruh gunung runtuh di telinga Lisa. Sepeninggal Rico ke sekolah, Lisa menangis merenungi pertanyaan itu.

Untuk apa dia hidup? Buat apa bekerja kalau tidak membahagiakan anaknya? Apa makna karier itu kalau hanya untuk memenuhi ego pribadi?

Refleksi atas pertanyaan ini membuatnya merancang episode kehidupan baru di mana dia bisa berkarya sambil memberikan lebih banyak waktu untuk anaknya di rumah. Kemampuan yoga ternyata telah membuka pintu kesembuhannya, sementara pertanyaan Rico justru membuka cakrawala baru kehidupannya.

Dalam episode baru, Lisa bisa mengerjakan apa yang dia cintai di studio yoga miliknya, tapi juga terus membagi kisah kehidupan bagi orang lain.

Pertanyaan yang masih akan terus hadir menggugah Lisa atau siapa saja untuk merenungi makna perjalanan hidup masing-masing: “Sudahkan kamu hidup hari ini? Are you really here and now, body, mind and soul? Sudahkah Anda menemukan makna hidup yang membahagiakan? Dan terakhir, bersediakah Anda membagi kebahagiaan hidup itu dengan yang lain?”

“Giving and helping from the heart becomes like a magnet, amplifying the energy to all those involved in the exchange.” (Heidi DuPree)

Bookmark and Share

8 Responses to Kejutan di Akhir Episode

  1. Lisa Samadikun says:

    Terimakasih banyak Pak Josef sudah sharing ini…selalu berbahagia ya Pak untuk appapun yang disodorkan semesta.ke hadapan kita semua..salam Bahagia @lisayoga42

    • josef josef says:

      Terima kasih juga mba Lisa telah membolehkan kami semua belajar dari perjalanan hidupmu yang sangat menginspirasi. Salam

  2. mudji says:

    Dear Mba Lisa & Pak Jos,

    Terima kasih banyak sudah berbagi kisah yg membuat saya menjadi lebih mengerti makna bahagia yg sesungguhnya.

    • josef josef says:

      Terima kasih Mudji, kita semua terus belajar, termasuk belajar untuk berbahagia, dengan mensyukuri berkat yang kita peroleh setiap hari. Salam

  3. Pak Josef membaca ini sungguh tertampar rasanya , kadang saya terlalu egois untuk berambisi mencapai kebahagiaan sendiri tanpa menyadari keadaan orang disekeliling kita. Noted pak terimaksih atas kisah ibu Lisa ini 🙂

    • josef josef says:

      Terima kasih Herva, ada saatnya dimana kita melangkah pasti,ada pula saatnya kita diingatkan karena kebablasan. Ada colekan teman yang tidak kita gubris, ada pula saatnya alam menyapa dengan caranya sendiri agar kita mendengarkan. Kita hanya dituntut untuk peka, membaca tanda2 diseputar kita, dan terus belajar. Salam

  4. Imel Kotto says:

    Sharing yang bagus dan menginspirasi pak Josef..
    Kadang kita tidak tahu kemana tujuan kita dalam mengerjakan sesuatu, tenggelam dan terjebak oleh yg kita kerjakan tanpa menyadari apakah kita sdh membahgiakan orang yg kita cintai bahkan diri sendiri..
    Dan tulisan ini sungguh menggugah…
    Thanks pak…

    • josef josef says:

      Terima kasih Imel, dalam hidup bermasyarakat, kita memang perlu saling mengingatkan, agar bisa tumbuh bersama menjadi lebih baik. Bersama kita bisa menciptakan masyarakat yang lebih baik. Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Most welcome coach Wiwin, Be ready for our next exciting project. Thank you for your meaningful contribution.

Herry Windawaty:
Always Inpiring Coach JB. Thank you for the opportunity for us to contribute

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...


Recent Post

  • Coaching and Inner Guidance
  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life