Learn Unlearn Relearn

Posted on October 2nd, 2020

“Every day you must unlearn the ways that hold you back. You must rid yourself of negativity, so you can learn to fly.” (Leon Brown)

MENJADI LEBIH BAIK, kita perlu terus membuka diri untuk belajar dari siapa saja atau dari apa saja yang hadir didepan mat akita setiap hari. Atas izin Yolanda Icha Aprilia, saya hadirkan pembelajaran yang dia dapatkan dari webinar yang saya sajikan bersama karwayan Du’Anyam, yang mayoritas berada di Kalimantan dan Flores.

Du’Anyam dan Kiprahnya

Dari websitenya bisa jelas kita membaca apa misi mulia dari hadirnya Du’Anyam:

Working closely with the talented women of Flores, East Nusa Tenggara, Du Anyam creates wicker products through the most authentic craftsmanship.

With the goal of economically empowering and improving the health of these women in rural areas around Indonesia, Du Anyam is a brand built upon the values of its founders.

The three pillars of Du Anyam are: Empower Women, Promote Culture, and Improve Lifelihood

Saat ini hasil yang diraih sudah bisa membanggakan, berkaitan dengan mengangkat kehidupan ibu-ibu lebih baik secara finansial, sehingga mereka bisa memberikan keluarganya makanan bergizi, bisa berobat atau menyekolahkan anaknya.

Untuk memberikan inspirasi bagi para pegiat Du’Anyam, saya diminta untuk berbagi di webinar dengan judul: Menjadi Pemimpin Pembawa Makna.  Berikut postingan IG Story dari Hanna Keraf, salah satu pendiri Du’Anyam.

Kali ini saya akan mengangkat kesan salah seorang peserta yang dikirimkan kepada saya melalui email berikut ini.

Apresiasi dan Terima Kasih

Sebelumnya, perkenalkan nama saya Yolanda Ica Aprilia, salah satu peserta webinar tadi siang, yang diisi oleh bapak Josef sebagai pematerinya. Saya berniat menghubungi bapak kembali untuk menyambung tali silaturrahmi sekaligus ingin mengapresiasi dan mengucapkan banyak terima kasih yang luar biasa kepada bapak.

Pak, terima kasih sudah menjadi sosok inspiratif yang selalu mengingatkan kami tentang meletakkan empati sebagai prioritas dalam berhubungan dengan manusia lainnya. Terima kasih juga karena menunjukkan kepada saya dan teman-teman akan makna kerja keras, pantang menyerah dengan keadaan, ketulusan, serta pentingnya selalu berpikir positif dalam menghadapi banyak tantangan kehidupan.

Menapaki Karier dari NOL

Saya merasa sangat tersentuh mendengar cerita bapak, memulai semuanya dari 0, dari desa, hingga bisa menjadi sosok besar yang menginspirasi banyak orang. Apabila boleh jujur, di sepanjang materi bapak saya menahan tangis, hati saya bergetar mendengar kisah perjuangan bapak. Di sisi lain, kisah bapak juga sukses menampar saya dengan sangat luar biasa. Saya bisa merasakan bagaimana kerja keras, jatuh bangun, dan perjuangan bapak dalam meraih mimpi meski dengan keterbatasan yang ada. Sebab hal itu, juga saya rasakan sendiri dalam kehidupan saya.

Saya lahir dari keluarga sederhana, namun kaya akan pembelajaran seperti yang tadi bapak singgung dalam cerita. Orang tua saya merupakan penjual kopi gerobakan yang kini harus dengan berat hati menutup usahanya karena pandemi, dan beralih menjadi pedagang buah demi bisa menyambung hidup. Terkadang, saya merasa hidup ini tidak adil dan sesekali menyalahkan keadaan, mempertanyakan pada Tuhan mengapa dari sekian juta umatnya, Ia selalu memilih saya untuk ditempa tanpa henti, tanpa jeda. Saya merasa masalah terus datang bertubi-tubi dalam kehidupan saya bahkan sejak usia saya sangat kecil, yakni 9 tahun. Keadaan tersebut sering membuat saya merasa “jatuh” saat saya belum bisa mencukupi kebutuhan keluarga saya, meski hanya membeli beras untuk sekali makan, apalagi bisa membelikan laptop untuk adik saya yang tahun depan sudah berkuliah. Saya sering menyalahkan diri sendiri karena belum bisa memenuhi kebutuhan mereka sebagai anak pertama yang semestinya lebih kuat dalam menopang beban keluarga.

Disadarkan dan Bangkit Kembali

Setelah mendengar cerita bapak, banyak kepercayaan dan optimisme baru dalam diri yang bisa saya bentuk. Cerita bapak sukses membuat saya merasa malu dengan diri saya sendiri. Bapak membuat saya sadar, bahwa tempaan, ujian, dan kehidupan yang keras ada untuk membentuk diri kita menjadi pribadi yang lebih hebat dan kuat. Bapak menyadarkan saya bahwa tidak ada yang sia sia dari bekerja keras semasa muda dan menghabiskan jatah kegagalan. Bapak juga membuka mata saya untuk terus memuliakan manusia-manusia lainnya dengan senantiasa mengajak mereka bertumbuh bersama. Meletakkan empati di atas segala hal akan membuat kita bisa menyikapi sesuatu dengan kebaikan tanpa merugikan atau menyakiti siapapun. Bapak juga membuat saya bisa berdamai dan memeluk luka luka kehidupan saya. Dan yang terpenting, bapak berhasil membuat saya sadar bahwa ternyata, saya telah menjadi manusia paling beruntung, yang bisa terus merasakan kasih sayang Tuhan melalui cara-Nya menempa kita menjadi pribadi yang lebih tangguh.

Positif Menerima Diri Apa Adanya

Bapak cukup membuat saya bisa merasa bangga karena telah menjadi diri saya, yang sudah mampu bertahan hingga saat ini, sejauh ini.

Bapak membuat saya bisa menerima segalanya dengan pikiran yang lebih positif dan terbuka.

Mengajarkan pada saya untuk sukses dalam menjadi pemimpin andal untuk diri sendiri dan orang lain.

Setelah ini, saya akan bangkit kembali, mengangkat kepala, dan pantang menyerah dalam mencari opportunity baru demi memperbaiki kehidupan keluarga saya.

Saya akan terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya, hingga bisa mengajak banyak orang untuk ikut bertumbuh bersama dan memperbaiki kualitas serta nilai diri.

Lentera Sudah Dihidupkan Kembali

Saya percaya pertemuan dengan bapak sudah menjadi salah satu kehendak dan takdir Tuhan. Saya berharap bisa menjalin silaturrahmi, berjejaring lebih dekat, serta bisa bertemu secara langsung dengan bapak.

Semoga bapak panjang umur dan sehat selalu, agar semakin banyak orang yang bisa menerima manfaat dan energi positif dari pak Josef.  Semoga keluarga bapak juga senantiasa dikelilingi oleh banyak kebahagiaan serta kebaikan.

Sekali lagi, dengan ketulusan dan kerendahan hati saya, saya ingin mengucapkan terimakasih. Terimakasih sudah menghidupkan kembali lentera yang pernah mati karena kehilangan cahaya dari apinya. Terimakasih untuk tidak pernah berhenti menjadi manusia baik, yang turut menularkan banyak kebaikan setelahnya.

Salam hangat dari saya, Yolanda Ica Aprilia, S.TP.

Belajar menerima diri kita apa adanya, tidak menyalahkan siapa-siapa karena kondisi saat ini, tapi bersyukur bahwa kita diberikan kesempatan untuk menempah diri menjadi lebih Tangguh. Kita selalu diingatkan untuk selalu menghidupkan api lentera kita dengan berusaha menemukan MAKNA dibalik apapun yang kita hadapi, termasuk dari apa yang kita kerjakan.

“The illiterate of the future are not those who can’t read or write but those who cannot learn, unlearn, and relearn.” (Alvin Toffler)

Bookmark and Share

4 Responses to Learn Unlearn Relearn

  1. Rolin says:

    Dear Kak Aprilia,
    Terimakasih atas sharingnya.
    Saya mendapat MAKNA atas seluruh tulisan yang kakak bagikan.
    Kerja keras, kadang jatuh namun bangkit kembali demi membangun masa depan yang jauh lebih baik dan sekaligus membahagiakan keluarga.
    Semangat terus Kak Lia.

    Terima kasih Pak Josef.
    Bapak selalu membagikan MAKNA istimewa bagi kami.

    • josef josef says:

      Terima kasih Rolin, cerita Aprilia sangat kaya akan pembelajaran hidup, sehingga kami berdua sepakat untuk kisah ini boleh dibagi kepada yang lain melalui blog ini. Terima kasih Yolanda Icha Aprilia untuk mengangkat kisah hidupnya, dan terima kasih Rolin untuk menanggapinya. Salam

  2. Santi Sumiyati says:

    Selamat malam Pak Josef, terima kasih untuk tulisan dan sharing dari Ibu Yolanda…hal ini menjadi pelajaran bagi saya untuk lebih berempati dan mensyukuri setiap kondisi yang didesain dengan sempurna oleh Tuhan untuk kita. Terima kasih.

    • josef josef says:

      Terima kasih Santi, betul sekali rencana Tuhan sering tidak kita pahami, tetapi dengan membuka diri dan terus bersyukur semoga kita bisa menemukan jawaban dari berbagai pertanyaan kita tentang kehidupan kita kedepan, yang kita sikapi secara positif. Kita terima kasih pada Yolanda yang berkenan berbagi kisahnya. Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2. Mari kita terus saling belajar. Salam

Nurita Magdalena:
Terima kasih banyak Pak Josef atas sharing yang menginspirasi

josef:
Terima kasih banyak Suster Marietta, sudah berkenan mengunjungi blog dan menyimak tulisan ini. Buku itu hadiah...

Sr.Marietta:
Yth Bapak Yosef Bataona, 2 buku yang saya terima melalui Sr.Agnes Keraf SFS sangat meneguhkan dan...

josef:
Terima kasih sama2 Coach Amanda, sudah berkenan mengunjungi blog ini dan menyimak tulisan ini. Selain itu...


Recent Post

  • Manusia Seutuhnya
  • Shani Yang Memberdayakan
  • Meraih Trust dan Respect
  • Learn Unlearn Relearn
  • Panggilan Mengubah Paradigma
  • Belajar Bersama dari Buku Leader as MEANING MAKER
  • Sikapi Dengan Hati Yang Jujur
  • Agar Tetap Tegak Diterpa Badai
  • Mengasah Listening Skill Menuju Peran Sebagai MEANING MAKER
  • Tim Membutuhkan TRUST