MIMPI Perlu Dideklarasikan

Posted on July 4th, 2025

“Dreams are renewable. No matter what our age or condition, there are still untapped possibilities within us and new beauty waiting to be born.” (Dale Turner)

KOMITMEN BELAJAR lebih dari 100 peserta Mentorship dari komunitas Maxwell Leadership Team, saat banyak yang lain menikmati akhir pekannya dengan berbagai kegiatan seperti olahraga, wisata bersama keluarga atau bahkan istirahat santai. Mereka hadir di Sutra Hall Alam Sutra untuk belajar bersama. Sumber materinya tentu saja dari pemikiran-pemikiran John C. Maxwell yang ada di buku atau dari LMS Platformnya. Dan yang unik adalah konsep itu di contextualize oleh Coach David Tjokrorahardjo bersama timnya di Maxwell Leadership Indonesia. Hari itu tema pembelajaran: Dream Tester, What you declare sets the DIRECTION of your life. difasilitasi MLCT (Maxwell Leadership Certified Team) muda berbakat Jonathan Septiadi.

Serius dengan cara FUN

Merumuskan apa mimpi kita, buat sementara orang mungkin biasa, namun ada pula yang memerlukan proses difasilitasi untuk bisa menuliskannya. Karena itu, Jonathan tampil dengan permainan 5 kartu untuk proses penulisan DREAM, sekaligus melakukan self-test untuk mempertajamnya.

Jadi dalam proses ini, DREAM yang ditulis di kartu pertama bisa saja dipertajam atau bahkan diubah di kartu berikutnya setelah melalui:

  1. Tes 1: Kejelasan dan Realitas: apakah saya bisa melihat mimpi saya dengan jelas, dan bisa merumuskannya dalam satu kalimat?
    Apakah saya mengandalkan factor dalam kendali saya?
  2. Tes 2: Kepuasan dan Makna: Kata John C Maxwell, Achieving a dream is about more than just what you accomplish. It’s about who you become in the process.
  3. Tes 3: Orang: apakah saya sendirian atau membawa serta orang lain dalam meraih mimpi saya?

Dalam versi lengkapnya, berikut adalah 10 tes apakah DREAM kita sudah memadai.

 

Saling Belajar dari para peserta

Pembicara dalam forum ini tidak seorang diri. Selain latihan2 yang  menggairahkan peserta, beberapa peserta MLCT juga bisa tampil untuk berbagi pengalaman. Hari itu ditampilkan David Pratomo (CEO of MLI) dan Budi Gunawan (Executive Partner for Maxwell Corporate Solutions dan Josef Bataona (Maxwell Thought Leader), dalam format Talk Show.

Saya biasanya mengawali dengan Moto hidupku: Be Yourself, but Better Everyday. Kita semua diciptakan unik, lengkap dengan talenta yang dibutuhkan untuk sukses. Namun kita perlu membuka diri  untuk belajar dari keunikan orang lain, agar bisa menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Dalam hal ini, saya hanya membandingkan diri saya dari waktu ke waktu, Josef Bataona besok harus lebih baik dari hari ini karena dia belajar. Terima kasih ka Ezie dan ka Lismaryanti untuk komennya di sosmed.

 

Mimpi dan Pelajaran dari Alam Semesta

Penggalan kedua moto hidupku, Better Everyday,  memacu saya untuk terus belajar, dan juga mendorong orang lain untuk belajar. Tapi ini juga menjadi panduan dalam menyusun MIMPI di setiap periode kehidupan. Sayapun menceritakan pengalaman seminggu yang lalu, dimana saya melewati sebuah Cafe bernama Alchemist. Spontan saya mengajak istriku untuk mampir dan ngopi disana. Namun daya tariknya bukan kopi itu. Di café itu, seakan saya diajak merenungkan sepenggal kutipan favoritku, dari buku The Alchemist karangan Paulo Coelho: When you have a dream and you really want to achieve it, all the universe conspires in helping you to achieve it. (versi yang saya sesuaikan)

Kutipan tersebut sengaja saya lontarkan untuk meneguhkan bahwa kita tidak perlu takut bermimpi. Tetapi mimpi kita harus memenuhi beberapa persyaratan seperti ke 10 tes diatas, dan mengambil langkah kongkrit untuk meraihnya. Selanjutnya alam semesta akan berkonspirasi membantu kita, menghadirkan berbagai pembelajaran untuk kita, termasuk membuka jalan agar kami semua yang hadir saat itu bisa berkumpul dalam komunitas pembelajaran Maxwell Leadership Team Indonesia.

 

Best Story Ever Told

Beberapa minggu terakhir tema pembahasan di forum ini tentang best story ever told. Seperti apa best story itu? Ini menyangkut kisah manusia, tentang kehidupan, perjuangan. Dan itu adalah kisah anda sendiri, yang mungkin selama ini disimpan sendiri. Atau hanya diceritakan sepenggal pendek saat bertemu teman.

Hari itu, tiga  MLCT lainnya diminta untuk berbagi cerita: ka Myrica Kezia, ka Ezie Rafanti dan ka Johnny Lone.

Di akhir sesi hari ini, masing2 perlu mendeklarasikan DREAM nya, karena itu yang akan menentukan arah langkah selanjutnya.
Dalam menyelesaikan latihan penulisan DREAM hari itu, saya ingin mengangkat juga Dream TEST 3: Apakah orang yang berjalan bersama saya dalam meraih mimpiku, percaya pada mimpiku serta jujur menyampaikan kebenaran tentang impian tersebut? Apakah kemampuan mereka akan melengkapi kemampuanku? Kutipan diakhir tulisan ini mengingatkan akan pentingnya orang lain dalam perjalanan meraih mimpi kita.

“A dream is a compelling vision you see in your heart that’s too big to accomplish without the help of others.” (Chris Hodges)

 

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih pak Aktry Sani Husni, kalau saya bisa kalianpun bisa, dimulai dengan hal kecil keseharian. Yang...

Aktry sani Husni:
Bapak luar biasa, banyak ide sederhan yang muncul setelah mendengarkan materi bapak. Salah satu nya...

josef:
Terima kasih sama2 Lia, ditengah kesibukanmu dalam perjalanan baru, masih sempat menyimak tulisan ini dan...

lia catri:
Mungkin inilah makna Develop yang semakin diperkaya dewasa ini. Bukan hanya: How do I become better?...

josef:
Terima kasih mba Rani, untuk memberikan ulasan tambahan tentang apa yang dihayati saat menyimak paparanku....


Recent Post

  • Jangan Hanya Menekan Tombol Lantai
  • Menerima Kebaikan dan Membaginya Kembali
  • Mengembangkan Manusia Ketika AI Semakin Pintar
  • Jaga Harmoni Samakan Sudut Pandang
  • Beyond the Moment
  • Creating Moments
  • Sebelum Pensiun, Sudahkah Kita Menyiapkan Diri?
  • Pertemanan yang Mendorong Pertumbuhan
  • Ketika Hidup Menjadi Sekolah Kepemimpinan
  • Dari Best Practice Menuju Next Practice