Tidak Punya Waktu?

Posted on March 17th, 2015

“Time is what we want most, but what we use worst.” (William Penn)

RASANYA ENERGI DI TUBUH INI bukannya berkurang, tapi malah terus bertambah. Semakin banyak waktu yang saya luangkan untuk berbagi, terasa energi extra terus menyemangati, tiada lelahnya. Seperti sore itu saya hadir untuk berbagi inspirasi kehidupan di hadapan orang-orang yang punya komitmen mulia.

Teman-teman ini ingin memoles dunia ini menjadi lebih baik, melalui inisiatif COACHING. Yang hadir  adalah para coaches lulusan Ericson Coaching International, yang  sedang mempersiapkan acara keren yang akan turut membuka mata dunia tentang potensi talenta di Indonesia: Program World Game. Loh, game apa pula ini??

Simak Visi-Misinya berikut ini:

Vision: World that works through value oriented, positive, social games – world games!

Mission: To be the change that has our games make a world-wide difference

Dalam mempersiapkan berbagai inisiatif, semua kami terus mencari inspirasi yang bisa memberikan kami energy extra menuju Worl Game 2016.

foto1

Arisan Inspirasi Kini Hadir di Jakarta

Malam itu ada dua orang yang mendapat giliran untuk mendapat Arisan Inspirasi, istilah yang dengan bangga saya copy dari teman-teman di Medan, yang sudah saya share Jumat lalu. Buat yang belum tahu apa itu ‘Arisan Inspirasi’, bisa baca di sini.

Ada sedikit penekanan pada sharing saya malam itu, yang sebagian bersumber dari buku “Kisah Rp 10.000 yang Mengubah Hidupku”, yaitu soal ketersediaan waktu dan energi untuk beraktivitas. Betapa tidak, banyak dari kita yang terkadang merasa tidak punya waktu, waktunya terbatas, atau bahkan susah mencari waktu untuk urusan yang penting sekalipun. Tapi ke mana mencari waktu itu?

Masa kuliahku diwarnai tekad untuk disiplin memanfaatkan waktu. Saat itu saya harus kuliah sore sambil bekerja di pagi hari. Usai kuliah harus merapihkan catatan dan belajar sebelum tidur.

Nampaknya sulit? Awalnya terasa demikian, tetapi begitu dijalankan, ternyata BISA.

Begitu pula saat mendapat tugas sebagai Regional HR Manager Asia Pacific. Ini membuat waktu terbang ke manca negara meliputi 60% dari hidup karierku di periode ini.

Bisakah menjaga balance dengan kehidupan keluarga? Awalnya kelihatan sulit, tapi ternyata setelah dijalankan dengan sepenuh hati, ternyata BISA.

Dan ketika saya menyadari pentingnya investasi waktu untuk olahraga, berbagai kemungkinan saya coba: olahraga pada jam makan siang atau  di sore hari? Ternyata banyak gangguan yang menghambat. Akhirnya saya temukan bahwa olahraga pagi merupakan pilihan yang ideal, karena waktu pagi hari ada dalam kontrol saya. Kebiasaan itupun saya teruskan hingga saat ini.

Sulitkah itu? Banyak orang merasa lebih baik menarik selimut di jam 04:00 pagi daripada bangun untuk olahraga. Pilihan di tangan kita masing-masing.

Di akhir sharing sengaja saya ketengahkan:

“The best lessons are not found in the Chapters of the books, but in the chapters of our lives, we write them every day. Now, your turn to write yours!!”

Ternyata gayung bersambut, langsung disambar Lisa Samadikun. Apa kisah inspiratifnya?

Speachless!!

Melihat sosok ini, sepintas sangat atletis berkesan bugar dan ceria. Begitu mendekati dan diajak bicara, getaran energi positif sangat terasa, baik dari suaranya, tatapan matanya, ataupun gelombang yang ditebar seputarnya.

Bahkan inspirasinya pernah menyentuh seorang anak (dengan nick name Deeth) tentang obsesi pertamanya untuk ballet:

“Ada pula Lisa Samadikun, putri salah satu atasan ibu saya di kantor. Meski saya hanya bisa ingat samar2 pertunjukan tersebut, saya tetap terkesan dengan indahnya gerakan gemulai para penari ballet…. anggun dan elegan.”

Kesan menyeluruh, Lisa ini tentu sangat sehat, bugar dan balanced. Kesan ini tidak salah. Tapi pernahkah kita membayangkan bahwa Lisa sempat mengalami masa-masa sulit? Semua aktivitas yang membuat daya tahan tubuhnya terus menurun, harus dibayar dengan 3 bulan istirahat total, bahkan sebagian tubuhnya tidak bisa digerakkan.

Tulisan di buku “Kisah Rp 10.000 yang Mengubah Hidupku”, yang langsung klik ketika Lisa membacanya adalah tentang: “Listen to Your Body” (hal. 82) dan “Balanced Life: Banyak Pilihan dalam Kehidupan” (hal  88). Ini yang diposting di akun Instagram-nya:

Lisayoga42

Putus-asakah dia? Bahkan ketika berbaring di rumah Sakit, dokter sempat memvonisnya telah hilang (jantungnya stop) beberapa saat, namun hidup kembali. Di saat dialog dengan dokter, Lisa menyadari bahwa dia pernah menekuni Yoga, tapi berhenti 9 bulan lalu.

Mengapa? Sibuk, tidak punya waktu. Dan dokter hanya berkomentar: Kamu harus menyediakan waktu, dan langsung menyarankan untuk kembali berlatih Yoga, setelah mengetahui bahwa itulah salah satu aktivitas yang membuat Lisa merasa damai, balanced, energized dan bahagia.

Dengan sebagian tubuhnya yang sulit digerakkan, dia mencoba menekuk lutut. Sakit!! Semangatnya dia bangkitkan melalui pikiran positifnya. Lututnya mulai bisa ditekuk setengah inch lebih rendah.

…. Terus dicoba berhari-hari tanpa putus asa… hari berganti minggu…. Minggu berganti bulan…. Akhirnya Lisa bisa jongkok kembali melalui energi yang dia peroleh melalui teknik Yoga… dan singkat cerita, anak manusia yang sempat sekian detik menghilang dari dunia ini, kini segar dan bugar kembali.

Dia sungguh yakin bahwa semuanya itu karena mindset positif yang dia bangun di pikirannya, bahwa dia BISA, bisa sembuh kembali, bisa bugar seperti sedia kala. Dan ini berkat Yoga yang dia tekuni. Sungguh saya speechless, menyimak seluruh kisahnya.

Kini dia tekun berbagi ilmu dan pengetahuannya dengan mengajar Yoga tapi juga sekaligus sharing perjalanan hidupnya yang sangat menginspirasi. Untuk siapa? Jawabannya ada di quote yang dia cantumkan di yoga42indonesia.com:

“It’s never too late, it’s never too bad, you’re never too old, you’re never too sick to start from the scratch once again.”

Para coaches yang hadir merasa recharged melalui dua sharing. Gairah mempersiapkan World Game 2016 dijaga tetap membara, agar hidup ini dibuat lebih bermakna demi kebaikan banyak orang.

Sulit mencari waktu? Mulailah dengan menit, seperti kata orang bijak berikut:

“Take care of the minutes and the hours will take care of themselves.” (Lord Chesterfield)

Bookmark and Share

8 Responses to Tidak Punya Waktu?

  1. Robert Affero says:

    Kadang kita sering lupa bahwa sesungguhnya kitalah yang dapat mengatur dan menguasai waktu dalam kendali kita, Tapi kenyataannya kadang sangat sulit tanpa disadari kita dikuasai dan dikendalikan waktu sehingga tidak sadar waktu berlalu dengan begitu cepat. Terima kasih Pak Josef telah mengingatkan dan bebagi Artikel yang sangat berharga ini bagi saya pribadi dan semua orang.

    • josef josef says:

      Terima kasih Robert. Banyak cara untuk memulainya. Yang penting kemauan dan sekaligus tekad untuk tidak sia2kan waktu. Salam

  2. Terimakasih banyak sekali lagi Pak. Saya bersyukur bisa mendapatkan kesempatan berjumpa langsung dan berbagi pengalaman hidup dengan Bapak dan percaya semua ini adalah kuasa Tuhan yang sudah mengatur segala pertemuan bermanfaat seperti ini. Terimakasih juga atas kisah inspiratif yang Bapak tuangkan di Buku dan Social Media Bapak. Salam Hormat dan see you again very soon. Namaste!

    • josef josef says:

      Terima kasih sama2 Lisa. Tidak ada yang kebetulan, tdk ada co-incident. Everything happens for reason. Kita berdua sdh ber kesempatan untuk sharing, berikutnya kawan lain akan mendapat Giliran Arisan Inspirasi. Keep in touch

  3. Rolin says:

    Bila kita mengatakan bisa, maka pasti bisa.
    Rutinitas sebagai ibu rumah tangga, bukan merupakan alasan untuk datang kerja terlambat/tidak tepat waktu.
    Karena management waktu ada di tangan kita.
    Mulai Februari kemarin, saya dan suami mendisiplinkan diri untuk olahraga setiap sabtu pagi.
    Dan akan kami evaluasi kembali bagaimana mengatur untuk menambah kuantitas serta kualitasnya nya.
    Terima kasih Pak, sangat membangun saya.

    • josef josef says:

      Terima kasih Rolin, setiap ada yg sharing tentang mulai rutin olahraga, saya merasa ada energy extra bertambah dalam diriku saking senangnya. Sehari bisa maksimalkan 10 menit saja, berapa dalam sebulan ? Setahun ? Salam

  4. sofia nadira says:

    Hai pak josef .saya murid di hr atmajaya..sangat terkesan dng sharing yg bpk berikan semasa kuliah. Wkt memang hrsnya milik kita. Saya mencoba tantangan yusuf mansyur utk memembaca alquran dlm 7 hari selesai 30 jus. Awalnya susah dan selesai dlm waktu 30 hari. Setelah tamat saya kembali tertantang utk mencoba agar bs 14 hari.insha allah bisa.

    • josef josef says:

      Terima kasih Sofia untuk sharingnya. Apa yang tadinya dianggap tidak mungkin, setelah dijalankan ternyata BISA. Dan Sofia sudah membuktikannya. Kisah keseharian tentang hal2 yang tadinya tdk mungkin tapi ternyata BISA setelah dijalankan, bisa ditemukan di buku ku berjudul: Kisah Rp 10.000 yang mengubah hidupku, tersedia di Gramedia. Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Most welcome coach Wiwin, Be ready for our next exciting project. Thank you for your meaningful contribution.

Herry Windawaty:
Always Inpiring Coach JB. Thank you for the opportunity for us to contribute

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...


Recent Post

  • Coaching and Inner Guidance
  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life