Demo KEJUJURAN Jelang Akhir Tahun

Posted on November 14th, 2017

“Always remember, everyone is hungry for praise and starving for honest appreciation!” (David Brandt Berg)

AYO KITA DEMO! Saya serius mengajak semua yang baca tulisan ini. Kejujuran berkaitan dengan perilaku kita sepanjang hayat, tidak hanya untuk moment tertentu. Perilaku yang sudah menjadi keseharian seseorang, akan terus ditampilkan dalam setiap perkataan dan perbuatannya, tanpa harus ada niatan untuk mendemonstrasikannya.

Tapi ada kebiasaan umum jelang akhir tahun, melakukan evaluasi perjalanan setahun lalu dan menyiapkan rencana tahun berikutnya. Ada dua aspek kejujuran yang sungguh-sungguh dituntut di saat seperti itu: jujur pada diri sendiri (diri seorang pemimpin) dan jujur dalam memberikan dan menerima feed-back.

Tanggung Jawab Pengembangan

Sengaja saya angkat pemikiran di atas untuk mendorong kita semua untuk berpikir: “seberapa jauh saya mengenali diri sendiri”, atau persisnya, “seberapa jujur saya berkeinginan untuk mengenali diri sendiri.” Usaha mengenali diri sendiri ini menjadi bagian dari perjalanan kita untuk membangun kebiasaan mengenali anggota tim masing-masing.

Event tahunan, yang namanya Performance Appraisal sudah hadir. Walaupun berbagai challenges terus dikedepankan tahun-tahun terakhir ini, berkaitan dengan praktek tersebut, yang seharusnya dilakukan secara berkesinambungan sepanjang tahun dan bukan saja setahun sekali. Apapun praktek di setiap perusahaan, kenyataannya kita masih memerlukan mekanisme penilaian untuk mengetahui tingkat pencapaian seseorang, mengetahui progress seseorang dalam perjalanan kariernya serta memberikan beberapa tips penting untuk pengembangan yang bersangkutan dalam perjalanan selanjutnya.

14 Nov 17_Demo KEJUJURAN Jelang Akhir Tahun1

Alokasi Waktu untuk Feed-Back

Sering kita berhadapan dengan kesibukan yang luar biasa sehingga dirasakan tak sempat untuk luangkan waktu untuk memikirkan, betapa pentingnya momen pemberian feed-back kepada anggota tim, terutama di saat diskusi penilaian kinerja.

Rencana harus dibuat di tengah memikirkan berbagai prioritas kerja lainnya. Hendaknya tidak ada rasa keterpaksaan untuk melakukan ini, tidak terlintas bahwa ini sekedar mengerjakan jobdes di akhir tahun. Tapi dalam keheningan waktu yang dialokasikan pikirkan, bahwa upaya untuk memajukan anak buah adalah bagian dari panggilan profesi. Dengan demikian setiap pemimpin akan mempersiapkannya dengan sungguh-sungguh.

Tidak kalah pentingnya adalah bagaimana menyuarakan sesuatu dengan pilihan kata-kata bijak, bukan manipulative, karena ketulusan dari kata-kata itu akan terdengar bukan saja oleh telinga tapi juga oleh hati, emosi dan seluruh diri anak buah kita. Usai diskusi penilaian kinerja dan pemberian feed-back, hendaknya mampu memberikan motivasi kepada anak buah untuk melangkah lebih lanjut.

Namun sering terjadi adalah adanya kejutan di akhir tahun, karena fakta yang dikedepankan (walaupun benar) tidak sesuai dengan persepsi orang yang dinilai. Dalam konteks inilah, betapa pentingnya untuk dilakukan diskusi tentang kinerja secara berkala sepanjang tahun.

Jujur Menerima Feed-Back

Porsi ini juga menjadi lebih penting lagi untuk disimak, terutama dalam konteks: apakah pemimpin akan menunggu atau secara proaktif meminta feed-back? Apakah pemimpin telah melakukan segala upaya untuk menciptakan suasana kondusif agar feed-back yang didapatkan juga genuine? Apakah sang pemimpin akan menyimak semua feed-back secara jujur dan mengambil langkah yang diperlukan, terutama bagi perbaikan diri sang pemimpin sendiri?

Hasil maksimal dari seluruh proses di atas hanya akan diperoleh bila yang ditampilkan adalah “kejujuran”.  Dan ini diawali dengan demonstrasi kejujuran dari sang pemimpin, yang juga diikuti oleh seluruh timnya. Dengan demikian sang pemimpin akan terus tumbuh bersama tim dan selalu berusaha menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.

Saya ingin menutup tulisan ini dengan petikan menarik berikut ini:

“As a leader, it’s really important to constantly surround yourself with good honest feedback from trusted people smarter than you.” (Alexa von Tobel)

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...

Agnes Keraf:
Selamat siang dan terima kasih Besa untuk berbagi berkat yg menginspirasi. Mendengar dgn hati tidak...

josef:
Terima kasih sama-sama Riski, semoga bermanfaat untuk dijadikan pedoman hidup sehari-hari. Salam


Recent Post

  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life
  • Berpikir Positif Percepat Kesembuhan