Posted on August 22nd, 2025
”Jadi trainer bukan soal terlihat pintar, tapi soal menghargai orang, berani jadi diri sendiri, dan tidak pernah berhenti belajar.” (Josef Bataona)
KEBIASAAN meminta peserta untuk memberikan satu butir pelajaran yang diambil dari pemaparan kita. Kisah beberapa tahun lalu, usai menyampaikan presentasi, sambil ngopi santai saya bertanya kepada peserta yang berada di dekat saya, ‘Apa yang paling mereka ingat dari sesi saya barusan?’ Salah seorang dari mereka langsung menjawab:
‘Waktu bapak cerita soal kegagalan sebagai seorang pemimpin, dalam meluncurkan program. Lebih lagi bapa meminta maaf kepada 400an karyawan dihadapan rekan direksi saat itu juga. Itu menyentuh saya.’
Saat itulah saya sadar: Sebagai trainer saya sudah terhubung dengan peserta (Connection). Orang tidak terhubung dengan kehebatan kita. Mereka terhubung dengan keaslian kita. Dan sejak saat itu, saya belajar satu hal penting:
”Jadi trainer bukan soal terlihat pintar, tapi soal menghargai orang, berani jadi diri sendiri, dan tidak pernah berhenti belajar.”
Tiga hal itu yang saya bagikan kepada peserta, di momen Maxwell Train the Trainers di Bali.
Dan ini sejalan dengan moto hidupku: Be Yourself, but better everyday. Moto ini yang senantiasa memandu hidup saya, sekaligus memacu saya untuk terus belajar.

VALUE PEOPLE FIRST – Menghargai Orang Lebih Dahulu
Cerita di awal tulisan ini juga menggambarkan bahwa fokus utama program yang kami luncurkan adalah dalam rangka memberikan pelayanan maksimal kepada karyawan Sales kami di lapangan. Dalam diskusi awal memang nampak seakan program tersebut sudah sangat bagus. Tapi kami abai untuk mencermati lebih detail tentang situasi di lapangan yang berbeda-beda karena fasilitas yang tersedia di lapangan juga berbeda dari suatu tempat ke tempat lain.
Dengan terus memikirkan kepentingan karyawan tersebut (bukan bagus tidaknya program) kami kemudian meminta masukan lebih banyak lagi dari lapangan. Akhirnya dalam waktu singkat, sesuai janji, program itu kami luncurkan kembali dan mendapat sambutan baik dari karyawan, karena menyentuh kebutuhan mereka di lapangan.
BE AUTHENTIC – Tampil Autentik
Mengapa keaslian atau autentik penting dalam membangun kepercayaan saat menjadi trainer atau pembicara?
Pertama-tama perlu saya garis-bawahi, bahwa tampil autentik harus menjadi bagian kehidupan sehari-hari, bukan baru dimunculkan saat tampil di depan kelas.
Dalam berbagi kesempatan sharing, saya menyampaikan cerita nyata dari contoh-contoh yang saya alami, yang saya pelajari dalam perjalanan karier atau hidup. Dengan demikian ceritanya tidak dibuat-buat, mengalir begitu saja.
Kita sering mendengar ungkapan open door policy, leader membuka pintunya sepanjang hari agar siapapun yang mau bertemu boleh datang. Tapi kalau ini tidak dibarengi dengan menciptakan lingkungan safe to speak-up, tak ada yang datang. Dengan demikian leader yang harus mulai dengan keluar dan memperbanyak dialog dengan tim.
Program area adoption di Perusahaan dimana kami bekerja, membantu menghadirkan diriku apa adanya sebagai leader. Karyawan yang saya temui dalam kunjungan di lapangan, mungkin awalnya akan takut bertanya, memberi saran atau bahkan untuk beda pendapat. Namun setelah mereka mengalami sendiri kebersamaan saya dengan mereka dalam kunjungan tersebut, mereka jadi percaya bahwa apa yang saya sampaikan tidak ada agenda tersembunyi di baliknya. Mereka bahkan bisa melihat atau mengalami. bahwa kehadiran saya juga sekaligus mendemonstrasikan bagaimana hidup sesuai values Perusahaan. Berikut foto peserta Training for Trainers.

ALWAYS GROW
Apa kebiasaan atau rutinitas belajar yang anda lakukan agar terus berkembang sebagai trainer? Ini merupakan pertanyaan yang bagus untuk disimak. Moto hidup saya sesungguhnya menjadi driver utama agar saya senantiasa terus belajar untuk menjadi lebih baik besok dibandingkan dengan hari ini. Satu contoh nyata yang saya berikan, adalah di usiaku yang 72 tahun, saya masih belajar, mengambil program sertifikasi Leadership Maxwell. Saya belajar dengan peserta lain yang seusia putriku, masih muda dan punya gairah belajar yang tinggi. Ada contoh lain:
Lalu apa hubungan antara pertumbuhan pribadi dengan efektivitas dalam memfasilitasi pelatihan?
Saya sertakan kata-kata bijak berikut ini sebagai pengingat untuk kita semua:
“Growth is the only guarantee that tomorrow is going to get better.” John C. Maxwell
Saya hadirkan dua komen peserta di sosmed mereka. Terima kasih mba Gracesiana Irene dan mba Lismaryanti.

PENUTUP
Sering benar saya mendapat pertanyaan, di usia bapa seperti saat ini ‘Bagaimana caramu tetap semangat berbagi, menjadi trainer?’
Saya jawab: Karena setiap orang yang duduk di ruangan seperti ini, punya potensi untuk jadi pemimpin yang berdampak. Dan saya merasa punya tanggung jawab untuk membantu mereka menemukan itu.
Hari ini saya sudah bagikan tiga hal sederhana tapi sangat kuat, pemikiran John C Maxwell: Value People First, Be Authentic, dan Always Grow. Bersama dengan materi dari dua rekan lainnya.
Mungkin Anda akan lupa sebagian dari apa yang kami katakan. Tapi saya berharap Anda tidak lupa satu hal berikut ini, yang juga saya jadikan penutup di tulisan ini:
”Orang tidak butuh trainer yang sempurna. Mereka butuh trainer yang sungguh peduli. Mulailah dari situ. Karena dunia tidak kekurangan orang pintar. Tapi kita butuh lebih banyak orang yang peduli, jujur, dan terus bertumbuh.” (Josef Bataona)
josef:
Terima kasih Uni, karena dua tahun itu singkat, saranku sudah mulai bersiap-siap dari sekarang kalau niatnya...
josef:
Terima kasih Rina, Dampak bagi orang lain harus diniatkan dan dilakukan secara konsisten. Dan dimulai dari...
Unie:
Setuju Pak Josef, masa purna bakti bukan titik akhir tapi adalah fase baru yg harus kita rencanakan dengan...
Rina Ismariati:
Sebagai bagian dari generasi yang masih sedang membangun perjalanan karier, saya merasa banyak...
josef:
Terima kasih sama2 mba Sofia, semoga bermanfaat. Bagi juga inspirasinya kepada teman2 lainnya yang...