Tiadakan Jarak Dekatkan Diri

Posted on November 21st, 2017

“Average leaders raise the bar on themselves; good leaders raise the bar for others; great leaders inspire to raise their own bar.” (Orrin Woodward)

JAMAN NOW DAN GENERASI NOW. Dengan semua fasilitas yang tersedia, jarak antar insan mestinya menjadi lebih dekat. Ada yang cukup puas dengan komunikasi via sosmed, apalagi bisa saling pandang via video call.

Namun demikian masih saja dirasakan adanya kebutuhan untuk secara fisik hadir utuh untuk bertemu. Entah itu antar orang tua dan anak, di lingkungan keluarga. Atau juga antara pemimpin dan timnya dalam lingkungan kerja atau lingkungan masyarakat lainnya.

Bahkan dalam memfasilitasi sebuah sesi, sang fasilitator berperan memimpin proses tersebut. Karena itu kebutuhan untuk ice-breaking sebelum sesi dimulai merupakan bagian yang tidak boleh diabaikan. Karena itu tidak berlebihan kalau Banjarmasin Post menangkap kebutuhan tersebut dan menyajikan sebagai tulisan seperti nampak pada foto berikut.

21 November 17_Tiadakan Jarak Dekatkan Diri1

(Courtesy Achmad Maudhody, Banjarmasin Post)

Jaga Citra

Kehadiran saya di Banjarmasin untuk menyapa teman-teman HR yang tergabung dalam Komunitas OneHR Chapter Banjarmasin. Peserta hari itu adalah paraktisi HR dari berbagai perusahaan, pebisnis, akademisi dan juga manager lini dari perusahaan. Materi tentang leadership saya sajikan dengan fokus pada “Seni Mendengarkan” yang menjadi persyaratan seseorang bisa menjadi pemimpin yang handal.

21 November 17_Tiadakan Jarak Dekatkan Diri2

Terkadang citra diri dikedepankan oleh seorang pemimpin dengan cara yang berlebihan, dan berdampak pada terciptanya jarak antar pemimpin dan tim, sehingga anggota tim mengalami kesulitan untuk mengungkapkan sesuatu yang penting pada pimpinannya. Bawahan akan dengan mudah membaca apakah pimpinannya itu sengaja ‘jaim’ (jaga image/jaga citra) atau tidak. Padahal pemahaman mereka sederhana saja:

  • “Bos yang dihormati adalah bos yang tahu kapan menjadi teman dan kapan menjadi pemimpin”
  • “Mengucap “terima kasih” kepada anak buah mungkin kelihatan sederhana, namun dampaknya luar biasa”
  • “Apa bos harus jaim? Inginnya sekali-kali dengar dia bercanda”

Itulah beberapa petikan dari Buku #CURHATSTAF: Seni Mendengarkan Bagi Para Pemimpin.

Sandwich yang Enak

Salah seorang peserta mengedepankan tantangan seorang pemimpin yang berada di tengah. Ada tekanan dari atasan yang sukanya menuntut dan memberi instruksi, harus mengikuti mau dan gayanya dia. Sementara itu pressure dari bawahan yang umumnya mempunyai profile kekinian dan perlu diperhatikan dan diakomodasi.

Dalam kondisi seperti itu, kebiasaan atasan yang sudah terbentuk sepanjang perjalanan karier masa lalu sesuai dengan tuntutan jaman saat itu, memang sulit diubah dan mungkin manager menengah yang dimaksud juga tidak pada posisi untuk bisa mengubahnya. Namun demikian, ada yang bisa dilakukan sang manager tersebut adalah dalam membangun hubungan positif dengan bawahannya, anggota timnya sendiri. Semua yang dia rasakan kurang pas, yang didemonstrasikan oleh atasannya, dapat dikonversikan menjadi pendekatan positif dalam memimpin anak buahnya.

Termasuk di dalamnya adalah mempertajam kemampuannya mendengarkan, dengan lebih mendekatkan diri dengan timnya. Dengan cara seperti itu perubahan dapat dia lakukan, dalam lingkar pengaruhnya sendiri. ‘Within his/her circle of influence’, demikian meminjam istilahnya Stephen Covey dalam ‘The 7Habits of Highly Effective People.

Suasana Cair Agar Belajar Itu FUN

Mencairnya suasana yang sudah dilakukan melalui pendekatan swa foto di awal sesi, telah membantu proses belajar. Waktunya memang hanya dua jam. Namun prosesnya berlanjut. Setiap peserta yang dibagikan buku #CURHATSTAF oleh panitia, akan terus menyimak isinya.

21 November 17_Tiadakan Jarak Dekatkan Diri3

Beberapa postingan di social media masih terus menggemakan inspirasi yang didapatkan hari itu. Harapan kami, usai membaca buku tersebut, mereka berkenan untuk membagi ilmunya juga untuk para sahabatnya, agar lebih banyak yang turut belajar.

Dengan demikian, semakin banyak orang yang melangkah menjadi lebih baik setiap harinya, mengutip kata-kata Fitriyani, salah seorang peserta di Instagramnya: “……..sangat menginspirasi saya hari ini untuk menjadi lebih baik lagi di tiap harinya.

“The quality of a leader is reflected in the standards they set for themselves.” (Ray Kroc)

Bookmark and Share

4 Responses to Tiadakan Jarak Dekatkan Diri

  1. Terima kasih Pak Jos sdh berbagi Dan memberikan inspirasi untuk rekan2 HR Di Kalimantan selatan.

  2. rolin says:

    giliran Medan kapan, Pak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Most welcome coach Wiwin, Be ready for our next exciting project. Thank you for your meaningful contribution.

Herry Windawaty:
Always Inpiring Coach JB. Thank you for the opportunity for us to contribute

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...


Recent Post

  • Coaching and Inner Guidance
  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life