Harga Sebuah Derajad

Posted on September 23rd, 2014

“Status will get you nowhere. Only an open heart will allow you to float equally between everyone.” (Mitch Albom)

APA YANG PENTING di mata seseorang, belum tentu penting juga di mata orang lain. Ini berlaku untuk nilai kehidupan yang hanya nampak dari perilaku seseorang, ataupun yang nampak dari wujud materi yang diekspresikan.

Ada yang ingin rumah, yang walaupun perlengkapan sederhana, tapi yang penting adalah keluarga intinya terlindungi dari panas dan hujan, serta tempat berkumpul keluarga dan teman. Ada yang mengedepankan asesoris luar agar bisa mengekspresikan pangkat, jabatan atau derajad serta kekayaannya. Ada yang sengaja pamer akan semua atribut tersebut. Semoga kita terhindar dari perilaku ini……

Persepsi Sebuah Derajad?

Pensiunan sebuah perusahaan besar, sebut saja namanya Amin, dengan jabatan terakhir Senior Manager. Di mata Amin sendiri, dia sangat dihargai oleh sekitar 50 anak buahnya. Mereka sangat menghormatinya. Tutur kata mereka harus diatur ketika hendak menghadap. Bila ada tamu yang ingin bertemu harus melalui sekretaris, sebut saja Dian, yang tidak kalah pentingnya dalam menentukan prioritas tamu.

Semua itu wajar saja sebagai bagian dari prosedur di tempat kerja. Tapi situasi itu, yang tidak dicermati bijak oleh Amin dan Dian, membuat mereka membangun persepsi yang kebablasan. Amin merasa dirinya sangat penting dan dibutuhkan di kantor itu, sementara Dian pun merasa, tanpa dia semuanya tidak akan terlaksana. Jadi dua-duanya tenggelam dalam dunia kecil lingkungan kerja di unitnya, melihat diri masing-masing orang paling penting dengan derajad paling tinggi.

Ketika mereka berdua sudah pensiun, perilaku orang yang paling penting dan paling dibutuhkan ini terbawa dalam masyarakat, yang membuat mereka tidak lagi banyak teman. (Pertemanan ada karena unsur saling membutuhkan dalam kesamaan derajad). Tidak ada kegiatan yang membuat diri mereka merasa penting, dibutuhkan dan berarti, membuat mereka down, dan bisa diduga pergolakan batin yang dialami keduanya dan dampaknya pada kesehatan mereka fisik dan psikis.

Berguna untuk Masyarakat

Pertemanan setelah pensiun masih terus berlanjut dan dipertahankan, terutama oleh istri saya, Lena. Dalam keluarga perusahaan saya sebelumnya, beberapa istri pensiunan masih terus mencari sarana untuk silaturahmi seperti arisan.

Sementara itu, teman-teman kerja istriku pun terus menjaga hubungan pertemanan dengan ragam kegiatan. Salah satu diantaranya adalah kegiatan yang fokus pada memberikan perhatian pada anak-anak yang kurang mampu. Contoh kegiatan mereka misalnya mengajak anak-anak tersebut untuk mengunjungi Kidzania.

Di sana anak-anak berkesempatan untuk belajar dan bergembira, sama seperti anak-anak orang mampu yang juga sedang datang ke sana. Dalam kejadian ini, kelompok pensiunan ini ingin mengangkat percaya diri anak-anak itu, memberikan mereka kesempatan melihat sisi lain dunia, merasakan bahwa yang dikerjakan oleh anak-anak lain pun dia bisa. Semoga mereka bisa membangun mimpi yang lebih luas tentang masa depan mereka sendiri.

Persahabatan Sama Derajad

Sementara itu, persahabatan yang mereka bangun, atas dasar kesetaraan, tanpa melihat derajad kepangkatan masa lalu, hanya sekedar teman yang saling membutuhkan, saling menunjang, saling berbagi canda dan tawa, saling menghibur lewat nyanyian atau tarian.

Persahabatan Sama Derajad by josefbataona

Foto di atas adalah salah satu acara reuni istriku Lena (baju biru di foto kiri bawah) yang dibuat beberapa waktu lalu. Saya berkesempatan untuk berbagi tips dan pengalaman untuk hidup sehat setelah pensiun, lepas dari berbagai mythos yang mencemaskan.

Dan hari itu lebih banyak merupakan momen berbagi cerita masing-masing yang terbaru, tapi ledakan ketawa justru beruntun ketika yang disodorkan adalah cerita-cerita nostalgia, mengalir begitu saja, tanpa seorang pun memikirkan bahwa di seputar mereka ada yang punya kartu nama direktur, kepala divisi, kepala bagian, atau sekedar karyawan biasa.

Semua itu bukan merupakan rujukan derajad yang penting. Hanya satu label derajad yang menjadi perekat kebersamaan mereka: TEMAN.

“When I look at a person, I see a person – not a rank, not a class, not a title.” (Criss Jami)

Bookmark and Share

2 Responses to Harga Sebuah Derajad

  1. Agnes Murniati says:

    Friendship is always a sweet responsibility, never an opportunity (Khalil Gibran). thanks for the sharing Pak Josef.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...

Agnes Keraf:
Selamat siang dan terima kasih Besa untuk berbagi berkat yg menginspirasi. Mendengar dgn hati tidak...

josef:
Terima kasih sama-sama Riski, semoga bermanfaat untuk dijadikan pedoman hidup sehari-hari. Salam


Recent Post

  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life
  • Berpikir Positif Percepat Kesembuhan