HR Academy Percepat Pembelajaran

Posted on December 19th, 2017

“Knowledge management will never work until corporations realize it’s not about how you capture knowledge but how you create and leverage it.” (Etienne Wenger)

SEMANGAT MENGGELORA terasa sangat kental saat hadir di Studio Silver Kompas TV. Hari itu ada lebih dari 160 karyawan HR Kompas Gramedia (KG) hadir untuk merayakan peluncuran HR Academy, pilar pertama dari KG University. Ini merupakan bagian dari komitmen organisasi seputar “Knowledge Management”, yakni mengelola berbagai ilmu, pengetahuan dan pengalaman dari para pelaku di perusahaan.

Kebanyakan dari pengetahuan dan pengalaman tersebut masih tersimpan di kepala masing-masing (tacit knowledge). Ini merupakan upaya untuk menggali dan mengelola berbagai pengetahuan dan pengalaman tersebut secara sistematis untuk keperluan pembelajaran bagi semua yang membutuhkan. Berikut foto bersama.

19 Desember 17_HR Academy Percepat Pembelajaran1

Komitmen Belajar dan Berbagi

Saya diminta hadir sore itu untuk memaparkan salah satu aspek penting dari Leadership: Listening. Saya mengawali dengan mengedepankan moto hidup saya: Be Yourself but Better Everyday. Saya percaya bahwa semua kita diciptakan unik, lengkap dengan berbagai talenta untuk bisa membuat kita sukses.

Sebab setiap orang unik, maka masing-masing kita memiliki sesuatu yang tidak dimiliki orang lain. Karenanya, saya harus membuka diri untuk terus belajar dari siapa saja: atasan, bawahan, rekan kerja, kawan atau siapa saja yang saya temui setiap hari. Tujuannya adalah agar saya bisa menjadi lebih baik hari ini dibanding hari kemarin dan besok menjadi lebih baik dibanding hari ini.

19 Desember 17_HR Academy Percepat Pembelajaran2

Mindset seperti ini yang senantiasa mendasari inisiatif “Knowledge Management” untuk terus belajar dan berbagi.

Pimpinan yang Handal

“Setiap hari bos mengirimkan pesan tentang perilaku yang seharusnya berlaku di organisasi, melalui perilaku yang dia demonstrasikan sendiri.”

Demikian sebuah petikan yang bisa ditemukan dalam buku #CURHATSTAF, Seni Mendengarkan Bagi Para Pemimpin.

Sebagai pimpinan kita seakan berada dalam glass house, semuanya begitu bening transparan, semua melihat perilaku kita, semua mendengar kata-kata kita. Semua pimpinan paling tidak punya panduan perilaku sesuai VALUE yang dianut, yang tentu juga sejalan dengan VALUE pribadinya sendiri.

Namun perlu kita sadari bahwa kita semua adalah manusia biasa, yang tidak luput dari kesalahan. Pertanyaannya adalah: Apakah kita mau membuka diri mendengarkan feed-back dari orang-orang sekitar kita? Apakah kita mau melakukan introspeksi dan mengambil langkah perbaikan?

19 Desember 17_HR Academy Percepat Pembelajaran3

Mitos dan Kenyataan

Ada ungkapan spontan peserta diskusi melalui Twitter, yang awalnya saya anggap itu cuma mitos:

Menurut bos, karyawan yang baik adalah karyawan yang tetap bekerja walaupun sedang berlibur.

Produktif menurut bos adalah datang lebih pagi dan pulang lebih lambat dari siapapun.

Bahkan pernah ada pengalaman perusahaan mengambil langkah untuk memberikan kewenangan kepada SATPAM untuk mematikan lampu pukul 20:00, dengan peringatan sejam sebelumnya. Tujuannya adalah agar karyawan bisa mengurangi kebiasaan lembur dan menggunakan waktu tersebut untuk keluarga, olah raga atau sosialisasi. Langkah itu awalnya efektif, tapi lucunya dalam beberapa minggu kemudian, ada yang mencoba meneruskan pekerjaannya dengan membawa emergency lamp!!

Harapan Sederhana

Kalau saja kita mau luangkan waktu untuk mendengarkan karyawan kita, kita bisa temukan banyak hal sederhana yang diharapkan tapi belum didapatkan, seperti dua contoh berikut ini:

Bos yang dihormati adalah bos yang tahu kapan menjadi teman dan kapan menjadi pemimpin

Mengucap “terima kasih” kepada anak buah mungkin kelihatan sederhana, namun dampaknya luar biasa.

Lebih detail lagi rekaman suara karyawan melalui social media, bisa ditemukan di buku #CURHATSTAF. Semua rekaman tersebut bukan berasal dari satu perusahaan tertentu. Dan rekaman tersebut sengaja kami hadirkan bagi para pemimpin, siapa tahu ada satu atau dua suara adalah suara anak buahnya, namun belum terdengarkan, karena pimpinan belum cukup membuka diri untuk mendengarkan.

Sore itu saya hadir di tengah teman-teman HR KG Group, untuk membagi cerita contoh nyata dari pengalaman sendiri. Harapannya agar mereka akan mulai memberikan spirit pada HR Academy ini untuk memberdayakan semua yang mempunyai pengetahuan dan pengalaman luas di KG Group untuk mau berbagi demi pembelajaran seluruh karyawan: Nikmatnya Belajar dan Berbagi.

“An investment in knowledge always pays the best interest.” (Benjamin Franklin)

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...

Agnes Keraf:
Selamat siang dan terima kasih Besa untuk berbagi berkat yg menginspirasi. Mendengar dgn hati tidak...

josef:
Terima kasih sama-sama Riski, semoga bermanfaat untuk dijadikan pedoman hidup sehari-hari. Salam


Recent Post

  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life
  • Berpikir Positif Percepat Kesembuhan