Duta Perusahaan melalui Social Media

Posted on April 12th, 2013

OBROLAN yang ringan seperti ini akan lebih bersemangat dilakukan di kafe. Ditemani secangkir capucino, saya, Malla dan Mei coba memotret social media dengan peran yang lebih luas lagi. Mengapa ini menjadi topik penting?? Kita sama-sama tahu, kalau belum banyak perusahaan yang berani menggunakan sarana social media secara maksimal. Mau memulai saja masih banyak pertimbangan. Dan umumnya kesimpulannya adalah masih banyak prioritas lain yang lebih urgent.

Mempersiapkan Lahan

Kapankah perusahaan akan siap?? Menurut saya pertanyaan seperti itu tidak relevan. Mungkin lebih pas untuk bertanya: dengan situasi apapun yang ada di perusahaan saat ini, bagaimana caranya mulai menabur benih positif tentang social media?? Saya sendiri tidak mau menunggu. Karena itu saya coba mempelajari situasi sekitar.

Ternyata untuk urusan social media, banyak karyawan yang sudah familier, terkadang lebih advance dibanding para pemimpin mereka di tempat kerja. Secara perlahan tapi pasti, di berbagai kesempatan di perusahaan, saya memperkenalkan diri sebagai orang yang juga hadir aktif di berbagai social media, sambil menginformasikan akun saya di Facebook, LinkedIn, Twitter, dan Instagram. Saya juga menulis aktif di blog sendiri, untuk terus menghadirkan dua cerita seminggu, setiap Selasa dan Jumat pagi jam 08:00. Blog ini baru hadir sejak tanggal 11 bulan 11 tahun 2011. Data Google analytics atas blog: www.josefbataona.com menunjukkan, sampai dengan 7 April 2013:

  • 11.468 orang yang sudah berkunjung ke blog
  • 22.105 kunjungan ke blog
  • 55.759 halaman blog yang dibaca
  • 2.52 rata-rata halaman yang dibaca setiap kunjungan
  • 4:03 menit rata-rata setiap kunjungan
  1. Baru dimulai 1 tahun 5 bulan lalu, tapi data tersebut di atas cukup menggembirakan. Siapakah pengunjung tersebut?? Mereka adalah komunitas kerja yang mengenal atau setidaknya pernah dengar atau dapat referensi dari teman tentang aktifitas saya. Termasuk di dalamnya komunitas HR dan generasi muda yang mau belajar. Terima kasih untuk teman-teman yang terus mengunjungi blog.
  2. Aktfitas menulis di blog ini juga sangat ditunjang oleh sarana lainnya: Twitter, Facebook, LinkedIn, dan Instagram. Semua ini merupakan kombinasi yang saling membantu fungsi masing-masing, apalagi dengan adanya iPad.
  3. Bayangkan, kalau melalui semua akun itu, setiap hari hadir berbagai kisah positif tentang Perusahaan dan karyawannya, kemudian muncul juga berbagai tanggapan positif tentang kegiatan tersebut, betapa dasyat dampaknya. Dan bayangkan pula kalau banyak karyawan yang menulis di media sosial yang mereka punyai, dua-tiga pesan positif sehari tentang Perusahaan dan lingkungan kerjanya, bukankah mereka telah menjalankan peran sebagai Duta Perusahaan??

Ungkapan Karyawan di Social Media = Ungkapan Kenyataan

Yang selama ini dikhawatirkan adalah;

“Bagaimana kalau karyawan bicara yang negatif di social media?”

Saya malah mendorong untuk mengajukan pertanyaan;

“Bagaimana kalau karyawan terus bicara positif tentang Perusahaan atau Pimpinannya??”

Saya coba memetik beberapa komentar atas berbagai posting di blogku untuk ilustrasi dan coba bayangkan apa yang dirasakan penulis tanggapan itu:

1.Komentar Ratih atas posting “Ritme untuk memahami Corporate Values” [26 Maret 2013]:

“Membaca artikel Bapak, saya jadi tertawa-tawa sendiri mengingat Bu Elfi yang melempar sepatu, lagu yang berulang2 dan hal-hal lucu lainnya.. Ide yg kreatif utk memahami core values!!”

2.Kata Sri Kumala Dewi tentang: “Masih adakah hari esok yang lebih bermakna?” [26 Pebruari 2013]:

“Sooo inspiring, Pak. Terima kasih atas tulisan nya. Sepertinya bisa sejalan dengan mindset: minimal 3 kebaikan sehari. Dg implementasi yg bervariasi dari masing2 individu, hasilnya akan searah yaitu : menularkan virus positif secara berantai.

Berbagi manfaat sekecil apa pun, beramal dg ikhlas sekecil apa pun, minimal tersenyum sehingga dpt menularkan senyum kepada org lain…

Sesederhana itu penafsiran saya Pak  Keep on writing, keep on inspiring us, Pak Josef.”

3.Kata Banis mengomentari posting “Tugas SATPAM, Sebuah Panggilan” [4 September 2012]:

“Saya menitikkan air mata haru membaca kisah ini. Sungguh inspiratif dan patut menjadi teladan, betapa setiap anggota organisasi memberi kontribusi pada perusahaan dalam kapasitasnya masing2, dan penting bagi manajemen untuk menaruh perhatian pada mereka. Terima kasih telah berbagi kisah ini, pak Josef :’)”

4.Atau kata Christo Bawelle, mengomentari perlakuan perusahaan pada ayahnya. Posting: “Tugas SATPAM, Sebuah Panggilan” [4 September 2012]:

“Puji Tuhan  saya tidak dapat berkata apa2 saat membacanya, saya hanya bisa meniti kan air mata.. semua yang saya lakukan adalah berkat dan kebaikan dari Tuhan yang maha kuasa.. semua yang saya lakukan akan sia2 tanpa dukungan dan doa orangtua dan keluarga saya yang tercinta.

Terima kasih banyak kepada pak Josef.. dan penghargaan yang setinggi-tingginya untuk bank Danamon dan segenap direksi.

Tuhan memberkati. Saya tidak dapat membalas semua yang telah bpk/ibu berikan. saya serahkan kepada Tuhan untuk membalas semua kebaikan bpk/ dan ibu sekalian. Sekali lagi: TERIMAKASIH”

5.Agnes Murniati berkomentar tentang; “Pemimpin yang Dipercaya” [22 Pebruari 2013]:

“Pak Josef, selamat pagi. Artikel Bapak sangat kerennnn!!! Saya mohon ijin untuk mengcopy dan share ke teman2 di tim HR kami dan juga teman2 lainnya. Thanks Pak Josef, for ‘the Food for Thought.’ God bless”

6.Komentar Angga menanggapi postingan berujudul: “Rp 10.000 yang menentukan masa depanku” [16 Desember 2011]:

“Sangat dashyat sekali dan memberi inspirasi yang nyata..bukan hanya pada Rp. 10.000,- yang menentukan masa depanku ini saja, tapi di postingan lain amat sangat memberi inspirasi kepada yang membacanya….Sukses selalu buat Bapak dalam kehidupan dan karir..Aamiin.”

7.Komentar Zarnelis Kotto pada posting: “Pemimpin yang Dipercaya” [22 Pebruari 2013]:

“Dear pak Josef, Terima kasih utk artikel yang sangat bagus ini. Membaca artikel ini jadi ingat sewaktu bapak memberikan sambutan untuk leaders meeting yang lalu, dimana bapak mengatakan integritas sangat diperlukan dalam kehidupan pribadi dan berkelompok. Itu jelas terlihat dari tindakan pak josef selama ini, trims pak semoga saya mampu bisa seperti bapak…”

Bayangkan kalau banyak karyawan yang menulis sendiri di media sosial yang mereka punyai, cukup dua-tiga pesan positif sehari tentang Perusahaan dan Lingkungan kerjanya, betapa besar dampak positifnya!! Dengan cara seperti itu, bukankah mereka telah menjalankan peran sebagai Duta Perusahaan?? (*)

 

Bookmark and Share

6 Responses to Duta Perusahaan melalui Social Media

  1. Meisia Chandra says:

    Dear Pak Josef,

    Nice sharing. Tanpa disadari, kita semua, karyawan perusahaan, membawa brand perusahaan di pundak kita ke mana pun kita pergi. Termasuk juga aktivitas kita di social media. Seringkali kita lupa, bahwa social media seperti FB dan Twitter itu ranah publik, sehingga kita sebaiknya menjaga perilaku kita pada situs2 jejaring social tersebut. Sesuai dengan era keterbukaan di social media saat ini, segala yang baik akan tersebar juga pada akhirnya…
    Bravo Pak Josef.. Keep inspiring us!

    • josef josef says:

      Terima kasih Mei. Untuk urusan perilaku, kita perlu edukasi karyawan kita. Untuk aktif bercerita tentang hal2 positif ttg perusahaan dan lingkungan kerja, perlu kita dorong. Semua ini perlu upayah berkesinambungan. Terima kasih Mei untuk memberikan highlight akan kegunaan social media.

  2. Menarik sekali membacanya,ringan dan tak membuat dahi berkerut dan bisa mengakibatkan suatu tanda angka 11 di pertemuan kedua alis yang bisa lama2 membuat otot kendor. Saya tidak menyangkal bahwa kekuatan socmed sangat besar artinya bagi diri dan orang lain,tentunya jika kita bisa membawa diri di pergaulan yang makin luas dan nyaris tanpa batas. Salut atas tulisannya pak Josef,saya sendiri masih sulit untuk mencari waktu untuk bisa menulis. Terima kasih atas artikel nya.

    • josef josef says:

      Terima kasih dokter untuk tanggapannya. Semakin banyak yang menyadari manfaat socmed, semakin cepat kita bisa optimalkan sarana tersebut. Ngomong2, tidak pernah ada istilah terlambat untuk mulai menulis. Apalagi dengan pengalaman tugas dokter seperti sekarang, banyak sekali materi yang bisa diangkat menjadi tulisan menarik. Saya dan teman2 menunggu ! Salam

  3. Malla Latif says:

    Dear Pak Josef,

    Tidak terasa ya Pak, sudah lebih dari setahun sejak saya diskusi dng Bapak ttg socmed untuk HR ini. Gembira sekali akhirnya Bapak kini mencuat sebagai salah satu dari sedikit HR Direktur yg tidak hanya percaya, tapi berhasil membangun branding di socmed.
    Selanjutnya, yuk mari kita buktikan bersama, bahwa penerapan scomed yang bijaksana, akan mendukung tugas HR di organisasi ..
    “Focus on the journey, not the destination. Joy is found not in finishing an activity but in doing it” :))

    • josef josef says:

      Terima kasih mba Malla, perjalanan lebih setahun lalu memang penuh dengan JOY, terutama dalam mencoba berbagai jurus yang kiranya bisa menarik komunitas tertentu di blog, twitter, FB, LinkedIn, Instagram dll. Saya sendiri masih sangat yakin akan potensi manfaat positif Socmed untuk mendukung HR, terutama juga dalam membangun employer brand. Akan ada lagi beberapa uji coba yang akan saya lakukan dengan tim.
      Setuju untuk kita upayahkan bersama…. Terima kasih sekali lagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...

Agnes Keraf:
Selamat siang dan terima kasih Besa untuk berbagi berkat yg menginspirasi. Mendengar dgn hati tidak...

josef:
Terima kasih sama-sama Riski, semoga bermanfaat untuk dijadikan pedoman hidup sehari-hari. Salam


Recent Post

  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life
  • Berpikir Positif Percepat Kesembuhan