Komitmen Pribadi untuk Continuous Improvement

Posted on May 31st, 2013

“I don’t believe you have to be better than everybody else. I believe you have to be better than you ever thought you could be.” (KEN VENTURI)

KETIKA SAYA diminta untuk memberikan presentasi kepada para Pimpinan di Pabrik tentang ‘Continuous Improvement’, saya langsung menyanggupi. Melalui diskusi yang lebih intens, kami menyadari bahwa, team ini sedang mengalami persaingan yang semakin ketat.

Jumlah pabrik pesaing sudah 5 (lima) kali lipat jumlahnya di pasar. Langkah serius harus diambil. Dan Continuous Improvement, menjadi agenda pilihan. Penciptaan lingkungan kerja yang mendorong tumbuhnya kepedulian dalam implementasi “Continuous Improvement” tersebut harus didukung oleh seluruh anggota organisasi, terutama para manager. Sangat diharapkan gaya memimpin yang bersifat terbuka terhadap perubahan, terbuka untuk menerima masukan dari siapapun dalam organisasinya.

Mottoku, Pedoman Hidupku

Entah disadari atau tidak oleh yang meminta saya untuk berbicara, karena motto hidup saya yang berbunyi: “Be Yourself, But better Everyday” merupakan janji pada diri saya sendiri untuk “Continuous Improvement,” untuk terus belajar setiap hari agar menjadi pribadi yang lebih baik hari ini dibandingkan dengan hari kemarin, dan hari esok lebih baik dari hari ini.

Dalam posting sebelumnya berjudul “Be Yourself But Better Everyday” (baca di sini) saya juga memaparkan bahwa saya pernah terjebak dalam keinginan untuk menjadi seperti tokoh idolaku, kalau mau sukses. Namun saya sampai kepada kesadaran bahwa semua kita ini diciptakan unik, karena itu saya tidak perlu menjadi orang lain untuk menjadi sukses.

Saat itu motto saya hanya berbunyi: BE YOURSELF. Tapi ternyata, motto ini juga mengungkung diri saya untuk tidak membuka diri, untuk belajar dari orang lain, yang juga diciptakan unik. Juga untuk belajar dari sekitar saya, yang setiap saat menciptakan moment pembelajaran.

Karena itu, motto ini akhirnya saya sempurnakan menjadi: “Be Yourself But Better Everyday.Motto ini sekaligus saya gunakan untuk terus menginspirasi orang lain, mengajak orang lain untuk terus belajar agar menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu.

Foto berikut ini, adalah tangan-tangan mereka yang melakukan stretching di tengah sesi ini, tangan yang di-stretch tinggi ke atas ingin menggapai langit, karena yakin bahwa ‘Continuous Improvement’ itu hanya ada going up, up and up. !!

Keteladanan Pemimpin

Semua kita percaya, bahwa pemimpin harus memberi contoh. Perilaku dia akan diamati oleh semua bawahan, seakan dia hidup dalam rumah kaca. Semua mata tertuju kepada mereka. Hari itu, yang hadir adalah para pimpinan. Akankah saya mengajari untuk bagaimana mereka berperilaku sebagai pimpinan??

Saya memilih untuk mengajak mereka untuk melakukan refleksi, dan menjawabi pertanyaan: “Apa peran pimpinan dalam program Continuous Improvement?? Dan berikut ini beberapa butir penting yang mereka kemukakan.

Menurut mereka, Pemimpin seharusnya:

Aktif memfasilitasi timbulnya ide; memberikan target yang menantang; menjadi Role Model; membuat goal yang jelas dan bermanfaat; membangun kepercayaan; membangun komitmen; memimpin perubahan; menjadi coach; dan berani bertanggung jawab.

Sementara itu menurut mereka, Lingkungan yang Kondusif adalah:

Saling menghargai; saling mengingatkan; align dengan falsafah perusahaan; tercipta budaya saling belajar dan berbagi; mau mendengarkan; pimpinan bersedia menjadi tempat bersandar; dan tidak kalah pentingnya adalah menerima salah kalau memang salah; serta bersedia untuk bermusyawarah.

Semua ini merupakan daftar yang sangat komprehensif, spontan berasal dari peserta yang adalah pemimpin, yang hadir hari itu. Mereka seakan setuju dengan John C Maxwell:

“A leader is one who knows the way, goes the way, and shows the way.”

Dan saya sendiri sangat yakin bahwa ini bukan lips service. Baik secara individu maupun secara bersama, mereka justru hadir untuk sebuah kesepakatan melangkah ke depan, untuk terus memperbaiki diri, karena kompetisi di luar sana semakin menuntut perubahan internal dari waktu ke waktu. Komitmen mereka juga seakan diamini oleh Les Brown yang mengatakan:

“You cannot expect to achieve new goals or move beyond your present circumstances unless you change.”

Energy Positif: Senyum Hari Ini

Di tengah sesi ini, saya pun tidak lupa meminta mereka untuk menuliskan dalam sebuah post-it, apa yang membuat mereka tersenyum hari ini. Beberapa diantaranya yang menarik, dan saya kelompokkan sebagai berikut:

1. Hubungan dengan Boss

  • Karena bos saya menyapa saya.
  • Semua pimpinan bisa berkumpul disini pagi ini.
  • Dipercaya bawahan untuk mendengarkan apa saja yang dishare/diceritakan.

2. Lingkungan yang Diinginkan

  • Akhirnya ada yang meng-encourage/menghargai karyawan apa adanya.
  • Ide saya mulai bertahap dilaksanakan oleh perusahaan.
  • Look at all commitment to improve together.
  • Hari ini akan ada bahan yang bisa dibagi dengan orang lain agar dapat lebih baik bersama-sama.
  • Minum kopi yang nikmat pemberian teman.

3. Ada Harapan

  • Harapan perubahan ke depan.
  • Belajar hal yang baru.
  • New day, new hope, better than yesterday.

4. Family Related

  • Bangun pagi, suami dan anak ada disamping.
  • Masih bisa telpon Ortu.
  • Mendengar putri kecilku (14 bulan) mengucapkan “Mama” saat membuka matanya dari tidur.

5. Belajar dari Sesi Hari Ini

  • Belajar menghadapi tantangan, mengasah diri.
  • Saya bisa situp 25x, sementara Pak Josef 50x 4x.
  • Today I got new good thing to make myself a better person.
  • Doing my hobby & my interest/passion.
  • Listening your motivational presentation.

Melalui kata-kaya sederhana yang dicantumkan di post-it, tanpa disadari mereka telah mulai membangun mindset positif, memberikan peluang kepada hal-hal positif yang membuat mereka senyum untuk hadir dalam pikiran mereka, dan kalau perlu dibagi kepada tim mereka. Dengan cara seperti itu secara bersama, mereka akan menciptakan lingkungan yang penuh dengan energi positif untuk menunjang langkah mereka.

Sementara itu di hati mereka ada harapan, ada keyakinan, bahwa program ‘Continuous Improvement’ ini akan berhasil !!

“The greatest difficulty in the world is not for people to accept new ideas, but to make them forget about old ideas.” (JOHN MAYNARD KEYNES)

Bookmark and Share

10 Responses to Komitmen Pribadi untuk Continuous Improvement

  1. devi says:

    Selamat pagi Pak Josep, dan selamat juga untuk bapak yang telah dipercaya menjadi direksi baru di Perusahaan bapak saat ini, saya sangat bangga sampai saya menjadi speaker kepada teman2 dikantor kemarin yang belum tahu.

    Tentang topik yang diangkat pagi ini “Continius Improvement” yg align dengan moto hidup bapak tidaklah sulit bagi bapak karena apa yang diharapkan dari seorang pemimpin sdh sejalan dengan tekad hidup yang sudah bapak tanamkan dalam keseharian. Semoga pemimpin-pemimpin juga harus begitu, apa yang dituntut dari pekerjaannya sebaiknya sama dengan tujuan hidupnya. Sekali lagi selamat dan sukses untuk kepercayaan baru yang ada di pundak bapak.

    • josef josef says:

      Terima kasih Devi, saya sengaja angkat motto itu dalam presentasi itu untuk menginspirasi mereka yang hadir. Mohon doanya semoga panggilan tugas ini sukses

  2. taat says:

    Topik yang lagi populer pak saat ini”continues improvement”, berlaku untuk perusahaan lokal maupun raksasa multinasional.

    Betul sekali untuk bisa continue improvement, maka sharing dan self learning harus ada.istilah yg kita kenal dulu adalah creating Learning Organization, which yang dulu menonjol di ULI. Di Pabrik ULI, TPM (Total Productive Maintenance) adalah the waynya…dimana disana ada unsur learning culture. Semoga bpk sukses membawa culture serupa..bahkan lebih dari ULI.

    • josef josef says:

      Terima kasih Taat, paling ideal kalau Continuous Improvement tidak lagi menjadi program ad hoc tapi jadi ” way of life”. Mudah2an kami bisa melakukanyang terbaik. Sekali lagi terima kasih Taat atas waktunya berkunjung ke blog ini

  3. I Gusti Gde Ngurah says:

    Sangat menginspirasi Pak Josef, benar adanya bahwa kita diciptakan special dan unik dan sebaiknya belajar dari mentor atau tokoh yang kita kagumi bukan “menjadi” sama persis dengan tokoh yang kita kagumi tersebut.

    • josef josef says:

      Terima kasih Ngurah, sekitar kita, setiap hari selalu tersedia materi pembelajaran. Tinggal pilihan kita: mau belajar atau diabaikan saja. Untuk belajar, kita perlu membuka diri. Untuk dapat hasil maksimal, berbagilah setelah mendapat pelajaran itu.

  4. Febri Samuel says:

    Great Story and always learning something from you, sir. Thanks for sharing.

    Kita jadi diri sendiri, tetapi tetap belajar terhadap suatu perubahan untuk menjadi lebih baik.

    Motto saya “Be Confident, Be YourSelf, Be Inspiring”.

    Percaya diri terhadap apa yang kita lakukan, akan melatih kita untuk menjadi diri sendiri, dan pada akhirnya kita dibentuk untuk bisa mengispirasi. Semangat berbagi untuk Indonesia lebih baik. Thanks Sir.

    • josef josef says:

      Terima kasih Febri, your motto is also a great one. Setidaknya akan memacu Febri untuk terus belajar dan berbagi. Semoga apa yang dilakukan Febri juga akan menginspirasi orang lain untuk turut berbagai. Bayangkan Indonesia seperti apa akhirnya !? Keep in touch

  5. ratih says:

    Setuju dengan Pak Josef bahwa continuous improvement hendaklah muncul dari komitmen masing2 pribadi. Kemauan untuk berubah menuju hal yg lebih baik, mau membuka pikiran, menerima masukan dari orang lain, mencoba melihat suatu hal dari sudut pandang yg berbeda dan berjuta2 hal positif lainnya merupakan suatu cara untuk senantiasa melakukan continuous improvement. Sekali lagi saya ucapkan selamat atas posisi baru Pak Josef sebagai Direksi PT. Indofood Sukses Makmur Tbk.

    • josef josef says:

      Terima kasih Ratih untuk ucapan selamat dan juga komentarnya untuk posting ini. Selama kita membuka diri untuk belajar, berbagai ilmu akan siap dicernah, dan datangnya dari mana saja, termasuk dari lingkungan dekat, teman kerja kita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...

Agnes Keraf:
Selamat siang dan terima kasih Besa untuk berbagi berkat yg menginspirasi. Mendengar dgn hati tidak...

josef:
Terima kasih sama-sama Riski, semoga bermanfaat untuk dijadikan pedoman hidup sehari-hari. Salam


Recent Post

  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life
  • Berpikir Positif Percepat Kesembuhan