Bahagianya Saling Belajar

Posted on March 29th, 2019

“There are people who, instead of listening to what is being said to them, are already listening to what they are going to say themselves.” (Albert Guinon)

SALING BELAJAR. Dan pesertapun banyak belajar justru dari berbagai pertanyaan yang muncul dari peserta lain yang punya latar belakang berbeda-beda. Dan tentu saja, jawaban atas pertanyaan tersebut merupakan tambahan ilmu yang mereka dapatkan. Karena itu, tidak berlebihan kalau ada dua orang di foto berikut ini (foto atas) Agus Sudradjat (GM NuArts Sculpture Park) dan Rieka dari Inkubator Bisnis Permata Bunda, kami berikan hadiah buku Kisah Rp 10.000 yang Mengubah Hidupku. Suara terbanyak peserta menganggap mereka memberikan kontribusi besar, karena kehadirannya atau pertanyaannya menginspirasi, dan pesertapun belajar daripadanya. Sementara semua peserta juga mendapatkan buku #CURHATSTAF, Seni mendengarkan bagi para Pemimpin.

Belajar Hal Baru

Masih ada lagi umpan balik dari peserta, yang bermanfaat untuk saya sertakan di tulisan ini, misalnya dari Neysa Valeria, Founder Havilla Tea):

Seneng banget karena merasa mendapat ilmu dan insight dari Pak Josef dan Ka Puji, juga terus dapet  beberapa kenalan baru yang seperti kata Pak Josef katakan tadi: kita gak pernah tau di kedepannya mungkin gak dalam waktu dekat tapi gatau kapan akan kita terkoneksi satu sama lain. Terima kasih banget kesempatannya aurora mini studio karena udah memfasilitasi adanya workshop ini.        

Sementara itu, peserta lain, Maman, berujar:

Ini sebuah momen, kita bisa tau tentang orang orang kreatif yang bisa menginspirasi orang banyak:

  • Di awal Kang Puji mengajak kita untuk melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda, tentang seorang anak kecil  yang masih polos mampu memberikan makna yang sangat besar bagi orang dewasa, melalui lukisan dan interpretasi lukisannya, sampai kita bisa berujar: “oh ya, gitu ya!”
  • Ditambah lagi pak Josef ngasih training yang cukup  bagus, karena membuka dengan bagaimana menjadi pribadi/employee yang layak dipercaya, dan selanjutnya bagaimana menjadi pemimpin yang handal.
  • Seharusnya sih gak seperti bos yang ada di otak kita, yang harus dihormatin atau segala macem. Tapi, ternyata pak josef ngebuka itu bahwa menjadi seorang boss itu harus memang lebih humble nerima bawahan sebagai teman. Nah disitulah baru keluar kreatifitas yang justru malah mengembangkan produktifitas dari perusahaan itu sendiri. Sukses buat aurora juga dan semoga kita bisa ketemu lagi di event berikutnya. (Maman)

 

 

Belajar bisa dimana saja

Namanya Anggi V. Goenadi, pemimpin Inkubator Bisnis Permata Bunda di Bontang, Kalimantan Timur. Bersama istri dan teman-teman lainnya mereka berusaha untuk memberikan kesempatan berkarya pada alumni Sekolah Luar Biasa. Dan hari itu dia membawa beberapa dari mereka untuk turut belajar di sesi kami di NuArts Sculpture Park Bandung. Berikut ini pendapat dia tentang workshop tersebut:

Workshop yang Mantap Betul. Disampaikan oleh expert yang tentu saja konten yang disajikan menjadi sangat dalam dan tepat sasaran. Suasana pelatihan, baik dari lokasi acara yang keren banget, keramahan panitia dan semangat peserta lain yang luar biasa, membuat workshop ini wajib untuk direkomendasikan kepada siapapun.

Berikut foto Anggi (nomor 3 dari kiri) Bersama tim yang dibawa dari Bontang.

Tuli atau Tuna Rungu?

Salah satu dari mereka adalah Rieka, yang dipercayakan menangani marketing dan finance untuk lini bisnisnya, dengan anak buahnya yang adalah alumni SLB. Saya memang melakukan kesalahan, dengan membuat posting di IG dan FB dengan menyebut seorang peserta Tuna Rungu. Rieka dengan sabar memberikan saya penjelasan tentang beda Tuli dan Tuna Rungu. Sayapun memohon maaf dan langsung mengedit postingan tersebut, Berikut penjelasannya:

  • Orang awam mengganggap Tuna Rungu adalah istilah yang bagus, sementara teman-teman yang tuli menganggap kata TULI yang bagus
  • Kata Tuna Rungu pesannya masih berdasarkan kasihan, muncul dari istilah kedokteran yang menganggap bahwa ada hubungan kerusakan fisik, ada tuna ada rungu ada kerusakan,
  • Mereka yang Tuli, tidak ada yang rusak, mereka normal, memiliki budaya dan Bahasa sendiri
  • Istilah Tuli lebih memperlihatkan sikap dan sifat positif, tidak mendiskriminasi mereka sebagai makluk yang berbeda.

 

Sambil sekali lagi memohon maaf kepada Rieka dan teman-teman Tuli lainnya, saya ingin mengajak semua pembaca untuk memahami hal tersebut diatas dan memberikan mereka label yang lebih mereka sukai, yaitu label Tuli. Berikut foto Rieka

Bersamaan dengan itu, saya sampaikan feedback dari Rieka tentang sesi hari itu:

“Assalamu’alaikum wr wb

Nama saya R-i-e-ka

Dipanggil dengan isyarat (tangan di bahu) Hari ini ikut acara Workshop tanggal 13 Maret 2019 Acara workshop ini bagus sekali untuk saya dan kalian semua.

Teman tuli juga bisa ikut hadir, dibantu Juru Bahasa Isyarat. Materi yang disampaikan sangat bagus, semoga semakin sukses kedepan. (Rieka Aprillia Hermansyah)”

Sementara itu, Puji Prabowo sebagai penyelenggarapun mengaku banyak belajar dari paparan materi ataupun dari peserta. Foto Bersama Puji, Adinda Gladya sang istri  dan si kecil Ara.

Dalam salah satu postingan Instagramnya Puji menyampaikan:

Salah satu dari obrolan pagi itu dengan bapak, tentang pertanyaan: Jika kita hanya punya satu hari lagi hidup di dunia ini, apa yang bisa dikontribusikan bagi manfaat dan kebahagiaan orang lain. Kemudian dia menggaris-bawahi, kesempatan selalu hadir, namun Tetap kita yang akan memilih, mau mempertahankan ego, atau melebur Bersama misi besar yang merupakan titipanNya.

Terima kasih kepada Puji Prabowo bersama AuroraMiniStudio, yang sudah memfasilitasi dan juga semua peserta, hari itu kita semua, termasuk saya,  mendapatkan pembelajaran yang sangat kaya.

“I only wish I could find an institute that teaches people how to listen. Business people need to listen at least as much as they need to talk. Too many people fail to realize that real communication goes in both directions.” (Lee Iacocca)

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih Ratih. Semua kita punya kontribusi untuk menciptakan lingkungan untuk tumbuh kembangnya mindset...

Ratih:
Penutupnya keren Pak, “fokus pada solusi”. Hal ini akan mudah diterapkan jika kita punya mindset...

josef:
Terima kasih Ratih, sungguh cantik, hanya terbatasnya ruang untuk penyajian saya di blog. Salam

Ratih:
Cantik sekali ya Pak pemandangannya..

josef:
Terima kasih Tromol untuk waktunya menyimak kisah ini. Banyak momen hadir dihadapan kita, untuk mengingatkan...


Recent Post

  • Kick-off Coaching Program
  • Suasana Penuh Kedamaian
  • Jadikan Pelajaran Berharga
  • Swedia Negara Ribuan Pulau
  • World’s Happy Countries
  • Indahnya Ciptaan Tuhan
  • Meaning dibalik Aktivitas
  • Optimisme Pekerja Mandiri
  • Positive Organization
  • Benih Positif di Taman Kehidupan