Fondasi Kerja Sama Manusia

Posted on July 25th, 2025

“I like having people bigger and better than me around me. If you’re number one in your class, you’re in the wrong class.” (John C. Maxwell)

MAXWELL Leadership Certified Team. Demikian nama kelompok ini, yang secara intensional berkumpul untuk saling belajar dan berbagi. Tapi lebih jauh lagi, kami mempunyai visi yang lebih besar, memberikan dampak pada individu atau tim yang akan menjadi leader untuk mendukung Indonesia emas 2045. Pemikiran-pemikiran John C. Maxwell yang sudah teruji secara global dan telah disajikan dalam lebih dari 100 bukunya, menjadi sumber inspirasi yang tak pernah habis. Foto diskusi santai di suatu sore.

Landasan Kerja Sama

Kami janjian bertemu jam 16:00. Saya sengaja datang lebih awal seperti biasanya. Ternyata teman sesama MLCT, Irene sudah hadir disana. Menariknya, dia sedang menyimak sebuah buku yang tebalnya 495 halaman, berjudul NEXUS, karangan Yuval Noah Harari. Saya baru punya dua bukunya sebelum ini: Homo Deus dan Homo Sapiens. Tapi menarik menyimak tulisan yang menghighlight buku ini, 19 September 2024 berjudul: Apakah AI telah meretas sistem operasi peradaban manusia? Peringatan dari Yuval Noah Harari, digaris bawahi:

Nexus adalah gagasan bahwa jaringan—baik sosial, politik, ekonomi, maupun teknologi—merupakan landasan kerja sama dan kekuatan manusia. Harari berpendapat bahwa kekuatan masyarakat selalu berasal dari kemampuan mereka menciptakan dan memelihara jaringan informasi. Jaringan ini kemudian memungkinkan kolaborasi dalam skala besar serta distribusi sumber daya, pengetahuan, dan kekuasaan.

 

Kebutuhan Leadership Development Kedepan

Bukan pula kebetulan bahwa sore itu teman2 berkumpul untuk membahas kebutuhan Leadership Development yang berbeda-beda pada level dan lini organisasi, ataupun dengan mempertimbangkan hadirnya generasi muda yang mengalami akselerasi menuju puncak karier.

 

Pakar Leadership, John C. Maxwell mengatakan:

“If you want to succeed, you must learn how to connect with people. And while it may seem like some folks are just born with it, the fact is anyone can learn how to make every communication an opportunity for a powerful connection.”

Kemampuan untuk membangun relasi dengan orang lain merupakan faktor yang menentukan dalam seseorang mencapai potensi maksimumnya. Dan ini merupakan skill yang bisa dipelajari siapa saja untuk diterapkan dalam personal atau professional relationship atau dalam lingkup keluarga.

Lebih jauh lagi kalau kita bicara tentang menjadi seorang pemimpin yang sukses, faktor penting tersebut, Relationship, bahkan menjadi semakin penting untuk terus dikembangkan dan diasah. Pemimpin ini juga sekaligus menjadi contoh bagi timnya, tentang bagaimana membangun hubungan produktif dengan timnya, atau dengan orang lain sekitarnya.

 

Bubur Ayam dan NEXUS

Di akhir diskusi hari ini, kami sepakat untuk makan bubur ayam, dengan versi masing-masing. Tapi yang menarik adalah, pengamatan sederhanaku, 50% buburnya diaduk dan lainnya tidak diaduk.

Memang ada bedanya? Kita percayakan pemaknaan pada psikolog kita ka Irene Gracesiana. Begini katanya:

Bubur yang diaduk maknanya mendalam memang. Katanya hidup seperti bubur yang diaduk tak tampak rapih, tapi disitulah semua rasa bisa menyatu… asyik.

Sementara itu dari bubur yang tidak diaduk, kehidupan mengajarkan kita untuk menjaga batas, menghargai tiap aspek, dengan demikian kita juga bisa menikmati kehidupan.

Tak ada yang benar atau salah dari pemaknaan itu, karena tema bubur diaduk sering dibahas di wa group. Sementara itu ka Fiona Wang, dalam postingan di IG dan FB menuliskan: ”Tak masalah kita terbelah dua jadi kelompok bubur diaduk dan bubur tidak diaduk. Yang penting spirit kita menyatu dalam Maxwell Leadership Certified Team.

Peringatan di NEXUS, kami tanggapi dengan memperkuat jaringan persahabatan dan profesionalism diantara kami, tidak saja melalui jaringan digital. Diskusi sore itu untuk tema yang serius, mampu dibawakan dalam suasana santai menyenangkan. Dan hasilnya maksimal sesuai tujuan pertemuan ini.

“If you first help people get what they want, they will help you get what you want.”  (Zig Ziglar)

Bookmark and Share

4 Responses to Fondasi Kerja Sama Manusia

  1. Sofia assegaff says:

    Seru…
    Terimakasih insight nya pak Josef..
    Btw saya tim bubur ga diaduk sementara suami tim aduk mawur hahaha

  2. Irene Gracesiana says:

    Inspiring Pak Josef. Dan ‘melihat’ kembali tulisan dari diskusi pertemuan kita saat itu jadi menambah insight. Ijin posting di SosMed saya ya Pak.

    • josef josef says:

      Terima kasih sama2 mba Irene. Silahkan dibagi. Tulisan ini adalah yang ke 963. Telusuri juga tulisan lainnya di blog ini. Salam

Leave a Reply to Sofia assegaff Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih Lukas, bergerak ke segala arah dan disetiap momen. Tak henti menularkan kebaikan, termasuk...

Lukas:
Selalu terinspirasi. Integritas tidak sekedar slogan tetapi menjadi Movement. Bergerak dari dari atas...

josef:
Langka awal adalah menyadari, lalu mencermati saya bisa apa dan apa yang perlu saya lakukan untuk bisa mulai...

josef:
Betul Icha: Respek dan Trust harus dibangun secara tulus. Dengan demikian kita bisa berkolaborasi dengan satu...

josef:
Terima kasih Icha untuk highlightnya. Sering kita lupa, kalau di keluarga hadir berbagai generasi yang juga...


Recent Post

  • Berdampak dan Menciptakan Perubahan
  • Upward Bullying Terhadap Toxic Leader
  • Menemukan WHY dari Laut Lamalera: Belajar dari LAMAURI
  • Bijak Memimpin Lintas Generasi
  • Saat Integritas Menjadi Gerakan
  • Wujud Nyata Leader as BRIDGER
  • Ketika Jabatan Berakhir – MAKNA Berlanjut
  • PEACE HR: Menjaga Human Touch di Era AI
  • Di Bawah ATAP Itu Kita Belajar dan Bertumbuh
  • Lukisan Legacy Sarat Makna