Jeli Mencermati Ragam Perlakuan

Posted on May 12th, 2023

“A long, healthy, and happy life is the result of making contributions, of having meaningful projects that are personally exciting and contribute to and bless the lives of others.” (Stephen Covey)

MANUSIA SEUTUHNYA. Demikian hendaknya kita memperlakukan karyawan kita, baik dalam melihatnya sebagai individu maupun dalam kesatuan dengan seluruh tim dalam sebuah organisasi. VALUES yang kita terapkan dalam sebuah organisasi akan menjadi landasan pijak setiap perilaku kita. Dan para leader akan berada pada posisi menjadi contoh perilaku positif dalam keseharian.

Employee Experience

Istilah ini juga sudah lama didengar dan juga dipahami dalam interaksi keseharian karyawan di tempat kerja. Satu hal yang pasti adalah, warna pengalaman karyawan di tempat kerja akan diramu dari persepsinya tentang bagaimana dia diperlakukan, dan bagaimana pengamatan dia tentang perlakuan terhadap rekan kerja lainnya ataupun terhadap stakeholder di luar perusahaan.

Dalam memperlakukan karyawan sebagai manusia seutuhnya, ada 4 dimensi manusia yang perlu diperhatikan, yang tak terpisahkan satu sama lain: Body, Mind, Heart dan Spirit, seperti yang disampaikan oleh Stephen Covey dalam bukunya, the 8th Habit, from Effectiveness to Greatness. Dalam buku tersebut, diberikan beberapa skenario agar kita lebih memahami yang dimaksud dengan manusia seutuhnya.

Memahami Ragam Perlakuan Terhadap Karyawn

Berbagai skenario berikut ini disajikan untuk memberikan gambaran perlakuan nyata dalam situasi yang berbeda. Terkadang kita memotret suatu tindakan secara berdiri sendiri, dan lupa untuk juga menyikapi aspek lainnya yang juga penting untuk mendapatkan perhatian.

  1. Not treated fairly: office politics, nepotism, unfair unjust, salary not right
    Situasi terburuk seperti ini bisa saja terjadi. Karyawan punya pilihan, apakah tinggal dan berkontribusi mengubah situasi, atau mencari kesempatan di tempat lain.
  2. Treated fairly but not kindly: not respected, dictated by the mood of boss.
    Karyawan senantiasa menginginkan lingkungan yang saling menghargai satu sama lain, terutama oleh atasannya. Kehadiran mereka diperusahaan ini karena dibutuhkan sesuai dengan kualifikasi masing-masing.
  3. Paid fairly, treated kindly, but when your opinion is wanted, it is given to you. (mind)
    Karyawan akan termotivasi bila pendapat mereka didengarkan, dan juga dilibatkan di berbagai tahap inisiatif.
  4. Paid fairly (body), treated kindly (heart), involved creatively (mind), but you are asked to dig a hole and fill it again. The work is meaningless. (spirit)
    Bayangkan dengan kualifikasi yang anda punyai, anda diminta untuk mengerjakan hal tak berguna. Walau ketiga aspek lainnya, body, heart, mind nampak dipenuhi, tapi kemungkinan karyawan akan frustrasi tidak termotivasi. Contoh yang disampaikan Stephen agak ekstrim, tapi merupakan ilustrasi yang pas: disuruh atasan menggali lubang dan kemudian menutupnya kembali.
  5. Paid fairly, treated kindly, involved creatively in meaningful work, but there is a lot of lying and cheating going on with customer and supplier, incl other employees (spirit)
    Karyawan sangat jeli untuk belajar, termasuk dari contoh perilaku para pimpinan di tempat Kerja. Pesan keluar tentang bagaimana kita memperlakukan customer dan supplier juga hendaknya konsisten dengan apa yang disaksikan di tempat kerja. Integritas pimpinan ditentukan oleh kesamaan apa yang dipikirkan, diucapkan dan diperbuat. Jangan lupa bahwa karyawan akan memperlakukan customer dengan cara yang sama mereka diperlakukan oleh pimpinan mereka.

Tak ada yang sempurna. Namun demikian, dengan mencermati berbagai skenario tersebut, pimpinan akan terus berupaya untuk melakukan perbaikan, mengambil berbagai keputusan dengan Tetap mempertimbangkan bahwa karyawan hendaknya diperlakukan sebagai manusia seutuhnya.

“When you show deep empathy toward others, their defensive energy goes down, and positive energy replaces it. That’s when you can get more creative in solving problems.” (Stephen Covey)

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih Uni, karena dua tahun itu singkat, saranku sudah mulai bersiap-siap dari sekarang kalau niatnya...

josef:
Terima kasih Rina, Dampak bagi orang lain harus diniatkan dan dilakukan secara konsisten. Dan dimulai dari...

Unie:
Setuju Pak Josef, masa purna bakti bukan titik akhir tapi adalah fase baru yg harus kita rencanakan dengan...

Rina Ismariati:
Sebagai bagian dari generasi yang masih sedang membangun perjalanan karier, saya merasa banyak...

josef:
Terima kasih sama2 mba Sofia, semoga bermanfaat. Bagi juga inspirasinya kepada teman2 lainnya yang...


Recent Post

  • Ketika Jabatan Berakhir – MAKNA Berlanjut
  • PEACE HR: Menjaga Human Touch di Era AI
  • Di Bawah ATAP Itu Kita Belajar dan Bertumbuh
  • Lukisan Legacy Sarat Makna
  • Saya Adalah Pemimpin (I Am a Leader)
  • Transformasi Ke Level Berikutnya
  • Legacy Pemimpin Yang Berdampak
  • Perjuangan Wisudawan Ulet
  • Apa yang Bisa Saya Bantu?
  • Menjadi Cahaya Bagi Yang Lain