Posted on November 24th, 2017
“One of the most important things you can do, as a leader, is to learn to lead yourself.” (John Maxwell)
KAMI MAU JADI PEMIMPIN yang hebat. Demikian ungkap anak-anak muda cerdas kepada John C. Maxwell ketika mengikuti programnya, tapi saat ini kami belum punya siapa-siapa yang dipimpin. Tanggapan beliau:
“Pimpinlah diri Anda sendiri. Dari situlah semuanya dimulai. Lagi pula, jika anda tidak mau mengikuti diri Anda sendiri, mengapa orang lain harus mengikuti Anda?” (Buku 360° Leader oleh John C. Maxwell)
Fokus Dalam Memimpin Diri Sendiri
Ada 7 area yang ditawarkan John Maxwell untuk dijadikan fokus dalam memimpin diri Anda:
Sejalan yang dirasakan, dipikirkan, diucapkan dan dilakukan
Mengelola Kehidupan Pribadi
Butir ke-7 yang tak kalah pentingnya adalah mengelola kehidupan pribadi. Dengan berkarya, kita ingin menambah nilai dalam kehidupan kita, sebut saja financial value, social value, spiritual value, professional value. Dan lain-lain. Namun tidak kalah pentingnya adalah nilai tambah bagi keluarga yang dicintai. Foto berikut adalah momen memimpin renungan akhir tahun di tengah keluarga besar.

Saat kita baru tumbuh, menapak ke atas, keluarga kita, istri atau suami kita selalu berada di samping kita untuk memberikan dukungan, menyemangati. Saat sukses kita raih, tentu sukses itu ingin dinikmati bersama keluarga tercinta. Bukan dengan memberikan uang dan harta berlimpah, tapi saatnya memberikan perhatian, waktu dan cinta yang lebih dalam. Ungkapan:
“Di balik seorang pria yang sukses, ada seorang wanita tangguh.”
Apa bentuk perhatian dan cinta yang lebih dalam itu? Tergantung misi keluarga masing-masing itu apa. Kalau kita sudah menemukan makna dari kehidupan yang kita cari, mungkin juga waktunya secara bersama-sama membantu orang lain untuk juga menemukan makna hidup mereka.
Contoh perilaku pemimpin yang handal, tidak hanya dibaca anggota tim dalam kehidupan professional di tempat kerja, tapi juga dari kehidupan pribadi sang pemimpin, kehidupan bersama keluarganya.
“Leaders become great not because of their power, but because of their ability to empower others.” (John Maxwell)
josef:
Terima kasih Lukas, bergerak ke segala arah dan disetiap momen. Tak henti menularkan kebaikan, termasuk...
Lukas:
Selalu terinspirasi. Integritas tidak sekedar slogan tetapi menjadi Movement. Bergerak dari dari atas...
josef:
Langka awal adalah menyadari, lalu mencermati saya bisa apa dan apa yang perlu saya lakukan untuk bisa mulai...
josef:
Betul Icha: Respek dan Trust harus dibangun secara tulus. Dengan demikian kita bisa berkolaborasi dengan satu...
josef:
Terima kasih Icha untuk highlightnya. Sering kita lupa, kalau di keluarga hadir berbagai generasi yang juga...
Agree Pak Josef and very inspjring for me. Terkadang kita lupa pada saat sdh sukses betkarir siapa yg berjuang bersama membangun karir itu dan akhirnya kita terlena dan mulai melupakan keluarga yg menjadi peyangga utama karir kita. Saya terus mencoba melakukan ini dalam keluarga saya. Semoga bisa berhasil dengan pertolongan Tuhan dan Bunda Maria. Amin
Terima kasih pa Canisius, sebagai sahabat kita akan terus saling mengingatkan satu sama lain. Sukses selalu !
Terima Kasih Pak Josef..
keep the good work (inspire & empowering other)
spread the humbleness
and always keep pursue your purpose of life.
Tetap Sehat & Bahagia selalu buat bapak 🙂
Terima kasih sama2, teruskan menyebar kebaikan yang dipelajari, kepada yang lain. Salam