Nilai Diri di Tempat Yang Tepat

Posted on August 18th, 2023

“Know your self-worth. You might feel unwanted and unworthy to one person, but you are priceless to another.” (Mufti Menk)

KUE GEMBLONG. Kita semua tahu itu. Saat membelinya di pasar tradisional, satu gemblong dihargai limaratus rupiah. Ketika kami memesannya di sebuah restoran di salah satu mall, kami membelinya dengan sepuluh ribu rupiah untuk satu buah. Nilai kue ini menjulang tinggi saat berada di tempat yang berbeda, diapresiasi dengan cara berbeda karena berada di tempat yang berbeda, dan kita bisa menerimanya dengan nilai tersebut. Sementara itu ada yang memandang miring kue gemblong sebagai kue kampungan. Tapi gemblong ya tetap gemblong. Dia punya nilai tinggi bagi yang menyukainya. Bersyukurlah ada tangan yang bersedia mengangkatnya ke tempat yang bisa memberikan nilai tinggi untuk kue ini.

Simak juga dua cerita berikut ini, agar bisa lebih mendapatkan gambaran tentang berapa nilai diri kita, yang perlu kita apresiasi. Nilai diri kita ditentukan oleh siapa diri kita sesungguhnya (who we really are).

Dua Puluh Dollar

Sebelum memulai sebuah sesi, seorang trainer bertanya kepada peserta sambil mengangkat uang kertas senilai $20: siapa yang mau uang ini? Saya akan memberikan kepada salah satu dari kalian. Banyak yang angkat tangan.

Kemudian uang itu diremas-remas, dan dengan bentuk tidak karuan dia menunjuk kepada peserta, siapa yang mau uang ini? Masih banyak yang angkat tangan. Uang itu kemudian dijatuhkan ke lantai, kemudian diinjak-injak dengan sepatunya, lalu trainer itu memungutnya dan bertanya, siapa yang masih mau? Ternyata masih banyak yang angkat tangan.

Trainer itu kemudian menjelaskan, nilai uang itu akan tetap $20 terlepas uang itu diremas atau diinjak2. Karena nilainya ada didalam lembaran itu. Demikian juga kalau kita tahu tentang nilai diri kita, seberapapun kita dihina, diinjak-injak, dipermalukan, nilai diri kita tidak akan berubah. Diapun melanjutkan: “Dirty or clean, crumpled or finely creased, you are still priceless to those who DO LOVE you.”

 

Jam Tua

Pada suatu ketika, seorang ayah yang hampir meninggal dunia ingin mewariskan sebuah arloji tua, warisan nenek moyangnya, kepada putranya. Namun dia meminta anaknya untuk pergi ke toko arloji di seberang jalan untuk menanyakan berapa harga arloji tersebut.

Sang anak pergi dan saat kembali dia melaporkan bahwa jam tersebut hanya bernilai $5 karena sudah tua.

Kemudian sang Ayah berkata: “sekarang coba kamu bawa arloji ini ke toko barang barang antik dan tanyakan harga nya”

Si anak pergi lalu kembali dan berkata: “pemilik toko bilang, harga arloji ini mencapai 5000 dollar”

Sang Ayah berkata: “sekarang coba bawa ke museum dan katakan ke mereka bahwa kamu mau menjual arloji tua ini”

Si anak pun pergi lalu kembali dan berkata: “mereka mendatangkan pakar arloji untuk memperkirakan harga nya, lalu mereka menawarkan kepada ku 1.000.000 Dollar untuk arloji ini”

 

Si Ayah berkata; “Nak, aku sedang mengajarkan bahwa kamu hanya akan dihargai dengan benar ketika kamu berada di lingkungan yang tepat, maka jangan pernah kamu tinggal di tempat yang salah lalu marah karena tidak ada yang menghargai mu”

Karena Mereka yang mengetahui nilai kamu, akan selalu menghargai.

 

Nilai Diri Sendiri

Dalam kehidupan ini sering kita mengalami naik dan turun silih berganti. Terkadang kita direndahkan, dihina, diejek, dicap negatif dan lain-lain oleh lingkungan dimana kita berada. Terkadang kita juga merasa seakan kita tak punya nilai saat diperlakukan seperti itu. Tapi jangan lupa, anda sendiri yang menentukan nilai dirimu. Kutipan berikut sangat bagus untuk menjelaskan ini:

You may feel worthless, but you will never lose your value. – Matt Hogan

If you know your true worth, you do not need anyone else to confirm it. – Alan Cohen

Be a good person, but don’t waste your time trying to prove it.-  Paulo Coelho

 

Dua sahabat ini, Dian Eva Agustina dan Juliana Tompodung, menyadari bahwa mereka membutuhkan coaching untuk terus berkembang. Tapi lebih jauh lagi mereka merancang program untuk mengajak certified coaches di komunitas HR untuk melakukan coaching bagi anggota lain yang membutuhkan.

Nilai diri kita akan semakin bertambah, kalau kita semakin meluangkan waktu untuk melayani, untuk membantu orang lain menjadi lebih baik, dengan berbagi, termasuk  coaching untuk yang ingin berkembang lagi. Dan bersama-sama dengan yang lain kita berusaha untuk menemukan MAKNA keberadaan kita di lingkungan tertentu pada saat tertentu, agar kita terus belajar untuk menjadi lebih baik dari waktu ke waktu, demi menciptakan lingkungan yang juga lebih baik dari waktu ke waktu

“Our beliefs about what we are and what we can be, precisely determine what we will be.” (Tony Robbins)

Bookmark and Share

8 Responses to Nilai Diri di Tempat Yang Tepat

  1. Sr. Agnes Keraf SFS says:

    Selamat siang Besa. Terima kasih selalu menjadi berkat melalui share inspirasi hidup. Ada satu petuah St. Fransiskus Assisi…. mirip dengan inspirasi hari ini. Juga tentang nilai manusia: “nilai seorang manusia adalah nilai orang itu di hadapan Allah, lain tidak”.

  2. Heru says:

    Thanks Pak Josef, inspirasi menarik dr kue gemblong. Penting selalu sadar utk tetap bermakna bagi lingkungan. A calling to be a man of value rather a man of success

  3. Ini yang persis sedang saya rasakan Pak. Tapi bingungnya dimana tempat yang saya cari dan bisa menghargai saya haahaa

    • josef josef says:

      Terima kasih Herva, mengangkat kesadaran itu ke permukaan sudah merupakan langkah awal yang bagus. Tanpa disadari semua yang mencintaimu, akan sangat menghargaimu. Cermati itu. Salam

  4. Kartika says:

    Keren sekali pak Josef. Mengingatkan kita bahwa jangan sekali-kali nilai yg kita percayai, runtuh hanya karena perkataan orang lain (perkataan negatif), atau karena berada di tempat yang salah. Yakin dan terus bertumbuh kuncinya.

Leave a Reply to josef Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih Lukas, bergerak ke segala arah dan disetiap momen. Tak henti menularkan kebaikan, termasuk...

Lukas:
Selalu terinspirasi. Integritas tidak sekedar slogan tetapi menjadi Movement. Bergerak dari dari atas...

josef:
Langka awal adalah menyadari, lalu mencermati saya bisa apa dan apa yang perlu saya lakukan untuk bisa mulai...

josef:
Betul Icha: Respek dan Trust harus dibangun secara tulus. Dengan demikian kita bisa berkolaborasi dengan satu...

josef:
Terima kasih Icha untuk highlightnya. Sering kita lupa, kalau di keluarga hadir berbagai generasi yang juga...


Recent Post

  • Berdampak dan Menciptakan Perubahan
  • Upward Bullying Terhadap Toxic Leader
  • Menemukan WHY dari Laut Lamalera: Belajar dari LAMAURI
  • Bijak Memimpin Lintas Generasi
  • Saat Integritas Menjadi Gerakan
  • Wujud Nyata Leader as BRIDGER
  • Ketika Jabatan Berakhir – MAKNA Berlanjut
  • PEACE HR: Menjaga Human Touch di Era AI
  • Di Bawah ATAP Itu Kita Belajar dan Bertumbuh
  • Lukisan Legacy Sarat Makna