Next Practice Innovation

Posted on December 6th, 2024

“Learning and innovation go hand in hand. The arrogance of success is to think that what you did yesterday will be sufficient for tomorrow.” (William Pollard)

MEMBUKA DIRI untuk terus belajar, setiap hari dari berbagai sumber. Kali ini, sumbernya difasilitasi oleh team PEACE HR, yang mengajak untuk menyimak ilmu dari 3 sumber di Singapore: Kantor LinkedIn, National University of Singapore dan Kenangan Academy. Nampaknya memang hanya tiga. Tapi hemat saya, ada satu lagi yang tidak kalah pentingnya adalah kebersamaan sekitar 30 orang, yang saling belajar, saling berbagi cerita atau bahkan saling berbagi foto dan video penuh fun.

 

Ngobrol Asyik Sore Pertama

Tempatnya memang menunjang. Sebuah Kafe di Marlion yang langsung berseberangan dengan Hotel Marina Bay Sand. Fokus kami sore itu bersumber dari buku Memanusiakan Manusia, Seni Mengangkat Harkat Karyawan Sebagai Manusia. Beberapa pertanyaan menarik yang diajukan:

  1. Kita semua ini kan manusia, mengapa perlu memanusiakan lagi? Siapa yang memanusiakan siapa?
  2. Dalam lingkungan kerja yang toxic, sering ditemukan leader yang suka marah-marah, dan keluarlah kata2 isi kebun binatang dari mulutnya. Bagaimana menyikapi ini?
  3. Saya paling suka cerita di buku itu tentang Sukadi, pantry staf yang merasa senang dengan lingkungan kerjanya, merasa dihargai.
  4. Sebagai generasi yang lebih muda, bagaimana sebaiknya mempersiapkan diri secara dini untuk menjadi leader yang andal.

 

Dan masih banyak lagi yang didiskusikan, sambil masing-masing membagi  pengalaman nyata di tempat kerja, membuat diskusi terasa lebih akrab dan hangat. Ditambah tawa dan senda gurau sambil menyeruput kopi atau minuman pesanan masing2.

 

LinkedIn Yang kaya Pembelajaran

Siapa yang tidak kenal atau tidak menggunakan LinkedIn? Dalam kunjungan ini, atas kebaikan hati mba Lanny Widjaja yang sudah 10 tahun berkiprah disana, kami disajikan beberapa data penting, antara lain, bahwa Top skill of the moment for Talent Leaders adalah ADAPTABILITY. Selengkapnya, skills yang dibutuhkan dalam AI Lanscape terdiri dari:

  1. Adaptable Leadership: navigating change, inspiring others and fostering resilience in the face of uncertainty.
  2. Emotional Intelligence: understanding, managing and utilizing own emotions and those of others effectively
  3. Complex Problem Solving: identifying, analysing and resolving intricate issues with multiple interconnected variables and solutions.
  4. Critical and strategic thinking: evaluating information while strategically envisioning future goals and creative plans to achieve them
  5. AI fluence: understand, interact and leverage AI effectively to solve challenges and achieve goals. Berikut foto 935c di LinkedIn

Dengan kemampuan teknologi yang dipunyai, LinkedIn masih tetap mengakui bahwa unsur human senantiasa penting, dan semua teknologi adalah sebagai enabler, untuk memudahkan kerja manusia. Karena itu diakhir sesi itu, selain kenang-kenangan dari PEACE HR, kami juga memberikan buku Memanusiakan Manusia untuk menggarisbawahi dan meneguhkan pesan penting diatas.

 

Ada Peluang Next Best Practices di NUS

Kita sering sekali merayakan keberhasilan sebagai Best Practice. Namun saya sering menyinggung dalam tulisan-tulisan sebelumnya, bahwa Best Practice itu kemarin, masa lalu, dikenang sebagai sejarah. Kita perlu bangkit untuk menciptakan Best Practice lainnya.

Dalam paparannya di National University of Singapore, Prof. Dr. Andreas Raharso menyampaikan pentingnya fungsi bagian otak yang bernama hippocampus. Ada tiga elemen Structure of Human Intellect, Verbal Ability, Numeric Ability dan Spatial Ability. Kunci dibalik Spatial Ability adalah hippocampus, yang sering diasosiasikan dengan memory dan jarang diasah. Beberapa aktivitas untuk mengasah Spatial ability seperti:

  1. Puzzles seperti jigsaw untuk meningkatkan visual-spatial reasoning.
  2. Drawing/sketching untuk meningkatkan kemampuan memvisualisasi obyek dalam suatu ruangan.
  3. Origami atau model building demi memperkuat spatial manipulation skills.
  4. Sport atau aktivitas fisik yang melibatkan spatial awareness, seperti  main sepak bola, basket, jalan kaki atau dansa, dan lain2

Menurut beliau, hippocampus yang adalah kunci dibalik spatial ability mampu mengkombinasikan pengetahuan yang sudah ada dan yang baru demi mendapatkan “novel ideas” atau next practice innovation. Next practice didefinisikan sebagai: Never done before atau The first Best Practice.

Contoh yang diberikan misalnya, hadirnya TehBotol pertama kalinya atau Nescafe yang hadir sebagai kopi instant pertama di dunia di 1 April 1938. Mampukah kita menelorkan Next Best Practice seperti itu? Apa yang perlu dilakukan secara berbeda dibanding program kreativitas atau innovasi bersama konsultan mahal seperti selama ini? Prof Andreas meyakinkan, bahwa dia dan timnya siap untuk memfasilitasi.

 

Talenta Indonesia Yang Kompeten

Keberanian startup company ini, Kenangan Coffee, untuk go international, yang membuat tim kami tergelitik untuk menyimak latar-belakang keyakinan diri untuk itu. Dengan ragam kopi terbaik di Indonesia dan kemampuan memberdayakan 5.500 barista, pa Ari Gemini yakin berhasil. Berikut foto kegiatan belajar di Kenangan Academy..

 

Panggung Untuk Talenta Indonesia

Dari tiga kunjungan tersebut, ada hal yang menarik untuk dicatat. Kami mendapat paparan dari Talenta Indonesia yang handal berpengalaman. Sebut saja di LinkedIn, ada mba Lanny Widjaja, Head of New Business for the Indonesia Market Bersama timnya orang Indonesia yang menyapa kami. Sementara itu di  National University of Singapore, kami dibagi ilmu oleh Prof Andreas Raharso, Executive Fellow di LKY School of Public Policy serta Program Director Next Practice at NUS Business School. Pembicara lainnya adalah Dini Sandys, Deputy Head for Environment and Sustainability di NUS. Sempat bertemu juga dengan mahasiswa yang mendapat beasiswa untuk studi S2 di NUS.

Saya mengangkat ini, karena saat menyelesaikan tulisan ini, KOMPAS terbitan 3 Desember 2024 menampilkan Headline: Talenta Unggul Indonesia Tersedot ke Singapore. Silahkan untuk kita renungkan dan mengambil langkah di koridor kita masing-masing untuk memberdayakan talenta Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Tebaran foto-foto di sosmed terus berlanjut. Sayapun coba membuat kompilasi foto seperti berikut ini.

 

Learning trip sudah berlalu, namun kenangan kebersamaan akan terus diingat, dan tentu saja pelajaran yang didapat akan menjadikan diri kita lebih baik guna menghadapi 2025 dengan semangat dan konfiden tinggi.

“There is a powerful driving force inside every human being that, once unleashed, can make any vision, dream or desire a reality.” (Tony Robbins)

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

Lukas:
Selalu terinspirasi. Integritas tidak sekedar slogan tetapi menjadi Movement. Bergerak dari dari atas...

josef:
Langka awal adalah menyadari, lalu mencermati saya bisa apa dan apa yang perlu saya lakukan untuk bisa mulai...

josef:
Betul Icha: Respek dan Trust harus dibangun secara tulus. Dengan demikian kita bisa berkolaborasi dengan satu...

josef:
Terima kasih Icha untuk highlightnya. Sering kita lupa, kalau di keluarga hadir berbagai generasi yang juga...

josef:
Betul Icha, sering kita membutuhkan pemantik, pendorong, pengingat dari orang lain, termasuk yang paling...


Recent Post

  • Saat Integritas Menjadi Gerakan
  • Wujud Nyata Leader as BRIDGER
  • Ketika Jabatan Berakhir – MAKNA Berlanjut
  • PEACE HR: Menjaga Human Touch di Era AI
  • Di Bawah ATAP Itu Kita Belajar dan Bertumbuh
  • Lukisan Legacy Sarat Makna
  • Saya Adalah Pemimpin (I Am a Leader)
  • Transformasi Ke Level Berikutnya
  • Legacy Pemimpin Yang Berdampak
  • Perjuangan Wisudawan Ulet