Digitizing HUMAN or Humanizing Digital?

Posted on August 1st, 2025

“Technology is nothing. What’s important is that you have faith in people. Technology is only valuable when it empowers people to achieve more, think differently, and improve lives. (Steve Jobs)

KECERIAAN rekan-rekan praktisi HR sambil membawa aura positif ke dalam ruang acara, bisa dirasakan. Mereka hadir malam itu untuk menerima penghargaan atas upaya berkelanjutan yang mereka lakukan di perusahaan masing-masing. Untuk ke-16 kalinya, SWA bekerjasama dengan Lembaga Managemen FEB UI menyelenggarakan acara:

The 16TH Indonesia HR Excellence Conference & Awarding  2025, “Accelerating Sustainable Growth through Human-Centered Approaches in the Age of Gen-AI.

Ada juga talk show, dimana tiga perusahaan diminta untuk berbagi pengalaman mereka, sesuai dengan tema tersebut. Menarik untuk menyimak pertanyaan yang dilontarkan oleh moderator, apakah yang kalian lakukan itu Digitizing HUMAN or Humanizing Digital? 

 

Motivasi Mengikuti Program Ini

Antusias peserta dalam mengikuti penilaian HR Excellence 2025 ternyata masih tinggi. 35 perusahaan mendaftar. Penjurian menyangkut lima kategori, tapi peminatan terbanyak di kategori Learning & Development 29 perusahaan dan Wellbeing Management 25 perusahaan. Dan ini merupakan trend setelah pandemi, dimana kebutuhan meningkat untuk L&D sebagai dampak digitalisasi (learn, unlearn and relearn) dan juga semakin besar perhatian perusahaan kepada wellbeing karyawan dan keluarga. Sementara itu, motivasi Perusahaan mengikuti program penjurian HR Excellence 2025 ini adalah antara lain:

  1. Meraih pengakuan/penghargaan sebagai yang terbaik dalam menyelenggarakan Manjemen SDM
  2. Ingin mengukur posisi manajemen SDM mereka dibanding perusahaan lain
  3. Belajar dari pertanyaan/masukan dewan juri atau dari perusahaan peserta lainnya
  4. Memperluas network. Perusahaan yang sudah unggul siap berbagi untuk pembelajaran yang lain

Berikut foto sebagian Anggota Dewan Juri yang sempat hadir.

Catatan Dewan Juri dari Pemaparan Peserta

Kami sesungguhnya banyak belajar dari pemaparan para peserta saat menyimak data yang disajikan terkait inisiatif-inisiatif yang menciptakan employee experience dan sekaligus membawa dampak pada pertumbuhan karyawan dan Perusahaan. Beberapa catatan yang ingin kami bagikan:

  1. Kesadaran strategis perusahaan bahwa daya saing masa depan tidak hanya ditentukan oleh teknologi tetapi juga oleh kesiapan manusia sebagai dimensi utama sustainability perusahaan
  2. Munculnya digitalisasi memunculkan kebutuhan mendesak untuk program pembelajaran (learning, unlearning and relearning) untuk meningkatkan kemampuan talenta.
  3. Ekspektasi karyawan generasi muda yang lebih menekankan work-life balance, kesehatan mental dan pembelajaran berkelanjutan.
  4. Paska pandemi, well-being semakin dipandang sebagai bagian integral dari strategi bisnis, bukan sekedar inisiatif HR. Banyak Perusahaan melihat korelasi well-being dengan produktivitas karyawan serta retensi talenta.
  5. Dalam konteks Indonesia HR Excellence, Perusahaan yang menonjol dalam kategori ini adalah Perusahaan yang mengintegrasikan L&D dan Wellbeing kedalam budaya organisasi, dengan pendekatan yang holistik dan terukur.
  6. Penggunaan Metode dan alat ukur

Disajikan metode dan alat ukur untuk memperlihatkan progress atau peningkatan efektivitas pengembangan karyawan.

Kegiatan HR berawal dari Bisnis, karena itu diperlihatkan juga keterkaitan peningkatan efektivitas pengembangan karyawan yang berdampak pada bisnis.

Mereka yang lebih andal dalam menghadapi tantangan baru adalah:

  1. Sudah mapan menghidupi Corporate Values dalam keseharian
  2. Mereka tidak hanya sekedar mempunyai banyak Generasi Muda, tetapi sungguh memberdayakan mereka.

Mengakhiri paparanku, saya mengingatkan peserta untuk terus belajar dan bertumbuh dan mengeksekusi semua strategic planningnya secara disiplin dan konsisten, seperti petikan di akhir tulusan ini.

 

Human vs Teknologi

Orientasi pada HUMAN merupakan unsur penting yang dinilai calon karyawan dalam memilih bergabung maupun untuk karyawan yang ada untuk tetap bertahan.

Sementara itu dalam mengadopsi dan menggunakan teknologi baru dalam manajemen SDM, perusahaan peserta HR Excellence Award nampak cukup serius dalam mempertimbangkan dan implementasi Teknologi Baru, Gen AI untuk Manajemen SDM. Mereka bahkan menerapkannya sebelum calon karyawan mulai melamar. Mereka perkuat employer brandingnya.

Kalaupun ada beda tingkat maturity penerapan, tergantung dari prioritas bisnis dan kebutuhan saat memutuskan untuk mulai menggunakan.

Kembali ke pertanyaan di awal, apakah yang dilakukan perusahaan peserta ini adalah Digitizing HUMAN or Humanizing Digital. Jawaban saya sederhana:

Para Peserta unggulan adalah mereka yang sudah mendemonstrasikan pendekatan utama: MEMANUSIAKAN MANUSIA, memperlakukan karyawan sesuai harkatnya sebagai Manusia Seutuhnya, sambil menggunakan teknologi secara bijak sebagai enabler.

“Motivation gets you going, but discipline keeps you growing. That’s the Law of Consistency. It doesn’t matter how talented you are. It doesn’t matter how many opportunities you receive. If you want to grow, consistency is key.” (John C. Maxwell)

Bookmark and Share

2 Responses to Digitizing HUMAN or Humanizing Digital?

  1. Salam Pak Josef,
    Sangat menginspirasi materi ini, sangat setuju dan yang menjadi proble adalah memanusiakan manusia paling mendasar yang kadang terlupakan. Dengan teknologi tinggi tidak akan bisa berjalan jika disentuh hal yang paling dasar ini. Saat ini Generasi muda saat ini tidak ada yang melek dengan teknologi, tinggal mereka diarahkan atas fungsi dan manfaatnya saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih Dinda untuk catatan pentingnya. Kita memang dipacu waktu, hanya pemimpin yang terus belajar dan...

Dinda Richfiela:
Sungguh menarik Pak Josef. Tapi saat ini masih banyak Pemimpin yang belum memanfaatkan atau...

josef:
Terima kasih mba Tituk, saya ulangi pernyataanmu yang sangat penting: menyiapkan pemimpin masa depan adalah...

Tituk:
Betul Pak. Legacy organisasi tidak lahir dari kepintaran semata, tetapi dari pemimpin yang mau tumbuh dan...

josef:
Terima kasih sama2 pa BBY, semoga cerita ini membangkitkan semangat banyak yang lain yang membutuhkan dukungan...


Recent Post

  • Saya Adalah Pemimpin (I Am a Leader)
  • Transformasi Ke Level Berikutnya
  • Legacy Pemimpin Yang Berdampak
  • Perjuangan Wisudawan Ulet
  • Apa yang Bisa Saya Bantu?
  • Menjadi Cahaya Bagi Yang Lain
  • Disiplin Ontime: Bentuk Menghargai Orang Lain
  • Great Customer Experience
  • Temui Mentor Terbaikmu
  • Catalyst for Transformation