Posted on May 5th, 2023
“I just really love hanging out with really old people. They’re the best dinner dates you could ever have. All that life experience and understanding.” (Mischa Barton)
SEGUDANG PENGALAMAN dari karyawan yang akan memasuki masa purna bakti. Akankah hilang bersama kepergian mereka? Berapa banyak yang bisa diserap generasi penggantinya? Bagaimana perusahaan melihat mereka dalam peta ketenaga-kerjaan secara menyeluruh: mereka diberi label older employees atau experienced employees? Ini bukan sekedar label, tapi mindset kita dalam memperlakukan mereka akan sangat dipengaruhi oleh label tersebut.
Label Positif Karyawan Berpengalaman
Sengaja saya mengangkat tema ini untuk refleksi jujur kita semua. Bagaimana kita memperlakukan karyawan kita jelang mereka pensiun. Di perusahaan dengan Human Resources Management system yang bagus, pengelolaan SDM senantiasa berawal dari BISNIS. Dari sana kita akan bisa melihat SDM seperti apa yang dibutuhkan sekarang dan di masa mendatang. Kebutuhan ini akan di bandingkan dengan ketersediaan yang dipunyai saat ini. Dari sana akan muncul kebutuhan antara lain:
Dalam kaitan dengan karyawan jelang masa purna bakti, kita bisa bertanya: apakah kita memandang mereka sebagai OLDER employees yang segera memasuki masa purna bakti, atau kita memandang mereka sebagai EXPERIENCED employees yang kontribusi mereka sangat dihargai hingga hari terakhir mereka di perusahaan.
Saat mereka dilihat sekedar sebagai older employees, mereka dianggap tidak lagi perlu mendapat training dan development. Kesempatan training/development itu akan diprioritaskan bagi yang masih muda. Perlakuan seperti ini, kalau tidak dinarasikan secara tepat, akan mengirim signal kepada karyawan jelang pensiun bahwa pengabdian mereka diperusahaan akan segera berakhir, dan mereka cukup fokus mempersiapkan diri untuk pensiun. Label older employees bisa cenderung negative.
Ini akan kontras dengan pemikiran dari mereka yang dilabel EXPERIENCED employees, yang juga akan memasuki masa pensiun. Mereka akan dihargai sebagai karyawan berpengalaman yang bisa memberikan kontribusi berharga sampai saat terakhir. Penghargaan seperti itu akan memacu mereka untuk mempersiapkan penggantinya secara maksimal, sehingga alih tugas jelang pensiun akan berjalan mulus. Mereka juga tergugah untuk meninggalkan legacy mereka dengan memberikan sebanyak mungkin ilmu, pengetahuan dan pengalaman mereka untuk generasi penerus, terlepas mereka akan diperpanjang masa kerjanya atau tidak.
Dan perusahaan akan juga mempersiapkan program persiapan pensiun untuk kedua kelompok itu.
Kontribusi Berharga
Saya diminta untuk menjadi pembicara di komunitas KUBIK Coaching dalam program rutin mereka, Empowering Leaders Forum (ELF 33), dengan tema Managing the Silver Tsunami, Empowering Older Workers.

Permintaan ini saya penuhi karena berdasarkan pengalaman sejauh ini, kalau program suksesi berjalan baik, maka tidak ada masalah serius saat karyawan pensiun, kecuali untuk expertise tertentu yang memang jarang.
Pembahasan saya mencakup beberapa hal penting:
Sementara itu praktek di lapangan juga menunjukkan: Ada karyawan yang diperpanjang masa kerja setelah pensiun; setelah pensiun karyawan mudah mendapat pekerjaan lagi di perusahaan lain, entah sebagai konsultan, trainer, membantu secara ad-hoc dan lain2. Artinya mereka masih dibutuhkan masyarakat. Lalu mengapa menjadi issue?
Bonus Demografi dan Silver Tzunami
Istilah Silver Tzunami merujuk pada situasi dimana akan banyak penduduk usia pensiun. Sebagai ilustrasi, tantangan yang dihadapi Jepang saat ini, 36 juta penduduk berusia 65 tahun keatas, dibanding 125 juta penduduk. Mereka dianggap menjadi beban negara. Banyak diskusi di masyarakat tentang bagaimana mengambil manfaat maksimum dari Bonus Demografi, yang puncaknya di 2030, dimana penduduk usia produktif lebih banyak dibandingkan lainnya. Bila ini tidak disikapi sungguh-sungguh, maka tiga decade selanjutnya populasi penduduk non-produktif akan menjadi beban.
Dari kacamata perusahaan, selama management Sumber Daya Manusia dikelola secara professional, suksesi akan berjalan lancar, maka kebutuhan tenaga kerja dengan berbagai profesi akan bisa dipenuhi. Hasil dari pengembangan SDM saat ini adalah berkat proses yang dilakukan sebelumnya. Dan hasil di masa mendatang tergantung pada apa yang dikerjakan saat ini.
Dengan pendekatan seperti itu, karyawan yang pensiun akan merasakan bahwa perusahaan senantiasa menghargai mereka sebagai karyawan berpengalaman hingga saat mereka pensiun. Dan pensiunan yang professional tersebut akan memberikan kontribusi berharga bagi pengembangan SDM di masyarakat atau perusahaan lain yang membutuhkan. Ini akan menjadi sumbangsih penting demi SDM yang lebih baik, dan pada akhirnya demi Indonesia yang lebih baik.
“It’s important for older people to record their own thoughts and memories, but it’s really critical for younger people to ask them for them, and not just for stories, but for guidance and practical advice for living.” (Karl Pillemer)
josef:
Terima kasih Lukas, bergerak ke segala arah dan disetiap momen. Tak henti menularkan kebaikan, termasuk...
Lukas:
Selalu terinspirasi. Integritas tidak sekedar slogan tetapi menjadi Movement. Bergerak dari dari atas...
josef:
Langka awal adalah menyadari, lalu mencermati saya bisa apa dan apa yang perlu saya lakukan untuk bisa mulai...
josef:
Betul Icha: Respek dan Trust harus dibangun secara tulus. Dengan demikian kita bisa berkolaborasi dengan satu...
josef:
Terima kasih Icha untuk highlightnya. Sering kita lupa, kalau di keluarga hadir berbagai generasi yang juga...
Bagus banget pak Josef, its all very true ..kita hrs bisa treat kary yg mau pensiun dng bijak dan tetap bisa membuat mrk tetap bermakna dan berharga.
Dear mba Retno, terima kasih. Ini merupakan kesan terakhir yang akan dibawa karyawan saat purna bakti. Semoga positif kesannya, yang akan terus diingat. Salam
Paparan pak Josef semakin relevan sekarang ini, dengan menguatnya DEI, usia tidak lagi dipandang,lebih kepada skill, pengalaman kerja.
Belum lagi kemampuan para mature employee yang sudah berpengalaman memberdayakan timnya, sangat cocok jika disandingkan dengan para leader muda.
Terima kasih mba Sofia. Setuju sekali, masing2 punya peran punya keunikan untuk saling melengkapi. Salam