Perjalanan Bersama Kita Singkat

Posted on April 19th, 2024

“Life gives you plenty of time to do whatever you want to do if you stay in the present moment.” (Deepak Chopra)

TIK TIK TAK TOK TOK. Demikian suara mengganggu yang berasal dari pekerjaan  tetangga di belakang rumah pa Agus (bukan nama sebenarnya). Kebetulan di rumah ada yang sedang istirahat sakit. Karena itu seorang anggota keluarga diutus ke belakang untuk menanyakan tentang bunyi2 tersebut, dan berapa lama lagi. Katanya dua tiga hari lagi selesai. Ibu rumah yang punya proyek sempat wa menanyakan siapa yang sakit. Sesudah itu tak ada yang berubah. Pekerjaan dengan kebisingan yang mengganggu itu terus berlangsung, seminggu, dua minggu, tiga minggu …. dan entah kapan selesainya. Haruskah diajukan protes keras?

Perjalanan Bersama Kita Sangat Singkat

Bersamaan dengan kejadian diatas, beredar di berbagai wa group cerita tentang seorang nenek yang berada dalam bis. Di perhentian berikutnya, seorang wanita muda naik bis tersebut dengan membawa banyak tas belanjaan dan duduk disamping nenek itu.

Wanita itu melihat bahwa nenek itu diam saja dan tidak mengeluh atau merasa terganggu. Karena itu ia bertanya penuh penasaran: mengapa nenek tidak mengeluh atau merasa terganggu?

Nenek itu menjawab dengan tersenyum: Tak perlu kita berlaku kasar, atau membicarakan sesuatu yang tidak penting. Perjalanan bersama kita sangat singkat, karena saya akan turun di perhentian berikutnya.

Jawaban ini sepantasnya ditulis dengan tinta emas:

Tidak perlu untuk membicarakan sesuatu yang tidak penting karena perjalanan kita bersama terlalu singkat.

Kita semua harus paham bahwa perjalanan kita di bumi ini singkat. Jangan diisi dengan argumen yang tidak bermanfaat, iri dan dengki, tidak memaafkan orang lain. Perilaku negatif seperti itu hanya membuang waktu dan energy. Dale Carnegie meneguhkan ini dengan berkata:

“Let’s not allow ourselves to be upset by small things we should despise and forget. Remember ‘Life is too short to be little” – Dale Carnegie

Moment tertentu, seperti hari Raya Idul Fitri baru-baru ini, kami manfaatkan untuk kumpul keluarga, saling berbagi cerita, saling berbagi cita rasa makanan khas Lebaran, dan kesempatan generasi muda untuk lebih saling berkenalan. Perjalanan kita singkat!

Kendali Ada di Tangan Kita

Pak Agus melanjutkan ceritanya dengan mengajukan beberapa pertanyaan reflektif, apa reaksimu bila ada yang:

  1. Membuatmu sakit hati, bahkan tanpa alasan?
  2. Mengkianatimu, membohongimu atau merendahkanmu?
  3. Membuat komentar yang anda tidak suka?
  4. Membuat masalah  seperti kegaduhan yang dibuat tetangga di belakang?

Pertimbangkan secara matang, apa tanggapan atau tindakan yang mau dilakukan. Pentingkah itu untuk ditanggapi? Haruskah ditanggapi atau diabaikan dan dilupakan saja? Ingatlah bahwa kendali kehidupan ini ada di tangan kita masing-masing. Dan perjalanan kita bersama itu terlalu singkat.

Tiga kutipan berikut ini saya hadirkan di sosmed sehari sebelum postingan blog ini:

Life is short, and it’s up to you to make it sweet. (Sarah Louise Delany)

As you grow older, you’ll find the only things you regret are the things you didn’t do. (Zachary Scott)

Life is too short to worry about what others say about you. (Jennifer Hudson)

 

Atas quote terakhir diatas, Coach Helda Tan, PCC (Director of Coaching Culture International Jakarta Chapter) menanggapi:

Wholeheartedly agree, Pak Josef…

Let’s embrace the beauty of diverse perspectives. Each person’s unique journey shapes “the colors” of their lens through which they view the world.

Just like a kaleidoscope, our truths may differ, but they all contribute to the beautiful tapestry of life. So, let’s honor our individual truths and stay authentically ourselves…

Kendali kehidupan sepenuhnya ada di tangan kita, sikapi semua yang dihadapi secara bijak, karena kita ingin membuat hidup kita ini semakin baik dan menginspirasi yang lainnya untuk turut memberi warna positif bagi dunia ini.

 

Tetangga Yang Memberi Pelajaran

Pa Agus adalah kepala keluarga yang menceritakan kembali kisah diatas kepada anggota keluarganya yang sedang berkumpul. Mereka juga yang mengalami gangguan dari tetangga tersebut diatas. Diapun mengakhiri ceritanya dengan bertanya kepada anggota keluarga:

Apakah kita harus menegur tetangga kita (walau dengan cara sopan)? Atau kalau perlu diajukan protes keras dengan mengutarakan bahwa kita merasa sangat terganggu?

Bila anda dalam posisi sebagai tetangga yang membuat kegaduhan itu, apa yang seharusnya dilakukan, agar bisa hidup damai dengan orang sekeliling kita?

Sambil mencermati expresi setiap anggota keluarga yang menyimak cerita ini, pa Agus  itu meneruskan:

Perjalanan hidup ini sangat singkat. Kita tidak perlu mengambil langkah yang tidak berguna, berargumentasi yang membuang waktu dan energi untuk hal yang tidak penting. Sebelum mengambil langkah tertentu terhadap tetangga yang punya proyek di belakang, pikirkan secara bijak dampaknya.

Baik tetangga yang punya proyek maupun pa Agus perlu mempertimbangkan secara bijak  setiap langkahnya, dengan saling menghargai dan menghormati satu sama lain.

Isi hari-hari kita dengan hal yang penting, terutama yang bisa memberikan dampak positif bagi orang banyak. Perjalanan bersama kita kedepan sangat singkat.

“I still find each day too short for all the thoughts I want to think, all the walks I want to take, all the books I want to read, and all the friends I want to see.” (John Burroughs)

Bookmark and Share

6 Responses to Perjalanan Bersama Kita Singkat

  1. Acara bersama ini hemat saya cocok sekali menjadi energizer dari sebuah proses konsultasi di sebuah korporasi. Sesi energizer ini bisa dibuat sebagai Executive Retreat sekaligus melakukan needs assessment. Kemudian menyetujui rencana kerja di era digital ini

    • josef josef says:

      Terima kasih pa Eddie sudah mengunjungi blog dan menyimak tulisan ini. Imajinasimu cepat melihat berbagai peluang yang bisa digarap. Simak juga >900 tulisan lainnya, siapa tahu ada yang menginspirasi. Salam

  2. Malla Latif says:

    “Isi hari-hari kita dengan hal yang penting, terutama yang bisa memberikan dampak positif bagi orang banyak“
    I couldn’t agree more with this.. thank you for always inspiring us Pak ..

  3. Helda Tan says:

    Such a beautiful reminder Pak Josef…
    Seandainya saja lebih banyak orang yang menghargai prinsip hidup semacam ini dan tidak self-centered, pastilah warna dan dinamika hubungan antar manusia akan lebih manis dan bermakna…

    Terima kasih juga sdh menuliskan ulang komentar saya di blog Pak Josef.

    I think people need to hear more stories like this. Story yang tdk hanya mengapresiasi tentang kehidupan yang bertabur sukses, tapi yang mendatangkan nilai tambah dalam bentuk apresiasi thd nilai kemanusiaan dan kehidupan.

    Keep sharing this kind of story Pak Josef…May your story bless many people…

    • josef josef says:

      Terima kasih Coach Helda. Adalah panggilan kita untuk saling mengingatkan, saling menginspirasi untuk create impact, ciptakan dampak positif bagi lingkungan yang lebih baik, menuju dunia yang lebih baik. Salam

Leave a Reply to josef Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih Lukas, bergerak ke segala arah dan disetiap momen. Tak henti menularkan kebaikan, termasuk...

Lukas:
Selalu terinspirasi. Integritas tidak sekedar slogan tetapi menjadi Movement. Bergerak dari dari atas...

josef:
Langka awal adalah menyadari, lalu mencermati saya bisa apa dan apa yang perlu saya lakukan untuk bisa mulai...

josef:
Betul Icha: Respek dan Trust harus dibangun secara tulus. Dengan demikian kita bisa berkolaborasi dengan satu...

josef:
Terima kasih Icha untuk highlightnya. Sering kita lupa, kalau di keluarga hadir berbagai generasi yang juga...


Recent Post

  • Berdampak dan Menciptakan Perubahan
  • Upward Bullying Terhadap Toxic Leader
  • Menemukan WHY dari Laut Lamalera: Belajar dari LAMAURI
  • Bijak Memimpin Lintas Generasi
  • Saat Integritas Menjadi Gerakan
  • Wujud Nyata Leader as BRIDGER
  • Ketika Jabatan Berakhir – MAKNA Berlanjut
  • PEACE HR: Menjaga Human Touch di Era AI
  • Di Bawah ATAP Itu Kita Belajar dan Bertumbuh
  • Lukisan Legacy Sarat Makna