Habit Kecil Buahkan Wisata Bali

Posted on July 7th, 2023

“The brain loves efficiency, and that is why we have habits. When you repeat an activity over time, your brain learns to automate the process.” (Stephen Guise)

BUKU yang hadir di masyarakat pembaca belakangan ini, termasuk yang membahas tentang HABIT. Yang menarik adalah fokus penulisannya pada habit kecil dalam keseharian. Intinya, perubahan besar bisa dilakukan, bilamana ada komitmen untuk membangun kebiasaan secara disiplin. Dan kebiasaan kecilpun bisa memberikan dampak besar, seperti yang disampaikan oleh Stephen Guise dalam quote di awal tulisan ini. Praktek kecil yang dilakukan berulang akan menjadi kebiasaan otomatis untuk jangka panjang. Ini bisa berlanjut pada usaha untuk membangun kebiasaan kecil di aspek kehidupan lainnya.

 

Nabung Rp 50.000 Sehari Hasilnya Mengagumkan

Setahun yang lalu, istriku Lena melemparkan ide kepada anggota keluarga yang sedang kumpul acara arisan: Bagaimana kalau kita membuat rencana untuk berlibur bersama? Mau kemana?

Pendapat dari yang hadir bermunculan, ke Bandung, ke Lampung, ke Jogya dan lain-lain, dengan mempertimbangkan kemampuan finansial masing-masing. Istriku memberikan tantangan baru. Ke kota-kota yang disebutkan itu mudah dan bisa kita lakukan kapan saja. Tapi, adakah tujuan wisata yang kalian inginkan, rindu banget tapi dianggap berat di ongkosnya? Kebanyakan menyebut BALI.

Istriku melanjutkan tawarannya: Kalau setiap keluarga menabung Rp 50.000 sehari, apakah kalian sanggup? Dengan angka itu, kita bisa naik pesawat, nginap di hotel berbintang dan berwisata 4 hari 3 malam di Bali.

Ada yang masih merasa kesulitan, karena otaknya terus melakukan kalkulasi: 50.000 x 30 = 1.500.000. Kalau setahun 18 juta per keluarga. Wah besar juga ya biayanya, komentar salah satu dari mereka. Kami mencoba meyakinkan, untuk melupakan 1.5 juta dan 18 juta, tapi fokus pada apa yang bisa dilakukan untuk bisa menyisihkan Rp 50.000 sehari. Dan semua sepakat untuk mencoba.

Merekapun kaget di akhir Mei 2023, satu tahun setelah mulai menabung, bahwa rencana ke Bali bisa direalisir. Dan sebelum kagetnya hilang, merekapun sudah lebih kaget lagi bercampur kagum penuh kegembiraan sambil foto bersama, karena sudah tiba di bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, 23 Juni 2023.

 

Pengalaman Liburan Lalu Mengajarkan ……

Diatas kertas, kalkulasi sudah ok. Tapi ada yang harus diperhitungkan secara matang. Agar semua bisa pergi, harus pas libur sekolah. Dari info yang diperoleh, tanggal 23 Juni anak2 mereka sudah libur. Satu lagi, biasanya jelang libur sekolah harga tiket dan hotel pasti naik, dan fasilitas-fasilitas tersebut jadi incaran. Karena itu harus direncanakan jauh-jauh hari. Langkah yang diambil, tiket sudah dilunasi di bulan Pebruari, sementara Hotel bisa dipesan di Pebruari juga dengan DP 50%. Semua rencana sudah aman.

 

Kebersamaan Terus Dipupuk

Kebiasaan saat bekerja di perusahaan masih terbawa: rombongan 30 peserta dibagi dalam dua kloter untuk 25 peserta dari Jakarta. Ada satu keluarga  5 orang berangkat dari Surabaya. Demi memanfaatkan waktu tersedia di hari pertama, dari Bandara kami langsung dengan bis wisata menuju ke pantai Melasti.

 

Perjalanan dilanjutkan ke GWK untuk sejenak mengintip tari kecak.

Hari pertama kami akhiri dengan makan malam bersama. Di seputar meja makan kami gunakan untuk berbagi cerita tentang kehidupan, suka-duka keluarga masing-masing yang belum sempat diceritakan. Dan yang paling penting adalah bagaimana momen seperti ini kami gunakan untuk menggugah intuisi semua peserta tentang pentingnya kebersamaan. Berikut foto bersama usai makan malam.

Kita memang sedang rekreasi. Melalui cerita-cerita dalam suasana yang sangat santai kita semua bisa menyadari bahwa dalam diri setiap anggota keluarga ada keunikan yang bisa dimanfaatkan untuk saling membantu. Dan tidak kalah pentingnya adalah, kita semua yang ada diseputar meja makan ini adalah manusia biasa, yang punya kelebihan dan kekurangan. Kita terus mensyukuri kebersamaan dalam keluarga besar dan juga melapangkan dada untuk saling memaafkan bila ada anggota keluarga yang salah kata atau perbuatan.

Semua peserta sudah mendapatkan kamar masing-masing, di hotel berbintang, Anvaya Beach Resort, dengan fasilitas indoor maupun outdoor yang sangat menyenangkan untuk libur keluarga. Mereka barusan disadarkan kembali bahwa dengan menabung lima puluh ribu rupiah secara disiplin, mereka bisa tidur nyenyak malam ini di  hotel yang berkelas. (bersambung)

“Small steps are sometimes the only way to make progress if you have weak willpower. Love them, and you’ll see incredible results!” (Stephen Guise)

Simak Seluruh rangkaian tulisan Wisata Bali

  1. Habit Kecil Buahkan Wisata Bali: https://www.josefbataona.com/life-wisdom/habit-kecil-buahkan-wisata-bali/
  2. Komitmen Sehat Selama Wisata: https://www.josefbataona.com/family/komitmen-sehat-selama-wisata/
  3. Ciptakan Moment Berharga: https://www.josefbataona.com/family/ciptakan-momen-berharga/
  4. Sejuta Kenangan Penuh Makna: https://www.josefbataona.com/life-wisdom/sejuta-kenangan-penuh-makna/

Bookmark and Share

4 Responses to Habit Kecil Buahkan Wisata Bali

  1. Elfi says:

    Wah asik ya Pak, dan sangat bisa diterapkan. Prinsip sih tahu, tapi cerita ini jadi bukti dan contoh ternyata komitmen dan habit kecil yang sangat bisa dijalankan, ternyata bisa menghasilkan sesuatu yang besar. Langsung saya share ke keluarga Pak .

    • josef josef says:

      Terima kasih Elfi, kami juga baru nyoba dan semua bisa merasakan hasilnya. Mudah2an bisa kami terapkan bersama lagi untuk program lainnya. Salam untuk keluarga

  2. retno encih says:

    wow menywnangkan sekali ya pak Josef liburan keluarganya…

Leave a Reply to josef Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih Lukas, bergerak ke segala arah dan disetiap momen. Tak henti menularkan kebaikan, termasuk...

Lukas:
Selalu terinspirasi. Integritas tidak sekedar slogan tetapi menjadi Movement. Bergerak dari dari atas...

josef:
Langka awal adalah menyadari, lalu mencermati saya bisa apa dan apa yang perlu saya lakukan untuk bisa mulai...

josef:
Betul Icha: Respek dan Trust harus dibangun secara tulus. Dengan demikian kita bisa berkolaborasi dengan satu...

josef:
Terima kasih Icha untuk highlightnya. Sering kita lupa, kalau di keluarga hadir berbagai generasi yang juga...


Recent Post

  • Berdampak dan Menciptakan Perubahan
  • Upward Bullying Terhadap Toxic Leader
  • Menemukan WHY dari Laut Lamalera: Belajar dari LAMAURI
  • Bijak Memimpin Lintas Generasi
  • Saat Integritas Menjadi Gerakan
  • Wujud Nyata Leader as BRIDGER
  • Ketika Jabatan Berakhir – MAKNA Berlanjut
  • PEACE HR: Menjaga Human Touch di Era AI
  • Di Bawah ATAP Itu Kita Belajar dan Bertumbuh
  • Lukisan Legacy Sarat Makna