Sehat Meningkatkan Kinerja

Posted on February 23rd, 2018

“The five S’s of sports training are: stamina, speed, strength, skill, and spirit; but the greatest of these is SPIRIT.” (Ken Doherty)

SLOGAN yang menggugah agar hidup sehat, banyak kita dapatkan. Tagline dari program kesehatan, juga tersebar di banyak tempat. Ajakan tokoh masyarakat, atau para duta kesehatan, juga hadir di berbagai media. Keberhasilan yang muncul adalah berkaitan dengan trend kekinian.

Saat hadir fitness center di berbagai tempat, ramai-ramai orang mendaftar untuk berpartisipasi. Terakhir berbagai undangan untuk lari sehat, 5 km, 10 km, separoh marathon atau marathon penuh, banyak yang tertarik untuk ikut, dan bangga menggenggam medali sebagai finisher.

Modal dasar sudah ada. Ketertarikan orang sudah nampak dan terus berkembang. Apakah sustainable?

23 Feb 2018_Sehat Meningkatkan Kinerja1

Memfasilitasi Sekaligus Mendorong Kemandirian

Peran seorang pemimpin di tempat kerja, utamanya adalah membangun team yang solid untuk bisa meningkatkan kinerja dari waktu ke waktu untuk mencapai tujuan bersama. Kinerja ini tidak melulu berkaitan dengan profesionalisme, kompetensi berkaitan dengan tugas masing-masing. Diperlukan juga jiwa dan tubuh yang sehat untuk menunjang kinerja maksimal.

Saat saya membuka Corporate Health and Wellness Program, di bulan Oktober tahun lalu, pertanyaan yang sengaja saya lontarkan kepada peserta Agent of Change, perwakilan dari 7 divisi:

 “Tubuh yang sehat, tanggung jawab siapa?”

Tentu saja tanggung jawab masing-masing individu yang punya tubuh. Umumnya hambatan yang dikemukakan adalah soal waktu. Namun menurut hemat saya, hambatannya ada di dalam kepala masing-masing, yang percaya bahwa kita tidak punya waktu untuk olahraga. Karena itu saya pun memaparkan apa yang saya lakukan dalam 24 jam setiap hari, sambil menyisihkan waktu untuk olahraga.

Evaluasi Itu Penting

Memasuki bulan keempat, dirasakan perlu untuk melakukan evaluasi progress. Masing-masing divisi sudah dibekali alat timbang, yang bisa mengukur berat, Body Mass Index, Lemak Tubuh, Lemak Perut dan lain-lain. Saya juga melaporkan progress saya sendiri kepada peserta. Program latihan saya sengaja saya ubah, kembali lagi ke basic latihan untuk mencermati aspek latihan apa yang diperlukan untuk menjaga kebugaran dan kesehatan di usia seperti saya ini. Terutama setelah 5 tahun saya melakukan latihan sendiri tanpa Personal Trainer.

Alat berikut ini digunakan oleh semua peserta untuk mengukur progress. Saya pun melakukannya dan membagi hasilnya kepada peserta.

23 Feb 2018_Sehat Meningkatkan Kinerja2

Pesan Melalui Tindakan Nyata

Saya sadar sepenuhnya, bahwa kata-kata saja tidak cukup. Kampanye melalui presentasi dan berbagai poster ad hoc membantu tapi belum tentu sustainable. Karena itu saya menghadirkan diri saya, bukan untuk pamer, tapi untuk memberikan contoh dari seorang leader, bahwa kami bukan hanya bicara tapi juga berbuat.

Kami tidak hanya memberikan konsep, tapi juga bukti nyata dari yang kami lakukan sendiri. Para pakar, Tim Ahli Gizi & Kebugaran juga kami libatkan untuk memberikan input tentang dimensi lain dari kehidupan ini agar tetap sehat dan bugar, tidak hanya sekedar olahraga.

Pada akhirnya, kita harus menjawabi sendiri pertanyaan di atas, bahwa masing-masing kita bertanggung jawab atas kesehatan diri masing-masing. Keuntungan yang bisa diperoleh karena kita hidup dalam komunitas tertentu, termasuk komunitas di tempat kerja: kita bisa saling mengingatkan dan saling mendukung komitmen pribadi untuk tetap hidup sehat dan bugar.

“Health isn’t about being “perfect” with food or exercise or herbs. Health is about balancing those things with your desires. It’s about nourishing your spirit as well as your body.” (Golda Poretsky)

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...

Agnes Keraf:
Selamat siang dan terima kasih Besa untuk berbagi berkat yg menginspirasi. Mendengar dgn hati tidak...

josef:
Terima kasih sama-sama Riski, semoga bermanfaat untuk dijadikan pedoman hidup sehari-hari. Salam


Recent Post

  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life
  • Berpikir Positif Percepat Kesembuhan