Partnership Management dan Union

Posted on May 29th, 2012

DI DEPAN ruang pertemuan di sebuah hotel di Jogya, terpampang poster dengan tema: “One Word, One Voice, Solidarity” sementara itu di bawah kalimat itu tertulis BISA.

Kata terakhir itu jelas popular di perusahaan kami. Sebuah slogan bahwa asal kita mau dan bersama-sama kita akan BISA melakukan apa saja. Tapi apa makna dari rangkaian kata-kata di atasnya?

Itu adalah tema Union, penuh dengan inspirasi untuk menyemangati mereka untuk memperjuangkan kepentingan anggotanya tanpa kenal lelah. Dalam sambutan pengarahan di depan peserta Rapat Koordinasi Nasional Serikat Pekerja Danamon, saya menegaskan bahwa esensi dari tema di atas, tidak lepas dari makna BISA yang selama ini dikumandangkan di perusahaan kita, yang kuat berpijak pada Values:

“Caring, Honesty, Passion to Excel, Teamwork, Disciplined Professionalism”


Usia perusahaan ini sudah lebih dari 55 tahun, dan sejauh ini seluruh unsur dalam perusahaan telah bekerja sungguh-sungguh untuk membawa perusahaan ke tingkat seperti sekarang ini. Peran Serikat Pekerja juga tidak kalah pentingnya dalam bermitra dengan manajemen untuk memperhatikan berbagai kepentingan karyawan.

Saatnya sesi tanya jawab, berbagai pertanyaan diungkapkan secara terbuka, baik itu berkaitan dengan meminta kejelasan tentang situasi terkini, atau meminta perhatian manajemen tentang praktek ketenaga-kerjaan di wilayah-wilayah. Seorang pimpinan Serikat Pekerja dari Kalimantan kemudian mengungkapkan kasus perpindahan karyawan perempuan, yang diminta untuk dipertimbangkan kembali, mengingat dia sudah berkeluarga.

Sebelum saya sempat menanggapinya, Ketua Serikat Pekerja Pusat, yang sering disapa dengan nama panggilan Jack, meraih mikrofon dan menanggapinya:

“Teman-teman Pimpinan Serikat Pekerja di Wilayah, sudah beberapa kali saya mengingatkan tentang cara kerja yang perlu kita ikuti. Saya bertanya: apakah karyawan tersebut sudah bicara dengan atasannya? Kalau seandainya belum, minta dia bertemu dengan atasannya. Kalau sudah tapi belum ada solusi: apakah sudah kalian bicarakan dengan HR di tingkat Wilayah? Nah, kalau semua itu sudah dilakukan dan belum ada penyelesaian, maka ini bisa diekskalasi ke tingkat lebih tinggi di Pusat, dan kemungkinan ke Direktur HR.”

Menyimak pembicaraan Jack, Ketua Serikat Pekerja tersebut, jujur saja, saya merasa sangat gembira sekaligus bangga. Betapa tidak, kata-katanya itu sangat bijak, penuh edukasi untuk timnya, menginginkan kita semua untuk bekerja dalam koridor yang seharusnya. Kata-kata Jack juga memperlihatkan, bahwa mereka bekerja dengan pola yang jelas untuk memperjuangkan kepentingan karyawan, dengan landasan kerja yang mematuhi rambu-rambu, tanpa harus melintasi daerah manajemen, kalau belum diperlukan.

Dan yang paling penting adalah apa yang didemonstrasikan oleh Jack, Ketua Serikat Pekerja tersebut, adalah pola pikir dan pola tindak Partnership, yang selama ini diidamkan oleh banyak pihak. Tingkat partnership seperti itu bukan diraih dalam semalam.

Komunikasi terbuka antara Serikat Pekerja dan Tim HR, akan membuka forum untuk berdialog. Semua pihak sudah bisa menerima bahwa perusahaan ini adalah sawah- ladang kita yang harus dijaga dan dikembangkan secara bersama-sama.
Terima kasih Jack, karena telah mengajarkan kami semua, bahwa Kemitraan baru memberikan nilai kalau itu diterjemahkan ke dalam tindak sehari-hari, sambil, bergandengan tangan, sambil menyuarakan:

“One Word, One Voice, Solidarity”

Bookmark and Share

7 Responses to Partnership Management dan Union

  1. Octavianus Budi Hartono says:

    “One Word, One Voice, Solidarity”. Slogan yang sangat indah didengar namun tidak mudah untuk dilakukan. Kita harus bekerja dan menganggap client kita sebagai partner kita. We are here to serve them. Jiwa melayani itu yang tidak semua orang memiliki. Kebanyakan dari kita lebih mementingkan kepentingan diri sendiri. Namun apabila kita mengesampingkan itu semua dan bersinergi bersama maka saya yakin hasilnya akan luar biasa dan ke depannya perusahaan ini dapat menjadi yang terbaik di industri.

    BISA

    • josef josef says:

      Terima kasih Octavianus, kita bisa mulai dari diri sendiri untuk melayani dari Hati

    • josef josef says:

      Terima kasih Octavianus, mari kita memulai dengan mindset “melayani” dan mengajak yang lainnya untuk melakukan yang sama. seperti katamu, dengan mengesampingkan kepentingan diri sendiri, hasilnya luar biasa ! salam

  2. Martin Edy says:

    Suatu ketika, seorang teman berkata, “saya akan menghadap bos besar (baca:direktur) aja, ngga ada artinya ke manager, gak bakalan nyampai keluhan kita”. Saya rasa, untuk menciptakan suatu iklim partnership dan union perlu yang namanya “trust”. Teman saya tadi tidak percaya pada atasan langsungnya, maka dia hendak potong jalur. So, tantanganya adalah sudahkan ada trust antara satu sama lain? Bagaimana membangun trust?
    Thanks sir atas artikel ini.

  3. Dollmart Ichtiar says:

    membangun kemitraan dengan saling keterbukaan antara kedua belah pihak, semoga tetap berlanjut….

    salam hangat pak josef

    Dollmart

    baru liat blognya sangat inspiratif 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih banyak mba Lisa, sebuah paparan yang menyentuh untuk semakin kita memahami betapa besar dampaknya...

Lisa Samadikun:
Bahagiaku adalah ketika masih bernapas. Karena selama masih bernapas, ku masih bisa berbagi. Dan...

josef:
Terima kasih Ratih, irama kerja bisa kita atur, tapi tetap berlandaskan pola pikir dan perilaku yang positif...

josef:
Terima kasih sama2 Ratih, berguna untuk kita semua yang sering lupa. Salam

Ratih Hapsari:
Nice article Pak, walaupun kita “dituntut” untuk selalu cepat dan cepat, tapi kita tidak...


Recent Post

  • Gaya Hidup di Era Percepatan
  • Simple Daily Human Tips
  • 3S: Say Stay and Strive
  • Ecosystem For Learning Agility
  • Guru Yang Tulus Melayani
  • Multi Dimensi Pengembangan SDM
  • Temukan Kebahagiaan Dalam Dirimu
  • Belajar Sejarah Bisa Menyenangkan
  • Warisan Sejarah Tak Ternilai
  • Etika Para Wisatawan