Posted on September 13th, 2013
Ketika berkunjung ke pabrik di Semarang baru-baru ini, saya sempatkan untuk mampir ke Koperasi Karyawan, karena koperasi ini banyak dicontoh oleh Koperasi Karyawan lainnya di lingkungan group perusahaan. Di tengah paparan mereka tentang berbagai inisiatif yang dilakukan, termasuk IT system yang sangat user friendly, mata ini tiba-tiba saja terpaku pada sebuah kotak kecil di pojok, yang bertuliskan KOMIK Rp 1.000. Apa maksudnya? Continue reading
Posted on September 6th, 2013
SERING SEKALI kita mendengar diskusi, atau bahkan terlibat dalam diskusi tentang atasan, dari yang sifatnya ringan sampai ke tingkat tukar pikiran serius dengan tujuan agar bisa mengambil langkah tepat dalam bekerja, terutama dalam menghadapi atasan. Tulisan inipun saya buat karena tergelitik oleh rasa penasaran seorang teman yang terus bergulat mencari jawaban atas pertanyaan: “Perlukah Mengambil Hati Atasan?” Continue reading
Posted on August 23rd, 2013
Bagi seorang perfeksionis, setiap pekerjaan yang dilakukan harus memberikan hasil yang sempurna, melalui proses yang juga sempurna. Tidak ada kompromi untuk hasil yang kurang dari itu. Karena itu mereka akan melakukannya berulang kali untuk mendapatkan hasil yang sempurna, atau justru menghindari pekerjaan yang tidak dapat mereka lakukan dengan hasil sempurna. Benarkah selalu harus seperti itu? Continue reading
Posted on August 2nd, 2013
Buka Puasa bersama Karyawan di Kantor Pusat, mengambil Tema: Meningkatkan Potensi Diri di Bulan Penuh Berkah. Renungan dalam kaitan dengan dimensi spiritual, biarkan pakarnya yang membahas: Prof. Dr. Dadang Hawari. Karena itu dalam sambutan saya mewakili Direksi, saya fokus pada dimensi keseharian di tempat kerja: Mengenali Potensi Diri sebagai karyawan. Langkah mengenali potensi diri ini perlu dilakukan agar kita bisa meningkatkan potensi-potensi tersebut, demi menambah MAKNA dan tugas sehari-hari. Continue reading
Posted on July 30th, 2013
DALAM PEMAPARAN ORGANISASI, ataupun dalam pembagian tugas-tugas, saya belum pernah mendapatkan pembagian berdasarkan penting atau tidak pentingnya job. Bahkan dalam pemetaan job berdasarkan hirarki, tidak disebutkan bahwa hirarki yang lebih tinggi, lebih penting dibandingkan hirarki yang lebih rendah. Kalau memang demikian, layakkah seseorang merasa bahwa dirinya, pekerjaannya, atau divisinyalebih penting dibandingkan yang lain?? Continue reading
josef:
Terima kasih pak Aktry Sani Husni, kalau saya bisa kalianpun bisa, dimulai dengan hal kecil keseharian. Yang...
Aktry sani Husni:
Bapak luar biasa, banyak ide sederhan yang muncul setelah mendengarkan materi bapak. Salah satu nya...
josef:
Terima kasih sama2 Lia, ditengah kesibukanmu dalam perjalanan baru, masih sempat menyimak tulisan ini dan...
lia catri:
Mungkin inilah makna Develop yang semakin diperkaya dewasa ini. Bukan hanya: How do I become better?...
josef:
Terima kasih mba Rani, untuk memberikan ulasan tambahan tentang apa yang dihayati saat menyimak paparanku....