Tag Archives: John C Maxwell
Menyukai Perusahaan Tapi Berhenti
“People quit people, not companies. Employees often leave companies not because they dislike the company or their job, but rather because they want to escape a particular person, usually their boss.” (John C. Maxwell) KARYAWAN BERHENTI dari Perusahaan merupakan fenomena yang sering dilihat, namun faktor yang ada dibaliknya belum tentu sepenuhnya kita pahami. Mari kita ambil contoh dari karyawan yang berhenti atas kemauan sendiri. Quote diawal tulisan ini sering kita dengar, karyawan berhenti bukan karena tidak menyukai perusahaan atau pekerjaannya, tapi karena mereka ingin menghindari orang tertentu, biasanya bos mereka. Memahami Level Kepemimpinan Saya Sepantasnya kita bersyukur bahwa kita beroleh kesempatan memulai perjalanan sebagai leader, saat Perusahaan mempercayai kita untuk jabatan tertentu. Kitapun akan mulai melangkah dengan mengandalkan jabatan tersebut, bersama tim yang dipercayakan kepada kita. Pimpinan lebih tinggi, tentu melihat kemampuan dan potensi yang bersangkutan. Dan tentu saja bersamaan dengan titel dan posisi tersebut, ada hak dan kewenangan untuk … Continue reading
Memanusiakan Manusia Dalam Keseharian
“Leaders touch the heart before they ask for a hand.” (John C Maxwell) TUKAR PIKIRAN santai melalui zoom, bersama mba Melati Mew dari Kompas, yang sedang mempersiapkan laporan seputar praktek Well-being di beberapa perusahaan. Laporan ini disajikan di harian Kompas Minggu, 26 Oktober 2025. Atas izinnya, saya hadirkan kembali tulisannya ini untuk pembaca blog yang tercinta. Berikut tulisan mba Melati seutuhnya. Bahasa Sederhana Sulit Implementasi ”Seperti kata John C Maxwell, leaders touch the heart before they ask for a hand. Seorang pemimpin yang memanusiakan karyawan itu membuat karyawan mau berkontribusi bukan karena terpaksa, tetapi karena mereka merasa dihargai dan memang mau melakukan sesuatu yang baik itu. Pemimpin seperti itu memperlakukan karyawan sesuai dengan harkat manusia, yakni ingin didengarkan, dihargai, dan dipahami,” ucap Josef Bataona, praktisi human resources, yang diwawancara secara daring pada Rabu (22/10/2025). Menurut Josef, karyawan seperti apa pun, dengan potensi dan kekurangan masing-masing, dapat berkembang menjadi lebih … Continue reading
Asah Kapasitasku Sebagai Coach
“The measure of a leader is not the number of people who serve him but the number of people he serves.” (John C. Maxwell) MANFAAT yang bisa diambil dari menjadi anggota Alumni Erickson Coaching Global adalah, menjadi bagian networking dari ribuan Coaches sejagat. Juga secara rutin kita menerima pesan email berisi pembelajaran tertentu atau juga tentang event yang diselenggarakan, baik yang berbayar atau gratis. Tinggal kita yang memilih. Seragam berikut ini merupakan juga kebanggaan berada dalam komunitas COACHNESIA (Coaching for Better Indonesia), rumah bagi alumni Erickson Coaching dari Vanaya di Indonesia. Berawal dari Diri Sendiri Menjelang akhir September 2025, sebuah pesan masuk melalui email dengan subject: Joseph, be the best coach you can be…… for YOU? Kalimat berikut mengawali pesan yang menggelitik untuk dicermati serius: As we begin to expand the impact organizational coaching can have over the next couple of months, let’s start with you. Kalimat tersebut ingin … Continue reading
Networking di Forum Akbar IHCBS 2025
“Employees who feel valued and appreciated are more likely to go above and beyond for their organization.” (Liz Ryan) DATA Engagement Global sesuai survey Gallup yang dilaporkan awal 2025: 21%, turun dari 23% tahun lalu. Sementara itu Southeastasia, 26% dan Indonesia 27%. Laporan itu juga menyimpulkan: We are at a tipping point – low engagement means low productivity, diminished innovation, and slower growth. (Gallup 2025). Kesimpulan tersebut bukan untuk menakut-nakuti, tapi lebih untuk membuka mata kita semua bahwa organisasi yang mengabaikan Engagement Initiatives akan mengalami penurunan moral kerja karyawan, peningkatan jumlah karyawan yang keluar dan penurunan kinerja bisnis. Foto Steering Committee GNIK (atas) dan peserta IHCBS2025. TRUST and RESPECT Seringkali seorang leader terlalu mengandalkan POWER atau POSISInya untuk berhubungan dengan anak buahnya. Di level ini, anak buahnya memang akan nurut, tapi mereka harus atau terpaksa karena dia adalah atasannya, dan karyawan ini rela menerima tugas tanggung jawab dibawah pemimpin tersebut. … Continue reading
Bersama Membangun Indonesia Tangguh
“Everything’s shifting – technology, demographics, even values. But what hasn’t change is the need for MEANING, CONNECTION and TRUST.” (Riaz Shah) FORUM KOMITMEN. Mungkin ini menjadi label yang pas untuk IHCBS 2025 (Indonesia Human Capital & Beyond Summit 2025) yang digelar di ICE BSD selama dua hari, 2-3 September 2023. Hadir Menteri Ketenagakerjaan Bapak Prof. Yassierli, PhD untuk memberikan arah, visi menuju Indonesia Emas 2045. Sementara itu Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK) yang menginisiasi forum ini menggalang para praktisi Pejuang Indonesia Kompeten untuk menanggapi visi Kementrian Ketenagakerjaan tersebut dengan Roadmap jelas. Anggota GNIK 426 Senior HR Leaders, dengan 42 Area Directors yang tersebar di seluruh Indonesia, dan didukung >7.000 volunteers. Berikut paparan Menteri Ketenagakerjaan di forum tersebut. FUTURE-ID, FUTURE INDONESIAN Untuk mencapai visi Indonesia Kompeten 2030 dan mendukung agenda besar Indonesia Emas 2045, GNIK menyusun pendekatan strategis yang komprehensif melalui pilar FUTURE-ID. Pilar ini merangkum delapan pilar inisiatif … Continue reading
