Tag Archives: John C Maxwell
Dari Best Practice Menuju Next Practice
“Growth is the only guarantee that tomorrow is going to get better.” (John C. Maxwell) Sebagai anggota Dewan Juri Indonesia HR Excellence Award 2026, saya mendapat kesempatan yang berharga untuk menyaksikan secara langsung bagaimana berbagai perusahaan di Indonesia mengelola, mengembangkan, dan memberdayakan sumber daya manusianya. Ajang yang diselenggarakan oleh SWA Media Group bersama LM FEB UI ini mengangkat tema “Accelerating Sustainable Growth through Engineering Human Performance.” Sebuah tema yang sangat relevan dengan tantangan dunia bisnis saat ini: bagaimana organisasi dapat bertumbuh secara berkelanjutan melalui pengelolaan manusia yang semakin efektif, adaptif, dan bermakna. Di balik berbagai presentasi, diskusi, dan proses penjurian yang berlangsung , terdapat sejumlah pembelajaran menarik tentang arah perkembangan fungsi Human Resources di Indonesia. Berikut foro Bersama penerima penghargaan. Dunia Berubah Cepat, HR Tidak Bisa Berjalan Biasa-Biasa Saja Salah satu benang merah yang muncul hampir di semua sesi penjurian adalah kesadaran bahwa perubahan berlangsung semakin cepat dan semakin kompleks.Teknologi … Continue reading
Coaching Conversation dan Human Transformation
“Coaching is a profession of love. You can’t coach people unless you love them.” (Eddie Robinson) Bahagia mendapat kehormatan menjadi keynote speaker, sepanggung dengan pa Salman Subakat dan ibu Febrina Orsidisa dalam Indonesia Coaching Conference (ICC) 2026 yang mengangkat tema besar “Coaching: The Next Human Transformation.” Tema ini sangat relevan dengan kondisi saat ini. Di tengah pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI), perubahan model bisnis, dan tuntutan organisasi yang semakin dinamis, muncul satu pertanyaan penting: apakah manusianya sudah siap? Transformasi manusia adalah fondasi semua transformasi Banyak organisasi berinvestasi besar dalam strategi dan teknologi, tetapi hasil transformasinya tidak selalu sesuai harapan. Sering kali masalahnya bukan terletak pada strategi, melainkan pada kesiapan manusia yang menjalankannya. Di sinilah coaching menjadi penting. Coaching membantu menjembatani perubahan organisasi dengan perubahan manusia. Karena pada akhirnya, transformasi yang berkelanjutan selalu dimulai dari dalam diri. Saya menyimak kembali moto yang selama ini saya pegang: “Be Yourself, but Better Everyday.” … Continue reading
Upward Bullying Terhadap Toxic Leader
“Make the most of the difficult situation of working for a bad boss: learn to think like a leader yourself. Think people, think progress, and think intangibles.” (John C. Maxwell) Pertanyaan dari peserta berkaitan dengan leader yang cenderung toxic di webinar yang diselenggarakan GNIK (Gerakan Nasional Indonesia Kompeten) bersama Maxwell Leadership Indonesia baru-baru ini. Pertanyaan ini menjadi semakin menarik, saat saya dimintai pendapat oleh seorang leader yang cukup berpengalaman beberapa hari sesudahnya. Dalam percakapan santai itu, ia berkata pelan, “Saya tidak tahu sejak kapan, tapi rasanya tim saya tidak lagi bersama saya… mereka seperti bekerja di sekitar saya, bukan dengan saya.” Di sisi lain, saya juga sering mendengar cerita yang berbeda. Tentang atasan yang sulit diajak bicara, keputusan yang berubah-ubah, atau gaya memimpin yang membuat tim lelah secara emosional. Dua cerita ini, ternyata tidak berdiri sendiri. Mereka saling terhubung dan sering kali terjadi dalam organisasi yang sama. Berikut flier webinar … Continue reading
Saat Integritas Menjadi Gerakan
“A leader is one who knows the way, goes the way, and shows the way.” (John C. Maxwell) HARUS DINIATKAN. Bukan sekadar slogan. Integritas hendaknya menjadi gerakan. Gerakan hati untuk memilih yang benar, gerakan pikiran yang menjaga nilai, gerakan tindakan yang menyelaraskan nilai, kata dan perbuatan. Dalam program Mentorship Maxwell Leadership Indonesia, bersama rekan-rekan lainnya kami semakin menyadari bahwa integritas tidak berhenti pada diri kita sendiri. Integritas harus menjadi sesuatu yang menular: menginspirasi, membentuk budaya, dan menggerakkan orang lain untuk hidup dengan nilai yang sama. Karena pada akhirnya, kepemimpinan bukan hanya tentang siapa kita, tetapi tentang pengaruh apa yang kita bangun di sekitar kita. Dari Integritas Pribadi ke Budaya Integritas Banyak orang merasa cukup ketika mereka sendiri berusaha hidup dengan integritas. Itu tentu penting. Tetapi kepemimpinan selalu berbicara tentang pengaruh. Pertanyaan yang lebih dalam adalah: Apakah orang-orang di sekitar kita juga terdorong untuk hidup dengan integritas? Apakah lingkungan yang kita … Continue reading
Wujud Nyata Leader as BRIDGER
“If you are a leader, the true measure of your success is not getting people to work. It’s not getting people to work hard. It is getting people to work hard together. That takes commitment.” (John C. Maxwell) TRANSFORMASI BERLANJUT. Dari kepemimpinan yang mengandalkan jabatan dan naik kelas ke kepemimpinan yang mengandalkan pengaruh. Dalam fase ini, orang mau mengikuti pemimpin karena merasa terhubung, dihargai, dan dilibatkan. Kini transformasi berlanjut ke level berikutnya: Level 3, Production. People follow you because of what you have done for the organization. Inilah kepemimpinan yang mulai bekerja secara nyata, memberikan dampak signifikan kepada organisasi, bukan saja karena mereka produktif secara individu, tapi mereka mampu memberdayakan tim untuk meraih hasil. Namun tantangan kepemimpinan hari ini tidak berhenti pada relasi satu arah antara atasan dan bawahan. Dunia organisasi semakin kompleks, menuntut kolaborasi lintas fungsi, lintas kepentingan, bahkan lintas cara berpikir. Kolaborasi: Kebutuhan Sekaligus Tantangan Dalam banyak … Continue reading
