Tag Archives: John C Maxwell
Transformasi Ke Level Berikutnya
“Transformation does not start with someone else changing you; transformation is an inner self reworking of what you are now to what you will be.” (Byron Pulsifer) Saya berkesempatan berbagi di sesi Leadership perusahaan agribisnis dengan tema: Go to the next level. Hari itu saya mengajak sekitar 90 pimpinan perusahaan untuk memikirkan hasil luar biasa: Ketika Kepemimpinan Berubah dari Posisi ke Pengaruh, dari Target ke Dampak. Go to the next level, baik di bisnis maupun organisasi, hampir selalu bukan soal strategi terlebih dahulu, tapi soal kepemimpinan. John C. Maxwell menyatakannya dengan tegas: “Everything rises and falls on leadership.” Next Level Dimulai dari Values Sebelum bicara target, produktivitas, atau kolaborasi, saya mengajak peserta untuk memahami kembali fondasi penting: VALUES. Target bisa membawa kita pada hasil, namun values menjaga arah dan keberlanjutan. Tanpa values, organisasi mungkin tumbuh cepat, tetapi rapuh saat diterpah badai. Beruntung perusahaan ini mempunyai tiga Values yang menjadi … Continue reading
Catalyst for Transformation
“The capacity to learn is a gift; The ability to learn is a skill; The willingness to learn is a choice.” (Brian Herbert) MOMENT penting dan sangat ditunggu-tunggu. Di hadapan 3.750 peserta yang memenuhi ball room NICE PIK2, John C. Maxwell tampil memukau. Dengan gaya bicara yang santai, tapi bisa langsung konek dengan audience: Hi, my name is John, and I am your friend. Diapun melanjutkan: I come looooong way to Jakarta, to let you know that I value you, I care about you and want to add value to you as a leader, helping you become better in order to create more impact to many more leaders. Cerita pembuka dari John C. Maxwell di Capacity Catalyst Summit langsung disambut tertawa riang dan tepuk tangan peserta. Suasana langsung cair dan semua siap menyimak paparannya hari itu. Tetap Rendah Hati Saat Sukses Foto diatas merupakan momen yang lama ditunggu, momen … Continue reading
Bekerja Karena MAU Atau TERPAKSA?
“Developing yourself to become the leader you have the potential to be, will change everything for you. It will add to your effectiveness, subtract from your weaknesses, divide your workload, and multiply your impact.” (John C. Maxwell) SENYUMMU PAGI INI, seberapa lebar? Apa yang membuatmu tersenyum? Suasana hati seorang karyawan saat bekerja, hanya dia yang tahu. Terkadang bisa dilihat dari perilakunya, atau dari kata2 dan ekspresi wajahnya saat bicara, atau dari cara dia menanggapi setiap kesempatan untuk mengerjakan sesuatu. Dia bisa saja terus diam, tidak berkata-kata, walau bisa menyelesaikan pekerjaannya sesuai yang dituntut job descriptionnya. Hanya pemimpin yang jeli, tahu cara untuk menguak apa yang sesungguhnya terjadi. Rumah Kedua Yang Menyenangkan Lama kita berada di tempat kerja mungkin melebih kehadiran kita di tempat lain, termasuk kehadiran di rumah saat tidak tidur. Kalau suasana rumah kita dirancang untuk bisa menyenangkan bersama keluarga, maka suasana kantor tentunya diharapkan bisa menjadi rumah … Continue reading
Menyukai Perusahaan Tapi Berhenti
“People quit people, not companies. Employees often leave companies not because they dislike the company or their job, but rather because they want to escape a particular person, usually their boss.” (John C. Maxwell) KARYAWAN BERHENTI dari Perusahaan merupakan fenomena yang sering dilihat, namun faktor yang ada dibaliknya belum tentu sepenuhnya kita pahami. Mari kita ambil contoh dari karyawan yang berhenti atas kemauan sendiri. Quote diawal tulisan ini sering kita dengar, karyawan berhenti bukan karena tidak menyukai perusahaan atau pekerjaannya, tapi karena mereka ingin menghindari orang tertentu, biasanya bos mereka. Memahami Level Kepemimpinan Saya Sepantasnya kita bersyukur bahwa kita beroleh kesempatan memulai perjalanan sebagai leader, saat Perusahaan mempercayai kita untuk jabatan tertentu. Kitapun akan mulai melangkah dengan mengandalkan jabatan tersebut, bersama tim yang dipercayakan kepada kita. Pimpinan lebih tinggi, tentu melihat kemampuan dan potensi yang bersangkutan. Dan tentu saja bersamaan dengan titel dan posisi tersebut, ada hak dan kewenangan untuk … Continue reading
Memanusiakan Manusia Dalam Keseharian
“Leaders touch the heart before they ask for a hand.” (John C Maxwell) TUKAR PIKIRAN santai melalui zoom, bersama mba Melati Mew dari Kompas, yang sedang mempersiapkan laporan seputar praktek Well-being di beberapa perusahaan. Laporan ini disajikan di harian Kompas Minggu, 26 Oktober 2025. Atas izinnya, saya hadirkan kembali tulisannya ini untuk pembaca blog yang tercinta. Berikut tulisan mba Melati seutuhnya. Bahasa Sederhana Sulit Implementasi ”Seperti kata John C Maxwell, leaders touch the heart before they ask for a hand. Seorang pemimpin yang memanusiakan karyawan itu membuat karyawan mau berkontribusi bukan karena terpaksa, tetapi karena mereka merasa dihargai dan memang mau melakukan sesuatu yang baik itu. Pemimpin seperti itu memperlakukan karyawan sesuai dengan harkat manusia, yakni ingin didengarkan, dihargai, dan dipahami,” ucap Josef Bataona, praktisi human resources, yang diwawancara secara daring pada Rabu (22/10/2025). Menurut Josef, karyawan seperti apa pun, dengan potensi dan kekurangan masing-masing, dapat berkembang menjadi lebih … Continue reading
