Posted on April 30th, 2026
“We must never become too busy sawing to take time to sharpen the saw.” (Stephen R. Covey) RUTIN MENGASAH GERGAJI. Ada satu prinsip sederhana namun sangat mendasar dalam pengembangan diri yang sering kita dengar dari Stephen R. Covey: Sharpen the Saw, kebiasaan ke-7 dari The 7 Habits of Highly Effective People. Intinya adalah komitmen untuk terus memperbarui diri secara utuh: fisik, mental, emosional, dan spiritual. Tanpa pembaruan ini, efektivitas kita akan menurun, bahkan tanpa kita sadari. Bagi saya, prinsip ini bukan sekadar konsep, tetapi sebuah disiplin. Itulah sebabnya kami secara rutin meluangkan waktu untuk belajar bersama. Bukan hanya untuk menambah pengetahuan, tetapi untuk menjaga ketajaman diri agar tetap relevan, berdampak, dan bertumbuh. Sabtu 18 April lalu, dalam sesi pembelajaran di MLCT (Maxwell Leadership Certified Team), kami mendalami satu topik yang sederhana namun sangat kuat: Movement of Impact. Lebih dari Sekadar Hadir: Meninggalkan Jejak Pembelajaran hari itu mengingatkan saya pada … Continue reading
Posted on April 24th, 2026
“Make the most of the difficult situation of working for a bad boss: learn to think like a leader yourself. Think people, think progress, and think intangibles.” (John C. Maxwell) Pertanyaan dari peserta berkaitan dengan leader yang cenderung toxic di webinar yang diselenggarakan GNIK (Gerakan Nasional Indonesia Kompeten) bersama Maxwell Leadership Indonesia baru-baru ini. Pertanyaan ini menjadi semakin menarik, saat saya dimintai pendapat oleh seorang leader yang cukup berpengalaman beberapa hari sesudahnya. Dalam percakapan santai itu, ia berkata pelan, “Saya tidak tahu sejak kapan, tapi rasanya tim saya tidak lagi bersama saya… mereka seperti bekerja di sekitar saya, bukan dengan saya.” Di sisi lain, saya juga sering mendengar cerita yang berbeda. Tentang atasan yang sulit diajak bicara, keputusan yang berubah-ubah, atau gaya memimpin yang membuat tim lelah secara emosional. Dua cerita ini, ternyata tidak berdiri sendiri. Mereka saling terhubung dan sering kali terjadi dalam organisasi yang sama. Berikut flier webinar … Continue reading
Posted on April 10th, 2026
“Between stimulus and response there is a space. In that space lies our freedom and our power to choose our response.” (Stephen Covey) Dalam sebuah sesi sharing tentang “Leading Across Generation”, saya menerima cukup banyak pertanyaan dari para peserta. Awalnya saya mengira sebagian besar pertanyaan akan berkisar pada perbedaan karakter antara Boomer, Gen X, Milenial, dan Gen Z. Namun setelah menyimak dengan lebih tenang, saya menemukan bahwa sebagian besar pertanyaan itu tentang sesuatu yang jauh lebih mendasar: bagaimana kita memimpin manusia. Berikut flier sharing di komunitas IKIGAI. Memimpin Melalui Pengaruh Banyak peserta bertanya tentang situasi yang sebenarnya sangat klasik dalam kepemimpinan: Bagaimana memotivasi tim? Bagaimana menegur orang yang lebih senior? Bagaimana tetap tegas tanpa merusak hubungan? Pertanyaan seperti ini menunjukkan bahwa tantangan utama seorang pemimpin bukanlah soal generasi, tetapi soal pengaruh. Jabatan mungkin memberi kita wewenang formal, tetapi pengaruhlah yang membuat orang benar-benar MAU mengikuti kita. Dalam tim lintas generasi, … Continue reading
Posted on March 27th, 2026
“A leader is one who knows the way, goes the way, and shows the way.” (John C. Maxwell) HARUS DINIATKAN. Bukan sekadar slogan. Integritas hendaknya menjadi gerakan. Gerakan hati untuk memilih yang benar, gerakan pikiran yang menjaga nilai, gerakan tindakan yang menyelaraskan nilai, kata dan perbuatan. Dalam program Mentorship Maxwell Leadership Indonesia, bersama rekan-rekan lainnya kami semakin menyadari bahwa integritas tidak berhenti pada diri kita sendiri. Integritas harus menjadi sesuatu yang menular: menginspirasi, membentuk budaya, dan menggerakkan orang lain untuk hidup dengan nilai yang sama. Karena pada akhirnya, kepemimpinan bukan hanya tentang siapa kita, tetapi tentang pengaruh apa yang kita bangun di sekitar kita. Dari Integritas Pribadi ke Budaya Integritas Banyak orang merasa cukup ketika mereka sendiri berusaha hidup dengan integritas. Itu tentu penting. Tetapi kepemimpinan selalu berbicara tentang pengaruh. Pertanyaan yang lebih dalam adalah: Apakah orang-orang di sekitar kita juga terdorong untuk hidup dengan integritas? Apakah lingkungan yang kita … Continue reading
Posted on March 13th, 2026
“If you are a leader, the true measure of your success is not getting people to work. It’s not getting people to work hard. It is getting people to work hard together. That takes commitment.” (John C. Maxwell) TRANSFORMASI BERLANJUT. Dari kepemimpinan yang mengandalkan jabatan dan naik kelas ke kepemimpinan yang mengandalkan pengaruh. Dalam fase ini, orang mau mengikuti pemimpin karena merasa terhubung, dihargai, dan dilibatkan. Kini transformasi berlanjut ke level berikutnya: Level 3, Production. People follow you because of what you have done for the organization. Inilah kepemimpinan yang mulai bekerja secara nyata, memberikan dampak signifikan kepada organisasi, bukan saja karena mereka produktif secara individu, tapi mereka mampu memberdayakan tim untuk meraih hasil. Namun tantangan kepemimpinan hari ini tidak berhenti pada relasi satu arah antara atasan dan bawahan. Dunia organisasi semakin kompleks, menuntut kolaborasi lintas fungsi, lintas kepentingan, bahkan lintas cara berpikir. Kolaborasi: Kebutuhan Sekaligus Tantangan Dalam banyak … Continue reading
josef:
Terima kasih sama2 Lia, ditengah kesibukanmu dalam perjalanan baru, masih sempat menyimak tulisan ini dan...
lia catri:
Mungkin inilah makna Develop yang semakin diperkaya dewasa ini. Bukan hanya: How do I become better?...
josef:
Terima kasih mba Rani, untuk memberikan ulasan tambahan tentang apa yang dihayati saat menyimak paparanku....
Rani Wijaya:
Pak Josef, saya salah satu peserta di purna bakti ini dan senang sekali sudah mengulik AHA saya :...
josef:
Terima kasih Rina. Bisa juga refleksinya dibuat bertahap. Sepuluh tahun dari sekarang Rina mau jadi apa? Untuk...