Posted on July 31st, 2026
“Growth is the only guarantee that tomorrow is going to get better.” (John C. Maxwell) Sebagai anggota Dewan Juri Indonesia HR Excellence Award 2026, saya mendapat kesempatan yang berharga untuk menyaksikan secara langsung bagaimana berbagai perusahaan di Indonesia mengelola, mengembangkan, dan memberdayakan sumber daya manusianya. Ajang yang diselenggarakan oleh SWA Media Group bersama LM FEB UI ini mengangkat tema “Accelerating Sustainable Growth through Engineering Human Performance.” Sebuah tema yang sangat relevan dengan tantangan dunia bisnis saat ini: bagaimana organisasi dapat bertumbuh secara berkelanjutan melalui pengelolaan manusia yang semakin efektif, adaptif, dan bermakna. Di balik berbagai presentasi, diskusi, dan proses penjurian yang berlangsung , terdapat sejumlah pembelajaran menarik tentang arah perkembangan fungsi Human Resources di Indonesia. Berikut foro Bersama penerima penghargaan. Dunia Berubah Cepat, HR Tidak Bisa Berjalan Biasa-Biasa Saja Salah satu benang merah yang muncul hampir di semua sesi penjurian adalah kesadaran bahwa perubahan berlangsung semakin cepat dan semakin kompleks.Teknologi … Continue reading
Posted on July 24th, 2026
“Leadership is not about being in charge. It is about taking care of those in your charge.” (Simon Sinek) Di tengah kemajuan teknologi, kecerdasan buatan, dan perubahan yang berlangsung semakin cepat, organisasi terus mencari pemimpin yang mampu membawa tim mencapai hasil terbaik. Namun ada satu pertanyaan mendasar yang sering terlupakan: apa yang membuat seseorang layak diikuti? Jody Fletcher, dalam bukunya Good Humans Make Great Leaders: Inspiring Others Begins with You, menawarkan jawaban yang sederhana sekaligus mendalam. Kepemimpinan yang hebat tidak dimulai dari jabatan, kekuasaan, atau kemampuan mengendalikan orang lain. Kepemimpinan dimulai dari kualitas manusianya. Sebelum menjadi pemimpin yang hebat, seseorang harus terlebih dahulu menjadi manusia yang baik. Karena itu Indonesia Coaching Conference 2026 baru-baru ini yang diselenggarakan Asia Coach Indonesia mengajak semua peserta untuk sepenuhnya menyadari bahwa kesiapan manusia adalah elemen penting menuju sukses masa depan. Berikut keceriaan bersama teman2 di momen itu. Kepemimpinan Dimulai dari Diri Sendiri Fletcher mengajak … Continue reading
Posted on July 10th, 2026
“Coaching is a profession of love. You can’t coach people unless you love them.” (Eddie Robinson) Bahagia mendapat kehormatan menjadi keynote speaker, sepanggung dengan pa Salman Subakat dan ibu Febrina Orsidisa dalam Indonesia Coaching Conference (ICC) 2026 yang mengangkat tema besar “Coaching: The Next Human Transformation.” Tema ini sangat relevan dengan kondisi saat ini. Di tengah pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI), perubahan model bisnis, dan tuntutan organisasi yang semakin dinamis, muncul satu pertanyaan penting: apakah manusianya sudah siap? Transformasi manusia adalah fondasi semua transformasi Banyak organisasi berinvestasi besar dalam strategi dan teknologi, tetapi hasil transformasinya tidak selalu sesuai harapan. Sering kali masalahnya bukan terletak pada strategi, melainkan pada kesiapan manusia yang menjalankannya. Di sinilah coaching menjadi penting. Coaching membantu menjembatani perubahan organisasi dengan perubahan manusia. Karena pada akhirnya, transformasi yang berkelanjutan selalu dimulai dari dalam diri. Saya menyimak kembali moto yang selama ini saya pegang: “Be Yourself, but Better Everyday.” … Continue reading
Posted on July 3rd, 2026
“Laughter is what makes a home warm, and what makes a work place human.” (Catherine Pulsifer) RAGAM GENERASI senantiasa hadir di organisasi, dulu sekarang dan dimasa mendatang. Label generasinya yang senantiasa berbeda dari waktu ke waktu. Yang pasti ada generasi yang lebih senior, ada yang lebih muda. Tantangannya senantiasa adalah bagaimana menciptakan lingkungan dimana mereka bisa leluasa berinteraksi satu sama lain, baik secara formal maupun informal. Kita berusaha untuk saling memahami perbedaan dan membuat perbedaan sebagai kekuatan yang bermanfaat bagi kemajuan tim. (Image by Darwis Corporation) Tantangan yang sama di Tengah Keluarga Kebersamaan dalam banyak keluarga, sering diartikan sebagai kehadiran. Namun, ada satu hal yang sering terlewat: apakah setiap orang benar-benar diberi ruang? Lia Catri (Catur Arifiani Amalia) mengingatkan dengan sangat tajam: “Kita lupa bahwa di tengah keluarga ada juga generasi muda yang memerlukan ruang berekspresi serta perhatian dan perlakuan yang berbeda.” Kita berkumpul, kita berbicara, tetapi belum tentu kita … Continue reading
Posted on June 26th, 2026
(Blog Seribu Tulisan) “If you want to win, do the ordinary things better than anyone else.” (Chuck Noll) ADA TULISAN yang dibaca, lalu selesai. Tapi ada juga tulisan yang dibaca, lalu terasa membekas. Salah satu pembaca menuliskan kesannya dengan sangat jujur, setelah membaca tulisan di blog: “ … rasanya seperti diajak duduk bersama di ruang keluarga besar yang hangat, sambil berbagi cerita, canda, dan tawa.” (Rully Dwitra) Barangkali di situlah makna terdalam dari keluarga. Bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi ruang di mana kita merasa hidup. Berimbang Hidup Profesional dan Keluarga Dalam perjalanan hidup profesional, kita sering berbicara tentang target, pencapaian, dan pertumbuhan karier. Namun, Eka Yuniarti mengingatkan: ”…bahwa pencapaian karier seseorang tidak terlepas dari dukungan dan relasi yang dekat dengan keluarga. Banyak pengalaman bersama keluarga yang dituangkan di beberapa artikel di blog, mengandung nilai-nilai yang dapat dipelajari dan di aplikasikan untuk pengembangan diri maupun relasi dengan rekan … Continue reading
josef:
Terima kasih sama2 Lia, ditengah kesibukanmu dalam perjalanan baru, masih sempat menyimak tulisan ini dan...
lia catri:
Mungkin inilah makna Develop yang semakin diperkaya dewasa ini. Bukan hanya: How do I become better?...
josef:
Terima kasih mba Rani, untuk memberikan ulasan tambahan tentang apa yang dihayati saat menyimak paparanku....
Rani Wijaya:
Pak Josef, saya salah satu peserta di purna bakti ini dan senang sekali sudah mengulik AHA saya :...
josef:
Terima kasih Rina. Bisa juga refleksinya dibuat bertahap. Sepuluh tahun dari sekarang Rina mau jadi apa? Untuk...