Sentuhan Tangan Yang Diberkati

Posted on November 8th, 2019

“If you deliberately plan to be less than you are capable of being, then I warn you  that you’ll be deeply unhappy for the rest of your life. You will be evading your own capacities, your own possibilities.” (Abraham Maslow)

GAUNG digitalisasi juga bergema dari Transformer Center, Batu, Jawa Timur. Hadir 52 peserta dari berbagai perusahaan untuk acara Light up Your Company in Rapid Transfromation Era. Orang sudah lama berbicara tentang digitalisasi 3.0 atau 4.0. Hari inipun masih banyak pembicaraan tentang itu. Tapi apakah perubahan berjalan begitu lambatnya? Sebaliknya ada yang bahkan mengatakan bahwa perubahan berjalan begitu cepat sehingga yang namanya jangka Panjang itu dalam dimensi waktu hanya dua tahun, jangka menengah itu setahun dan jangka pendek itu 6 bulan atau bahkan kurang dari itu.

Mujizat di Era Digitalisasi

Saya berani mengatakan demikian karena melalui tangannya, Julianto Ekaputra, berbagai hal yang awalnya terlihat mustahil, ternyata bisa direalisir di kehidupan anak-anak yang menghuni Transformer Center di Batu. Berikut foto Bersama Ko Jul, demikian sapaan akrabnya dan mba Sellyana Yovita, salah satu Direkturnya.

Anak-anak SMA Selamat Pagi Indonesia yang berasal dari berbagai pelosok tanah air, beragam suku dan agama, yang awalnya tidak punya harapan masa depan, tidak berani bermimpi, melalui sentuhan tangannya mereka didorong untuk membangun mimpi. Dan harus mimpi yang besar. Ternyata banyak diantaranya sangat sukses, mimpinya sudah direalisir. Kini mereka terus membangun mimpi baru lagi.

Bayangkan anak-anak yang baru lulus SMA, sudah dipercayakan sebagai Kepala Divisi untuk menjalankan bisnis baru bersama-sama teman-temannya. Sebagai ilustrasi saja, Fani yang baru lulus SMA 4 tahun lalu, kini menjabat sebagai kepala Divisi Restoran. Dalam paparannya kepada peserta, dia mengungkapkan divisinya dengan omzet Rp 98 juta di tahun 2011, tahun 2018 sudah mengukir hasil Rp 1.34 milyar dan rencana 2019 (yang besar kemungkinan berhasil) adalah Rp 4 Milyar. Apakah ini bukan sebuah mujizat? Berikut foto Stefani saat memberikan paparan (atas) dan Teamnya (bawah).

Team ini terus bekerja meningkatkan system pelayanannya, dan juga menelorkan produk2 baru yang tidak kalah asyiknya. Sebut saja, D’bog Lime Juice, yang bahan bakunya adalah batang pisang bagian dalam (banana steam), lime dan honey. Simak manfaat sehatnya di foto di bawah ini. Belum lagi sajian salad dengan bahan hidrophonic yang diambil dari lahan sendiri.

Selama tiga hari, pa Julianto Ekaputra memaparkan berbagai strategi yang mereka terapkan, dengan contoh nyata. Beliau memang merujuk World 5.0 dengan tema SURF (Simple Unpredictable Right dan Fast). Teknologi yang berubah cepat harus diimbangi dengan pengembangan Human Capital. Dimulai dengan menanam BENIH positif dalam diri anak, karyawan ataupun pimpinan, apapun generasinya, Bahkan anak2 dilibatkan untuk turut bercerita, tentang bagaimana mereka ditempah dengan ketulusan oleh semua Pembina di tempat itu.

Kisah sukses anak-anak di Transformer Center akan segera hadir di Bioskop melalui film Anak  Garuda. Dan yang menarik adalah ini merupakan hasil dari PH Butterfly Pictures milik anak-anak itu dan 50% shootingnya mengambil tempat di Eropah. Penasaran dengan cerita ini? Nantikan filmnya di Bioskop Januari 2020

Growth Mindset Memperlancar Perubahan

Transformasi apapun merupakan kontribusi semua orang dalam organisasi, di semua lini dan tingkatan. Masing-masing memang mempunyai peran sendiri-sendiri. Gagasan besarnya memang sudah disiapkan. Namun dalam perencanaan maupun pelaksanaannya semua diharapkan mengambil bagian. Dan tantangan terbesarnya adalah bagaimana menciptakan suasana kerja yang memungkinkan semua memberikan input, saran bahkan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kritis untuk mempertajam rencana.

Kehadiran kami di Transformer Center adalah untuk memberikan input dari perspektif Growth Mindset dalam usaha mengikis Fixed Mindset.

Secara singkat beda keduanya adalah:

Fixed Mindset: Percaya seseorang dilahirkan dengan atau tanpa talenta; memiliki kemampuan tertentu atau tidak sama sekali; inteligensinya dianggap fixed. Sukses sudah ditentukan oleh talenta sejak lahir, tidak mungkin diubah lagi.

Growth Mindset: Percaya talenta diperoleh dari usaha pengembangan; bisa dilatih dan berubah; percaya setiap orang bisa melakukan sesuatu bila dilatih; bahwa kemampuan bisa dikembangkan melalui dedication, perseverance, and the right strategy.

Fixed Mindset selalu mencari validasi terhadap dirinya, sementara Individu dengan Growth Mindset fokus pada pengembangan diri mereka.

Coba cermati contoh ketiga situasi ini, dan simak suara apa yang sering muncul dalam diri kita:

Menghadapi tantangan baru, ada suara berbisik: “Yakin bisa? Bagaimana kalau gagal?”

Menghadapi hambatan, Ada bisikan: “Andaikan saja anda punya talenta,” atau “Saya sudah bilang itu terlalu beresiko.”

Saat dikritik, ada bisikan “Itu bukan salah saya,” atau “emangnya mereka itu siapa?”

Ini disebut the inner saboteur, suara yang meremekan apa yang kita kerjakan; inner critic yang menghakimi kita dan kerjaan kita.

Dalam menghadapi situasi seperti itu, apakah kita akan mundur, menyerah atau ini merupakan pertanda bahwa kita harus challenge diri kita, mencari upaya dalam mengubah strategi untuk terus berkembang dalam koridor growth mindset. Kami membahas langkah-langkah kongkrit untuk keluar dari koridor Fixed Mindset dan memasuki Growth Mindset.

Selalu ada yang baru

Sudah lima kali saya datang ke Transformer Center ini, dan ada saja hal baru yang ditampilkan. Sebut saja proses check-in. Untuk menghindari antrian panjang, maka sehari sebelum kedatangan, kami dikirimi melalui WA, QOR code yang membantu kami mengetahui nomor kamar. Dalam bincang-bincang pendek dengan Diky Dwi Junianto, yang merancang system ini, mereka ingin agar ada faktor diferensiasi dengan hotel lain dalam hal memberikan pelayanan kepada tamu, justru di momen awal. Masih ada beberapa kerjaan rumah yang akan dia rampungkan dan mudah2an segera bisa diimplementasi. Foto Dicky dan hasil kerjanya.

Pola latihan di Transformer Center ini melalui experiential learning dan sudah terbukti hasilnya. Kini modul-modul latihan tersebut ditawarkan kepada masyarakat luas. Sebut saja program Valuable Person, Valuable Team, Valuable Leader. Dan daftar perusahaan yang sudah menggunakan jasa merekapun sudah panjang. Semoga kiprah mereka di Transformer Center terus diberkati dengan hasil gemilang.

“When you believe, the impossible becomes possible. What you believe will become what is true. Your optimism today will determine your level of success tomorrow.” (Jon Gordon)

Simak juga kisah terkait yang sudah hadir sebelumnya:

  1. Faster is Shorter:
    https://www.josefbataona.com/leadership-2/faster-and-shorter/
  2. Biasakan Membangun Mimpi:
    https://www.josefbataona.com/life-wisdom/biasakan-membangun-mimpi/
  3. Akselerasi Pengembangan Valuable Talent:  https://www.josefbataona.com/career-wisdom-2/akselerasi-pengembangan-valuable-talent/
  4. Valuable Leader Multiplicator: https://www.josefbataona.com/inspirasi/valuable-leader-multiplicator/
  5. Blessing in Disruption:
    https://www.josefbataona.com/inspirasi/blessing-in-disruption/
  6. Mereka Percaya Bisa Berubah:
    https://www.josefbataona.com/inspirasi/mereka-percaya-bisa-berubah/
  7. Inspirasi Sang Master:
    https://www.josefbataona.com/inspirasi/inspirasi-sang-master/
  8. Transformasi yang Menakjubkan: https://www.josefbataona.com/inspirasi/transformasi-yang-menakjubkan/

Bookmark and Share

2 Responses to Sentuhan Tangan Yang Diberkati

  1. I Gusti Putu Endra A says:

    Terima kasih bapak ku,, Sangat diberkati.

    Salam

    I Gusti Putu Endra A

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 Putu Endra. Salam

josef:
Terima kasih pa Awan Rusdi telah menyempatkan berkunjung ke blog dan memberi komen. Saya senantiasa percaya...

Awan Rusdi:
Pak Josef, Bapak sudah tercatat di UNVR berkarir cemerlang, berkontribusi hebat dan dikagumi bawahan...

I Gusti Putu Endra A:
Terima kasih bapak ku,, Sangat diberkati. Salam I Gusti Putu Endra A

josef:
Terima kasih Roy, pasti ada waktunya untuk masing-masing kita, sesuai kebutuhan. Salam sukses


Recent Post

  • Sentuhan Tangan Yang Diberkati
  • Tempat Kerja Idaman
  • Momen Mendengarkan Milenial
  • Memacu Gairah Belajar
  • Loyalitas Timbal Balik
  • Self Discovery melalui Coaching
  • Profesi MSDM Berkualitas
  • Fokus Untuk Masa Depan
  • Komitmen Hidup Sehat
  • Leading with Love