Tag Archives: Mother Teresa
Melangkah Bersama
(Blog Seribu Tulisan) “I can do things you cannot, you can do things I cannot; together we can do great things.” (Mother Teresa) TAK TERDUGA. Saya sungguh tidak menduga. Menulis bisa menghubungkan. Awalnya hanya tertarik membaca. Tanpa disadari, penulis dan para pembaca akhirnya bisa berjalan bersama. Para pembaca yang mempunyai latar belakang pengetahuan dan pengalaman yang berbeda, bisa saling melengkapi dan menginspirasi dalam meraih sukses. Tulisan di blog ini bisa menciptakan kedekatan, bahkan tanpa pertemuan. Menumbuhkan Kebersamaan Dengan berbagai tulisan yang hadir setiap minggu di blog, teman-teman pembaca mulai tertarik untuk menyimak, sesuai minat masing-masing. Setelah mencerna, ada yang meninggalkan komentar, berisi kesan, pesan, dan insight yang bisa menjadi pembelajaran bagi penulis maupun pembaca lainnya. “…insight yang saya dapat sangat relevan dengan posisi sebagai leader di beberapa tempat kerja saya…” (Canisius Soriton) Ada juga relasi yang tumbuh pelan-pelan. Tidak formal, tidak dirancang, tetapi nyata. “…Meskipun sudah tidak bersama dalam … Continue reading
Ketika Jabatan Berakhir – MAKNA Berlanjut
“I alone cannot change the world, but I can cast a stone across the waters to create many ripples.” (Mother Teresa) Setiap fase kehidupan memiliki kesempatan sendiri. Ada kesempatan membangun karier, kesempatan memimpin, kesempatan membesarkan keluarga. Dan pada waktunya, tiba masa yang sering disalah-pahami: masa purna bakti. Bagi banyak orang, purna bakti terasa seperti titik akhir. Padahal sesungguhnya, ia adalah garis transisi. Bersama istri dan anakku kami secara sungguh-sungguh merencanakan dan menjalani fase ini. Ia tidak datang tiba-tiba, melainkan dipersiapkan melalui percakapan, penyesuaian, dan refleksi yang tidak singkat. Purna bakti bukan berhenti bekerja; ia adalah proses menata ulang cara kita memaknai diri dan hidup. Berikut foto sharing Persiapan Pensiun: Tantangan yang Nyata Ada beberapa tantangan yang nyata dalam memasuki masa ini. Pertama, menata ulang identitas tanpa jabatan. Selama bertahun-tahun, identitas kita melekat pada peran: direktur, manajer, pemimpin, profesional. Ketika jabatan itu dilepaskan, muncul pertanyaan sunyi: Siapa saya sekarang? Di titik … Continue reading
Bahagia itu Sederhana
BERSAMA TEMAN-TEMAN di Sekolah Rakyat dulu kami sangat bahagia berjalan kaki sekitar 3 km tanpa alas kaki menuju ke sekolah, Kami bahagia hanya karena kami bisa sekolah. Ketika istirahat, kami bisa bermain dengan apa saja yang tersedia sekitar kami, menggunakan batu, kayu, atau petak umpet di semak di belakang sekolah. Continue reading
Ciptakan Peluang Bagi Masyarakat
TOKOH yang sedang berbicara penuh semangat di podium itu memang mengenakan seragam militer. Karena dia adalah Wakil Gubernur AKMIL, Brigjen TNI Wirana Prasetya Budi, SE. Akankah peserta mendengarkan paparan seputar ilmu militer? Continue reading
