Posted on January 30th, 2026
“Transformation does not start with someone else changing you; transformation is an inner self reworking of what you are now to what you will be.” (Byron Pulsifer) Saya berkesempatan berbagi di sesi Leadership perusahaan agribisnis dengan tema: Go to the next level. Hari itu saya mengajak sekitar 90 pimpinan perusahaan untuk memikirkan hasil luar biasa: Ketika Kepemimpinan Berubah dari Posisi ke Pengaruh, dari Target ke Dampak. Go to the next level, baik di bisnis maupun organisasi, hampir selalu bukan soal strategi terlebih dahulu, tapi soal kepemimpinan. John C. Maxwell menyatakannya dengan tegas: “Everything rises and falls on leadership.” Next Level Dimulai dari Values Sebelum bicara target, produktivitas, atau kolaborasi, saya mengajak peserta untuk memahami kembali fondasi penting: VALUES. Target bisa membawa kita pada hasil, namun values menjaga arah dan keberlanjutan. Tanpa values, organisasi mungkin tumbuh cepat, tetapi rapuh saat diterpah badai. Beruntung perusahaan ini mempunyai tiga Values yang
Posted on January 23rd, 2026
“Leadership is much more an art, a belief, a condition of the heart, than a set of things to do. The visible signs of artful leadership are expressed, ultimately, in its practice.” (Max Depree) Dalam proses penjurian Indonesia Best Companies in Creating Leaders from Within 2025 yang diselenggarakan oleh Majalah SWA dan NBO, kami kembali diingatkan pada satu hal mendasar: Kepemimpinan hari ini bukan lagi isu HR semata, melainkan agenda bisnis yang menentukan masa depan organisasi. Dunia bergerak semakin cepat dan sering kali tidak terduga. Cara kerja lama, bahkan yang dulu terbukti berhasil, tidak selalu relevan hari ini. Di tengah situasi seperti ini, kemampuan perusahaan untuk menyiapkan pemimpin dari dalam organisasinya sendiri menjadi penentu keberlanjutan. Berikut foto Penerima penghargaan dan dewan juri. Pentingnya Kesiapan Pemimpin Dari berbagai perusahaan yang dinilai, terlihat pola yang cukup konsisten. Banyak organisasi memiliki strategi yang baik, bahkan sangat baik. Namun hanya pemimpin yang
Posted on January 15th, 2026
“Most of the important things in the world have been accomplished by people who have kept on trying when there seemed to be no hope at all.” (Dale Carnegie) Namanya Ellisa Nursabilah. Keluarga memanggilnya Icha. Ia tumbuh di Kampung Cimanggu, Desa Bunihara, Anyer, sebuah kampung sederhana di Banten, tempat jarak sering kali terasa lebih panjang dari angka kilometer di peta. Dari rumahnya, perjalanan ke kampus di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa memakan hampir 46 km. Ke rumah sakit di Serang juga sekitar itu. Bahkan ke RS Harapan Kita di Jakarta, tempat ibunya dirawat, jaraknya mencapai 121 km. Tapi dalam hidup Icha, yang paling jauh bukanlah jarak, melainkan ketabahan yang harus ditempuh hari demi hari. Tahun 2021 Menjadi Titik Ujian Ibunya, Ena, divonis sakit jantung dan harus menjalani operasi besar. Kaget? Tentu. Takut? Pasti. Proses persiapan operasi bahkan sempat mundur dua kali, memaksa mereka mengulang segalanya dari awal selama
Posted on January 9th, 2026
“The human capacity for burden is like bamboo – far more flexible than you’d ever believe at first glance.” (Jodi Picoult) SAPAAN SEJUK pagi-pagi di hari terakhir tahun 2025. Istriku sedang sibuk memberikan briefing pada assisten Rumah Tangga kami untuk persiapan kumpul keluarga malam nanti. Saya tertegun, tetapi juga senyum mendengar ada anggota keluarga yang datang dan bertanya: Apa Yang Bisa Saya Bantu? Menjadi menarik karena pertanyaan itu yang akan menjadi esensi renungan yang akan saya bawakan menjelang akhir tahun nanti. Berikut foto bersama keluarga jelang akhir tahun. Sukacita Keluarga Besar Warna warni sukacita sudah dimulai sejak kami berkumpul bersama untuk merayakan Hari Natal. Saat membagi cerita di Sosmed, kami menampilkan foto berikut dengan caption: Hari Natal ini kami berkumpul sebagai keluarga—lintas suku, lintas iman. Natal kami rayakan dengan kasih, tawa, dan rasa saling menghormati. Karena keberagaman bukan untuk diperdebatkan, tapi untuk dirayakan. Menjelang tutup tahun 2025,
Posted on December 19th, 2025
“There is a light within each of us that can never be diminished or extinguished. It can only be obscured by forgetting who we are.” (Deepak Chopra) Minggu lalu, saya kembali mengunjungi Unilever Indonesia, tempat di mana lebih dari 30 tahun hidup saya pernah bertumbuh, berkarya, jatuh-bangun, belajar tentang arti tanggung jawab, dan kepemimpinan. Langkah kaki saya mungkin hanya singgah sebentar, tetapi hati saya tertahan cukup lama. Saya tertegun sejenak melihat sebuah hiasan sederhana namun kuat maknanya: “The Light Within Us” Brighten Everyday Life for All Kalimat itu seperti berbicara langsung kepada saya. Bukan sekadar slogan korporasi, melainkan sebuah panggilan jiwa. Ia mengingatkan bahwa di dalam setiap diri kita, selalu ada cahaya. Cahaya yang bukan untuk disimpan, tetapi untuk dibagikan. Cahaya yang tugasnya bukan menyilaukan, melainkan menerangi, menghadirkan kejelasan, harapan, dan arah bagi orang lain, bahkan dalam hal-hal paling sederhana dari kehidupan sehari-hari. Cahaya Itu Ada di Dalam,
MENGAWALI KARIERNYA di PT Unilever Indonesia sebagai Management Trainee, Januari 1980, Josef terus menapaki tangga karier selama 31,5 tahun, termasuk 2.5 tahun sebagai Regional
josef:
Terima kasih sama2 mba Deva, terima kasih untuk rutin menyimak tulisanku. Semoga membawa manfaat untukmu dan...
Devamethia G:
terima kasih untuk tulisan-tulisan pak josef, saya sebagai salah satu pembaca merasa sering mendapatkan...
josef:
Betul sekali Puji, terima kasih untuk kontribusinya dalam perjalanan kehadiran blog ini. Sehat selalu
Puji:
Kekuatan kata, memberi makna. 1000 cerita, mendorong aksi nyata.
josef:
Terima kasih mba Yana, upaya kecil dilakukan secara disiplin, bisa menjadi kebiasaan dalam aspek kehidupan...
Dapatkan update dari Blog Josef Bataona melalui email Anda. Atau Follow Twitter dan Facebooknya.